5 Fakta Kittlitz's Murrelet, Burung Laut yang Bergantung pada Es

- Kittlitz's Murrelet adalah burung laut kecil di pesisir Alaska dan Rusia timur laut yang bergantung pada perairan dingin, keruh, serta kaya mangsa di sekitar gletser.
- Spesies ini bersarang soliter di lereng berbatu terpencil, biasanya hanya menghasilkan satu telur, dan mencari makan dengan menyelam untuk menangkap ikan serta krustasea kecil.
- Penyusutan gletser berpotensi mengubah habitat dan ketersediaan mangsanya; burung ini juga menghadapi ancaman tangkapan sampingan, gangguan kapal, pencemaran minyak, dan sulit dipantau.
Kittlitz's Murrelet (Brachyramphus brevirostris) merupakan burung laut berukuran kecil yang hidup di kawasan pesisir Alaska dan Rusia bagian timur laut. Burung ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan lingkungan yang dipengaruhi gletser, terutama perairan dingin dan keruh di sekitar gletser yang bermuara ke laut. Ketergantungan tersebut membuat Kittlitz's Murrelet menjadi salah satu burung laut yang menarik untuk dipelajari ketika membahas perubahan ekosistem akibat mencairnya gletser.
Sekilas, burung ini mungkin tidak terlihat jauh berbeda dari burung laut kecil lainnya, tetapi perilakunya ternyata cukup unik. Kittlitz's Murrelet bersarang secara soliter di lereng berbatu yang tandus dan biasanya hanya menghasilkan satu telur dalam satu kali reproduksi. Yuk, kita simak lima fakta menarik Kittlitz's Murrelet, burung laut yang bergantung pada es ini!
1. Sangat erat dengan lingkungan gletser

burung brachyramphus brevirostris (inaturalist.org/Elizabeth D. Hays) Kittlitz's Murrelet sering ditemukan di perairan laut yang dipengaruhi oleh keberadaan gletser, terutama di sekitar gletser yang bermuara langsung ke laut. National Park Service menyebutkan bahwa perairan tersebut biasanya dingin dan keruh karena membawa sedimen dari gletser, sekaligus menyediakan habitat yang kaya akan ikan dan zooplankton yang menjadi makanan burung ini. Karena hubungannya yang kuat dengan kawasan tersebut, Kittlitz's Murrelet juga dikenal dengan julukan "Glacier Murrelet."
Hubungan dengan gletser tidak berarti burung ini hanya dapat hidup di tempat yang masih tertutup es. Beberapa penelitian menemukan bahwa spesies ini juga dapat ditemukan di kawasan yang telah mengalami penyusutan atau kehilangan gletser, termasuk wilayah dengan lanskap yang baru terbebas dari es. Namun, keberadaan gletser dan proses yang dihasilkannya tetap memainkan peran penting dalam menyediakan kondisi perairan yang sesuai untuk mencari makan.
2. Bersarang sendirian di tempat yang sulit ditemukan

burung brachyramphus brevirostris (commons.wikimedia.org/USFWSAlaska) Berbeda dari banyak burung laut yang berkembang biak dalam koloni besar, Kittlitz's Murrelet biasanya membuat sarang secara soliter. Dilansir The Great State of Alaska, burung ini meletakkan satu telur di sebuah cekungan kecil yang berada di tanah, terutama pada lereng berbatu, scree, atau permukaan tebing yang minim vegetasi. Lokasi sarang dapat berada cukup jauh dari pantai dan sering kali ditemukan di daerah pegunungan yang sulit dijangkau manusia.
Kebiasaan tersebut membuat penelitian mengenai proses reproduksinya menjadi cukup sulit dilakukan. Sarang Kittlitz's Murrelet sangat tersembunyi dan burungnya sendiri cenderung menggunakan perilaku yang rahasia untuk menghindari predator. Karena itulah, sebagian besar informasi mengenai populasi dan perilaku berkembang biaknya diperoleh melalui pengamatan burung di laut, bukan dengan menggunakan sarang secara langsung.
3. Mencari makan dengan menyelam ke dalam air

