Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Cortina D Ampezzo, Kota Italia yang Dijuluki Ratu Dolomites
Cortina d'Ampezzo (commons.wikimedia.org/Tiia Monto)
  • Cortina d’Ampezzo di Lembah Ampezzo, Italia utara, dikelilingi puncak Dolomites dan dijuluki Ratu Dolomites karena lanskap tebing dramatis serta rona batu kemerahan saat terkena matahari.
  • Kota ini berakar pada budaya Ladin; pariwisatanya berkembang sejak abad ke-19 setelah pendaki Eropa, termasuk Paul Grohmann, memperkenalkan kawasan Dolomites melalui ekspedisi dan tulisan.
  • Cortina menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 1956 dan lokasi Milano Cortina 2026, serta menawarkan ski musim dingin hingga trekking, panjat tebing, dan aktivitas luar ruangan pada musim panas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cortina d’Ampezzo merupakan kota kecil sekaligus kawasan wisata pegunungan yang berada di Provinsi Belluno, wilayah Veneto, Italia utara. Kota ini terletak di Lembah Ampezzo dan dikelilingi puncak-puncak Pegunungan Dolomites yang menjulang tinggi. Karena itu, panorama pegunungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Cortina.

Popularitas Cortina d’Ampezzo juga tidak muncul begitu saja. Sebelum dikenal sebagai salah satu resor pegunungan terkenal di Italia, kawasan ini memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan masyarakat Ladin, perkembangan pariwisata Alpen, hingga olahraga musim dingin. Penasaran dengan kota kecil di tengah Dolomites ini? Yuk, simak lima fakta menarik tentang Cortina d’Ampezzo berikut!

1. Kota kecil Italia yang dijuluki Ratu Dolomites

Cortina d'Ampezzo dijuluki sebagai Ratu Dolomites karena keindahan lanskapnya. (commons.wikimedia.org/kallerna)

Cortina d’Ampezzo berada di Lembah Ampezzo, sebuah lembah luas yang dikelilingi Pegunungan Dolomites. Dari kawasan kota, pengunjung dapat melihat sejumlah kelompok pegunungan spektakuler seperti Tofane, Cristallo, Sorapiss, Antelao, Croda da Lago, dan Croda Rossa. Tebing-tebing batu yang menjulang dengan bentuk dramatis membuat lanskap di sekitar Cortina terlihat begitu khas.

Keindahan pegunungan inilah yang membuat Cortina mendapat julukan “Queen of the Dolomites” atau “Ratu Dolomites”. Batuan dolomit di kawasan ini juga dapat menampilkan rona kemerahan atau merah muda ketika terkena cahaya matahari, terutama saat pagi dan sore hari. Pemandangan inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama Cortina bagi wisatawan yang datang untuk menikmati lanskap pegunungan.

2. Memiliki sejarah dan budaya Ladin yang panjang

Bangunan di Cortina d'Ampezzo (commons.wikimedia.org/Zairon)

Cortina d’Ampezzo memiliki hubungan erat dengan masyarakat Ladin, kelompok masyarakat yang secara historis mendiami sejumlah lembah di kawasan Dolomites. Pengaruh budaya Ladin masih dapat ditemukan dalam berbagai aspek kehidupan setempat, mulai dari bahasa, nama tempat, tradisi, arsitektur, hingga kerajinan. Jauh sebelum berkembang menjadi tujuan wisata, masyarakat di Lembah Ampezzo menjalani kehidupan yang banyak berkaitan dengan pertanian, peternakan, dan pengelolaan hutan.

Perubahan besar mulai terjadi pada abad ke-19 ketika para pendaki dan pelancong dari berbagai wilayah Eropa datang untuk menjelajahi Dolomites. Salah satu tokoh yang turut memperkenalkan kawasan ini adalah pendaki asal Austria, Paul Grohmann, melalui ekspedisi dan tulisan-tulisannya mengenai pegunungan Dolomites. Pada 1877, ia menerbitkan buku mengenai perjalanannya di kawasan tersebut sehingga perhatian terhadap Dolomites, termasuk Cortina, semakin meningkat.

3. Pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin

Olimpiade Musim Dingin tahun 1956 diadakan di Cortina d'Ampezzo (commons.wikimedia.org/Keystone)

Salah satu momen penting dalam sejarah modern Cortina d’Ampezzo terjadi pada 1956, ketika kota ini menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin. Berbagai pertandingan olahraga musim dingin diselenggarakan di kawasan Cortina dan membuat nama kota kecil tersebut semakin dikenal di dunia internasional. Ajang tersebut sekaligus memperkuat posisi Cortina sebagai salah satu destinasi olahraga musim dingin penting di Eropa.

Hubungan Cortina dengan Olimpiade ternyata tidak berhenti di sana. Pada tahun 2026, Cortina kembali menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina, tepat 70 tahun setelah menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya. Sejarah tersebut membuat Cortina tidak hanya dikenal karena lanskap Dolomites, tetapi juga memiliki identitas yang kuat sebagai kota olahraga musim dingin.

4. Punya menara lonceng ikonik yang hampir dilebur saat perang

Menara lonceng el Ciampanín menjadi ikon pusat kota (commons.wikimedia.org/Anton Nikiforov)

Di pusat bersejarah Cortina berdiri menara lonceng el Ciampanín, salah satu landmark yang paling mudah dikenali di kota ini. Menara setinggi sekitar 68,5 meter tersebut merupakan bagian dari Gereja Paroki Santo Filippo dan Giacomo. Bangunan yang terlihat sekarang didirikan pada abad ke-19 setelah menara sebelumnya dibongkar karena mengalami masalah struktur.

El Ciampanín dibangun menggunakan balok-balok batu dolomit putih yang berasal dari kawasan setempat. Menara ini memiliki enam lonceng yang pertama kali dibunyikan pada Hari Natal 1858. Lonceng-lonceng tersebut dibuat setahun sebelumnya oleh perusahaan Grassmayr di Innsbruck, Austria.

Keenam lonceng tersebut bahkan pernah berada dalam situasi berbahaya ketika Perang Dunia I berlangsung. Lonceng-lonceng itu hampir dilebur untuk digunakan sebagai bahan pembuatan meriam. Namun, keenamnya berhasil diselamatkan dan hingga kini tetap menjadi bagian dari menara lonceng tersebut. Karena sejarahnya yang panjang, el Ciampanín bukan hanya landmark, tetapi juga menjadi bagian dari warisan masyarakat Cortina.

5. Menawarkan liburan menarik sepanjang tahun

Suasana Cortina d'Ampezzo saat musim dingin tiba (commons.wikimedia.org/Acquario51)

Cortina d’Ampezzo memang sangat terkenal sebagai destinasi olahraga musim dingin. Beberapa kawasan ski populer di sekitarnya antara lain Faloria, Cristallo, Pocol-Tofana, dan Cinque Torri. Ketika musim dingin tiba, wisatawan dapat mencoba berbagai aktivitas seperti ski, snowboard, ski lintas alam, hingga menjelajahi pegunungan menggunakan sepatu salju.

Namun, daya tarik Cortina tidak berakhir ketika salju mencair. Saat musim panas tiba, lanskap putih berubah menjadi kawasan hijau yang cocok untuk berbagai aktivitas luar ruangan. Wisatawan dapat mencoba trekking, bersepeda gunung, panjat tebing, dan via ferrata, maupun melakukan aktivitas lain seperti golf, berkuda, arung jeram, kayak, dan kano.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati Cortina dengan suasana lebih santai, terdapat Corso Italia, jalan khusus pejalan kaki yang populer di pusat kota. Kawasan ini dipenuhi butik, kafe, restoran, dan toko kerajinan yang dapat menjadi tempat untuk bersantai setelah menjelajahi pegunungan. Pengunjung juga dapat mencicipi kuliner khas Ampezzo seperti canederli dan casunziei.

Itulah lima fakta menarik tentang Cortina d’Ampezzo, kota kecil di Italia yang berada di tengah megahnya Pegunungan Dolomites. Mulai dari budaya Ladin dan sejarah perkembangan pariwisatanya, warisan Olimpiade Musim Dingin, hingga landmark el Ciampanín dan beragam aktivitas sepanjang tahun, Cortina memiliki daya tarik yang jauh lebih beragam daripada sekadar pemandangan pegunungan. Perpaduan alam, sejarah, budaya, dan olahraga inilah yang membuat Cortina begitu layak menyandang julukan Ratu Dolomites.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article