Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Kota Metz, Pesona Kota Dengan Perpaduan Budaya Prancis dan Jerman
potret landmark ikonik Kota Mets: Gereja Protestan Temple Neuf (kiri), Sungai Moselle dan Katedral Saint Etienne (kanan) (commons.wikimedia.org/Marek Blahus)
  • Metz di timur laut Prancis, dekat Jerman dan Luxembourg, menyimpan sejarah lebih dari 3.000 tahun serta pernah berganti kekuasaan antara Prancis dan Jerman hingga Perang Dunia II.
  • Kota ini menjadi tempat lahir kidung Gregorian pada abad ke-9 melalui perpaduan tradisi liturgi Romawi dan Galikan, serta membuka salah satu konservatori musik pertama Prancis pada 1835.
  • Ikon Metz meliputi Katedral Saint-Étienne dengan 6.500 meter persegi kaca patri, serta 625 hektar ruang hijau yang membuatnya dikenal sebagai Kota Hijau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kota Metz adalah sebuah kota bersejarah yang terletak di wilayah Moselle, Prancis timur laut. Secara geografis Kota tersebut terletak di dekat perbatasan Jerman dan Luxembourg serta diantara pertemuan dua sungai ikonik yakni Sungai Seille dan Sungai Moselle. Kota ini merupakan salah satu hidden gem di Prancis dengan pesona kekayaan sejarahnya yang menampilkan perpaduan unik budaya Prancis dan Jerman dengan kekayaan arsitektur bangunan dari era Romawi, kebudayaan Frank hingga era modern.

Dalam sejarah modern, Kota Metz merupakan bagian dari Jerman hingga akhir Perang Dunia (PD) I ketika kota itu kembali ke Prancis. Ketika PD II meletus di Eropa, kota tersebut kembali dianeksasi oleh Nazi Jerman dan dibebaskan dari Nazi Jerman oleh tentara Angkatan Darat ke-3 Amerika Serikat (AS) pada tahun 1944 hingga kembali ke Prancis lagi setelah PD II usai. Saat ini pusat Kota Metz dihuni oleh sekitar 126.000-an jiwa, dan kota ini telah dimasukkan ke dalam daftar sementara situs warisan dunia UNESCO (UNESCO World Heritage Tentative List) Prancis karena latar belakang kekayaan sejarah, budaya dan arsitekturnya.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai kota yang terkenal dengan katedral ikonik yang memiliki ornamen kaca patri terluas di Eropa ini? Simak lima fakta menariknya berikut ini, yuk!

1. Sejarahnya terdokumentasi dengan baik

potret stasiun kereta api bersejarah Kota Metz yang dikenal dengan nama Gare de Metz (commons.wikimedia.org/Marc Ryckaert)

Kota Metz memiliki sejarah yang membentang lebih dari 3.000 tahun dan merupakan salah satu kota di Eropa yang sejarahnya terdokumentasikan dengan baik. Sebagaimana diinformasikan dalam laman Britannica, nama Metz berasal dari Mediomatrici, sebuah nama Suku Galia yang menjadikan wilayah tersebut tempat tinggal berbenteng mereka. Setelah penaklukkan Kekaisaran Romawi pada abad ke-1 SM, kota ini diubah namanya menjadi Divodurum Mediomatricorum dan mulai berkembang pesat dengan pembangunan berbagai infrastruktur era Kekaisaran Romawi

Pada abad ke-3, Kekristenan masuk ke wilayah ini yang diperkenalkan oleh Uskup pertamanya, St. Clemen. Kisah tragis terjadi di abad ke-4 M ketika kota ini dijarah dan dibakar oleh Attila the Hun. Pada abad ke-12 Kota Metz menjadi kota bebas dalam Kekaisaran Romawi Suci dan menjadi salah satu pusat perbankan paling makmur di Eropa. Pada abad ke-16 monarki Prancis mulai mengambil kendali atas kota tersebut, di bawah pemerintahan Louis XIV dan Louis XV, Kota Metz diubah menjadi kota dengan benteng yang kokoh. Pada abad ke-19 setelah Perang Franco-Prussian, Kota Metz dianeksasi oleh Kekaisaran Jerman hingga kembali lagi ke Prancis setelah era PD I dan PD II.

2. Tempat lahirnya lagu Gregorian

potret gedung teater Metz yang dibangun pada abad ke-18 (commons.wikimedia.org/Andreas Praefcke)

Selain kaya akan sejarah visual rancang bangun fisik dalam bentuk kekayan arsitektur, Kota Metz juga kaya akan sejarah musikalitas. Dilansir laman UNESCO, pada abad ke-9 Kota Metz adalah tempat lahirnya lagu atau kidung Gregorian (Gregorian chant). Lagu Gregorian adalah genre atau gaya musik khas yang memainkan peran penting dalam perayaan liturgi Gereja Katolik Roma. Lirik nyanyian tersebut menampilkan teks-teks dalam bahasa Latin yang diambil dari Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Alkitab.

