5 Fakta Kinglet Manakin, Burung Pengicau Endemik Brasil

- Kinglet manakin adalah burung pengicau mungil endemik Brasil, menghuni hutan dataran rendah lembap di pesisir tenggara, umumnya hingga ketinggian 200 meter.
- Jantan memiliki mahkota merah mencolok, sementara betina lebih abu-abu; pejantan memikat betina di lek lewat tarian menggantung, berputar cepat, serta mengembangkan sayap dan ekor.
- Setelah dipisahkan dari striped manakin melalui penelitian, spesies ini resmi bernama kinglet manakin pada 2018 dan berstatus Kurang Terancam Punah menurut IUCN.
Kinglet Manakin (Machaeropterus regulus) adalah spesies burung pengicau kecil Amerika Selatan, yang termasuk dalam famili Pipridae. Burung ini juga punya berbagai keunikan yang bakal bikin kamu kagum.
Ingin tahu? Yuk, baca artikelnya sampai selesai!
1. Burung jantan dan betina penampilannya berbeda

Kinglet Manakin (Machaeropterus regulus) betina. (commons.wikimedia.org/Félix Uribe) Kinglet manakin punya ukuran tubuh yang sangat mungil dengan panjang sekitar 9–10,3 cm dan berat 6,4–12,5 gram. Burung jantan dan betina punya tampilan fisik yang berbeda. Burung jantan dewasa tampak menonjol dengan warna merah terang di bagian dahi, mahkota, dan tengkuk, sedangkan sisa bagian atas tubuhnya didominasi warna hijau zaitun.
Sebaliknya, burung betina dewasa tidak memiliki warna merah sama sekali di bagian kepala dan warna wajahnya cenderung lebih abu-abu. Garis-garis di tubuh bagian bawah betina juga lebih sedikit karena cuma ada di area perut serta paha. Sementara itu, burung muda dari kedua jenis kelamin punya penampilan yang sangat mirip dengan burung betina dewasa.
2. Hewan endemik brasil

Kinglet Manakin (Machaeropterus regulus). (commons.wikimedia.org/Félix Uribe) Kinglet manakin merupakan hewan endemik yang hanya bisa kamu temukan di Brasil. Keberadaan burung ini terbentang di sepanjang wilayah pesisir tenggara, mulai dari timur laut Bahia hingga bagian utara Rio de Janeiro. Mereka sangat menyukai tempat tinggal berupa hutan dataran rendah yang lembap, termasuk area hutan sekunder dan kawasan restinga.
Dilansir Birds of the World, tempat hidup burung ini sebagian besar berada di ketinggian dekat permukaan laut sampai 200 meter. Meski begitu, di beberapa lokasi tertentu mereka juga bisa ditemukan hingga ketinggian 600 meter. Habitatnya yang khas ini membuat keberadaan mereka sangat terikat dengan kondisi hutan di wilayah tersebut.
3. Resmi dipanggil kinglet manakin pada tahun 2018

Kinglet Manakin (Machaeropterus regulus). (commons.wikimedia.org/Hector Bottai) Kinglet manakin pertama kali dicatat oleh ahli zoologi asal Jerman bernama Carl Wilhelm Hahn pada tahun 1819 dengan nama ilmiah Pipra regulus. Barulah pada tahun 1854, naturalis asal Prancis bernama Charles Lucien Bonaparte memasukkan burung ini ke dalam genus Machaeropterus. Pemisahan dan penataan ulang nama ilmiah seperti ini memang cukup sering terjadi dalam dunia taksonomi burung.
Dahulu, burung ini sempat digabung dengan spesies M. striolatus dan dikenal dengan nama striped manakin. Namun, setelah lewat berbagai penelitian sejak tahun 1999, para ahli akhirnya memutuskan untuk memisahkan keduanya menjadi spesies yang berbeda. Hingga pada tahun 2018, burung ini resmi menggunakan nama kinglet manakin sebagai nama populernya.
4. Burung jantan punya gerakan tarian unik untuk memikat betina

Kinglet Manakin (Machaeropterus regulus). (commons.wikimedia.org/Renato Machado de Sobral) Seperti burung manakin lainnya, kinglet manakin jantan bakal berkumpul di area khusus yang dinamakan lek untuk memikat betina. Dilansir Birds of the World, burung jantan akan pamer tarian unik dengan cara menggantungkan kepalanya ke bawah pada batang pohon yang tipis. Mereka lalu berputar-putar dengan sangat cepat ke sana kemari demi menarik perhatian sang betina.
Enggak cuma berputar, burung jantan juga bakal membentangkan sayapnya dengan lebar selama pertunjukan. Mereka juga rajin mengipas serta menggoyangkan ekornya sambil melebarkan bulu-bulu cantik di mahkotanya. Semua gerakan heboh ini dilakukan demi membuktikan bahwa merekalah pejantan terbaik untuk dipilih.
5. Termasuk spesies kurang terancam punah

Kinglet Manakin (Machaeropterus regulus). (commons.wikimedia.org/Luiz Lapa) IUCN memasukkan burung kinglet manakin ke dalam kategori spesies Kurang Terancam Punah. Saat ini, kamu bisa menemukan burung ini di berbagai cagar alam atau kawasan yang dilindungi. Area-area perlindungan tersebut dibuat dengan harapan bisa menyelamatkan sisa-sisa habitat asli tempat tinggal mereka.
Langkah konservasi ini menjadi sangat penting agar populasi mereka di alam liar bisa terus terjaga. Keberadaan kawasan lindung dinilai cukup ampuh dalam mengamankan ruang hidup yang tersisa bagi burung ini. Dengan begitu, kinglet manakin diharapkan bisa terus bertahan hidup jauh dari ancaman kepunahan.
Itulah berbagai fakta menarik tentang burung kinglet manakin. Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa di artikel seru berikutnya!



