burung brachyramphus brevirostris (inaturalist.org/Fran Kim) Kittlitz's Murrelet merupakan burung penyelam yang menangkap mangsa di bawah permukaan air. Mengutip Marine Ornithology, makanannya terdiri dari ikan berukuran kecil serta berbagai organisme laut seperti euphausiid, amphipod, dan krustasea kecil lainnya. Beberapa jenis ikan yang menjadi bagian dari makanannya antara lain Pacific sandlance, Pacific herring, capelin, dan Pacific sandfish.
Burung ini biasanya mencari makanan di perairan laut yang dingin dan keruh, terutama selama musim berkembang biak. Perairan yang dipengaruhi aliran gletser menjadi salah satu habitat penting karena kondisi tersebut dapat menyediakan sumber makanan yang melimpah di sekitar wilayah tempat burung berkembang biak. Kittlitz's Murrelet cenderung memilih perairan yang lebih dingin, dangkal, tawar, dan keruh serta berada dekat gletser.
4. Ukurannya kecil dengan kemampuan terbang dan menyelam yang gesit

burung brachyramphus brevirostris (inaturalist.org/swiftsoutdoors) Kittlitz's Murrelet memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil dibandingkan banyak burung laut lainnya. National Park Service menyebutkan bahwa panjang tubuhnya sekitar 24 sentimeter dengan bobot kurang lebih 220 gram, sedangkan rentang sayapnya mencapai sekitar 43 sentimeter. Pada musim berkembang biak, bulunya memiliki warna cokelat keemasan atau cokelat kemerahan yang berpadu dengan bagian tubuh berwarna lebih pucat.
Saat berada di udara, burung ini dapat terlihat terbang rendah di atas permukaan air dengan kepakan sayap yang sangat cepat. Di dalam air, Kittlitz's Murrelet menggunakan sayapnya untuk mengejar mangsa sehingga mampu melakukan penyelaman untuk menangkap ikan dan organisme laut lainnya. Ciri tersebut membuatnya memiliki gaya hidup yang sangat cocok dengan lingkungan laut dingin tempatnya mencari makan.
5. Menghadapi ancaman perubahan iklim

burung brachyramphus brevirostris (inaturalist.org/raptorbird) Ketergantungan Kittlitz's Murrelet pada habitat yang dipengaruhi gletser membuat perubahan lingkungan menjadi perhatian penting bagi kelangsungan spesies ini. Penyusutan gletser dapat mengubah karakteristik perairan yang menjadi tempat burung mencari makan, termasuk perubahan aliran air dan ketersediaan mangsa. Selain perubahan iklim, spesies ini juga menghadapi potensi ancaman seperti berkurangnya ketersediaan makanan, tangkapan sampingan dalam perikanan, gangguan kapal, dan pencemaran minyak.
Kittlitz's Murrelet juga dianggap sulit dipelajari karena kebiasaan bersarangnya yang tersembunyi dan penyebarannya yang tidak merata. Di Glacier Bay, misalnya, sebagian besar populasi dunia bergantung pada fjord yang dipengaruhi gletser sebagai habitat musim panas, sehingga perubahan pada ekosistem tersebut menjadi perhatian para peneliti. Pemantauan jangka panjang terus dilakukan untuk memahami jumlah populasi, pola penggunaan habitat, serta hubungan burung ini dengan perubahan gletser dan aktivitas manusia.
Kittlitz's Murrelet menunjukkan betapa eratnya kehidupan seekor burung laut dengan perubahan lingkungan di sekitarnya. Dari kebiasaannya mencari makan di perairan dekat gletser hingga bersarang sendirian di lereng berbatu yang sulit dijangkau, hampir setiap bagian dari siklus hidupnya memiliki hubungan dengan habitat yang ekstrem. Ketika gletser terus berubah, keberadaan Kittlitz's Murrelet juga menjadi pengingat bahwa perubahan pada lingkungan es dapat membawa dampak yang jauh lebih luas bagi kehidupan di laut dan daratan.




