Pada abad ke-8 M, Uskup Kota Metz mendirikan sekolah musik lokal bergengsi yang dikenal dengan nama Schola Cantorum Metensis. Para penyanyi Kepausan dari Roma memadukan lagu-lagu liturgi Romawi kuno mereka dengan lagu-lagu tradisi Galican yang dinyanyikan oleh penyanyi lokal Kota Metz di sekolah tersebut. Seiring perjalanan waktu sintesis musik tersebut menghasilkan lagu spesifik bergenre Franco-Roman yang kemudian akan dikenal sebagai lagu Gregorian. Selain itu, Kota Metz merupakan kota pelopor dalam pendidikan musik dengan dibukanya salah satu konservatori pendidikan seni musik pertama di Prancis pada tahun 1835.

3. Spot wisata ikonik Kota Metz

potret jembatan abad pertengahan bernama Le Moyen-Pont di Kota Metz, Prancis (commons.wikimedia.org/Sebcaen)

Menurut laman World City Trail, ada sejumlah tempat yang wajib dikunjungi ketika berwisata ke Kota Metz ini. Beberapa tempat tersebut adalah: Gare de Metz atau Stasiun Kota Metz yang merupakan bangunan bergaya Art Nouveau dengan jendela kaca patri yang indah dan ukiran besi yang rumit, Gerbang Serpentine yang merupakan gerbang bersejarah dalam bentuk benteng abad pertengahan. Place de la République de Metz atau Alun-Alun Republik Metz, sebuah alun-alun dengan air mancur, pasar Natal dan arena seluncur es musim dingin. Alun-alun tersebut merupakan tempat yang tepat untuk menikmati suasana kota dan orang-orangnya.

Kemudian ada Katedral Metz, gereja bergaya Gotik dengan kemegahan arsitekturnya. Jangan lupa mengunjungi Alun-Alun Place d’Armes, sebuah alun-alun besar yang dikelilingi bangunan bersejarah yang merupakan tempat berkumpul yang populer bagi penduduk lokal dan wisatawan. Sebagai pengingat sejarah terdapat bangunan yang dikenal dengan nama German Gate yang merupakan pengingat di masa lalu bahwa Kota Metz adalah kota perbatasan antara Prancis dan Jerman. Gerbang ini memiliki menara dan jembatan berbenteng di atas Sungai Seille.

4. Gereja katedralnya memiliki ornamen kaca patri terluas di Eropa

potret Katedral Metz yang memiliki ornamen kaca patri terluas di Eropa (commons.wikimedia.org/Patrick)

Salah satu bangunan paling ikonik di Kota Metz adalah bangunan gereja katedralnya yang berdiri megah di pusat kotanya. Cathédrale Saint Étienne de Metz atau yang lebih dikenal publik dengan nama Katedral Metz, merupakan gereja Katolik Roma tempat kedudukan Uskup Keuskupan Metz. Menurut laman French Moments, katedral megah ini mulai dibangun pada tahun 1220-an di atas sebuah bangunan religius Kristen kuno. Dibutuhkan waktu sekitar 3 abad untuk menyelesaikannya dan katedral baru tersebut diresmikan pada tahun 1552 dan didedikasikan untuk menghormati St. Stefanus sang martir pertama Kekristenan.

Seorang penyair abad ke-19 Prancis bernama Verlaine pernah menuliskan dalam syairnya mengenai keindahan Katedral Metz ini dan menjulukinya sebagai "The Lantern of God" dan julukan tersebut menjadi terkenal hingga hari ini. Julukan tersebut tak berlebihan karena katedral ini memiliki keindahan ornamen kaca patri yang menakjubkan. Cahaya matahari dibiaskan oleh ornamen kaca patri yang berwarna-warni tersebut ketika masuk menerangi interior gereja. Keindahan bias-bias cahaya tersebut menghadirkan vibes seolah cahaya Surgawi datang menerangi gereja. Dilansir CNN, ornamen kaca patri Katedral Metz, memiliki luas sekitar 6.500 m persegi dan merupakan ornamen seni kaca patri terbesar di Eropa dan salah satu yang terbesar di dunia.

5. Salah satu kota paling hijau di Prancis

potret kawasan hijau bernama Parc de la Seille (Taman Seille ) di Kota Metz, Prancis (commons.wikimedia.org/JuJu939)

Kota Metz, Prancis dikenal luas sebagai "Kota Hijau" (La Ville Verte). Menurut laman Tourisme-Metz, Kota Metz menempati posisi penting di antara kota-kota hijau Prancis dengan sekitar 625 hektar ruang hijaunya dalam bentuk taman botani, taman umum, kebun dan hutan kota yang berpadu dengan alun-alun dan jalanan. Di kota ini para wisatawan bisa berjalan-jalan dari satu tempat ke tempat lainnya sambil melewati berbagai ruang hijau yang menyejukkan.

Salah satu taman botani yang terkenal di dekat Kota Metz adalah Jardin Botanique de Metz. Meskipun secara teknis tak berlokasi di pusat kota Metz melainkan di Montigny-lès-Metz, sebuah komune tetangga yang berbatasan langsung dengan Kota Metz di sebelah selatan, namun taman botani seluas 4,4 hektar tersebut merupakan perpanjangan sistem jalan ruang hijau milik Kota Metz di sepanjang Sungai Moselle dengan berbagai macam koleksi tanamannya.

Bagaimana apakah kamu tertarik untuk mengunjungi Kota Metz ini, ketika nanti kamu ada kesempatan untuk berwisata ke Prancis?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article