Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Langur Hose, Primata Endemik Pulau Kalimantan

5 Fakta Langur Hose, Primata Endemik Pulau Kalimantan
Langur hose (commons.wikimedia.org/James Eaton)
  • Langur hose merupakan primata endemik Kalimantan yang tersebar di Kalimantan Timur, Sarawak, Sabah, dan Brunei, menghuni hutan serta kawasan pesisir, sungai, dan pegunungan.
  • Primata ini aktif pada siang hari, lebih banyak hidup di pohon, memakan daun muda, buah, biji, bunga, hingga telur burung, serta hidup dalam kelompok sekitar 11 ekor.
  • Populasi langur hose menurun 50–80 persen pada 2003 akibat hilangnya habitat dan perburuan untuk batu bezoar; IUCN kini mengklasifikasikannya sebagai terancam punah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di dalam pulau seluas dan sebesar Kalimantan terdapat banyak sekali hewan endemik, salah satunya langur hose sejenis primata yang bakal jadi topik pembahasan. Langur hose pertama kali diidentifikasikan di Taman Nasional Kutai dan Semenanjung Sangkulirang, Kalimantan Timur, Indonesia.

Secara spesifik, langur hose ditemukan di utara Sarawak dan Sabah, Malaysia, Brunei Darussalam dan Kalimantan Timur, Indonesia. Langur hose menjadikan hutan sebagai habitat utamanya dan kerap juga ditemukan di daerah pesisir, sungai dan pegunungan, dilansir neprimateconservancy.

Langur hose adalah omnivora, suka hidup berkelompok dan primata endemik yang berstatus terancam punah. Lebih lengkap tentang langur hose bisa kamu baca selengkapnya ya.

  1. 1. Rupa dari langur hose

    Langur hose
    Langur hose (commons.wikimedia.org/J.Smit)

    Langur hose memiliki tanda kehitaman di sekitar mata menyerupai topeng bandit. Di bagian atas kepala berwarna abu-abu kebiruan menyerupai topi dan rambut di sepanjang punggungnya berwarna abu-abu.

    Mereka memiliki bulu hitam pada tangan dan kakinya. Selain itu, jambul bulu runcing di sekitar lehernya memperlihatkan kerah putih. Panjang rata-ratanya mencapai 22 inci dan ada perbedaan pada beratnya: jantan sekitar 15,4 pon dan betina mencapai 13,2 pon.

  2. 2. Daftar makanan langur hose

    Langur hose
    Langur hose (commons.wikimedia.org/Philipp)

    Langur hose adalah omnivora di mana memilih dedaunan sebagai makanan utamanya khususnya daun muda yang rendah tanin karena mudah dicerna.

    Untuk mencerna makanan tinggi selulosa seperti daun, langur hose menggunakan perut panjang dan berlapis-lapis. Ini membuat saluran pencernaannya dapat menyerap nutrisi sebanyak mungkin. Primata juga memakan buah-buahan, biji-bijian, bunga bahkan telur burung.

  3. 3. Perilaku unik ala langur hose

    Langur hose
    Langur hose (commons.wikimedia.org/mark_spence)

    Langur hose adalah primata diurnal artinya mereka aktif di siang hari dan tidur di malam hari. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya berada di atas pohon dan memanjat dari cabang ke cabang.

    Langur hose juga turun ke tanah di mana alasan paling umumnya untuk meminum air asin. Alasan mereka mengincar air asin dipicu setelah beberapa hari berlalu tanpa hujan. Langur hose akan mengeluarkan berbagai macam geraman untuk memperingatkan satu sama lain tentang potensi ancaman eksternal.

  4. 4. Kehidupan sosial sang primata

    Langur hose
    Langur hose (commons.wikimedia.org/dhfischer)

    Dalam satu kelompok langur hose terdiri dari 11 ekor. Dipimpin oleh seekor jantan dewasa, sisanya adalah betina dan anak-anak. Satu kawanan langur hose memiliki wilayah teritorial rata-rata mencapai 0,14 mil persegi.

    Di sini uniknya, meskipun hidup berkelompok, mereka tidak terlalu sosial. Saling merawat satu sama lain jarang terjadi. Jantan pun malah sibuk untuk menjaga kelompok dari gangguan jantan dari kelompok lain.

    Ilmuwan memperkirakan bahwa betina melakukan pendekatan kepada jantan, yang tidak umum terjadi di dunia hewan. Betina berjongkok untuk memperlihatkan bagian belakang tubuhnya kepada jantan untuk mendapatkan cintanya.

    Masa kehamilan betina berlangsung hingga 7 bulan. Bayi biasanya disapih dalam tahun pertama mereka dan sering diasuh oleh betina lain dalam kelompok. Sebenarnya ini juga menjadi sarana bagi betina muda untuk berlatih membawa bayi.

  5. 5. Langur hose adalah spesies yang terancam punah

    Langur hose
    Langur hose (commons.wikimedia.org/dhfischer)

    Pada 1996, langur hose masih cukup umum ditemukan di Kalimantan Timur. Dalam perkembangannya, pada 2003, jumlah mereka menurun drastis antara 50 hingga 80 persen.

    Alasan diketahui adalah lenyapnya habitat langur hose dengan cepat. Orang-orang menebang hutan dengan sangat cepat. Akibatnya membuat hilangnya sumber makanan dari sang primata mempengaruhi populasinya.

    Di dalam perut langur hose terdapat batu bezoar. Orang-orang melakukan perburuan terhadap langur hose untuk mengambil batu bazoar yang konon diklaim memiliki kekuatan khusus. Alasan perburuan lain adalah mereka dianggap pengganggu oleh manusia karena memakan tanaman yang ditanam.

    Tidak jelas berapa jumlah total populasi yang tersisa. Saat ini, langur hose diklasifikasikan sebagai terancam punah oleh IUCN.

    Omong-omong, Keren kan kamu bisa temui langur hose di tiga negara yang berbeda, namun endemik di pulau Kalimantan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More