5 Fakta Mountain Bluet, Bunga Pegunungan dengan Warna Biru yang Menawan

- Mountain bluet atau Centaurea montana merupakan bunga asli pegunungan Eropa yang tumbuh berumpun setinggi 30–90 sentimeter di area terbuka, sejuk, dan berdrainase baik.
- Ciri utamanya ialah bunga biru tua hingga ungu dengan bagian tengah merah keunguan dan sisik gelap; mekar dari akhir musim semi sampai musim panas serta menarik lebah.
- Selain populer sebagai tanaman hias, mountain bluet menyebar lewat biji dan rimpang, sehingga berpotensi invasif di luar habitat asalnya dan perlu dikendalikan sebelum menghasilkan banyak biji.
Mountain bluet (Centaurea montana) adalah tanaman berbunga dari famili Asteraceae yang berasal dari pegunungan Eropa. Tanaman ini dikenal lewat bunganya yang berwarna biru hingga biru keunguan. Bunganya dapat ditemukan di padang rumput, lereng perbukitan, dan area terbuka di sekitar hutan. Tanaman ini tumbuh baik di wilayah dengan kondisi udara sejuk.
Bunga berwarna biru menjadi salah satu alasan mountain bluet banyak ditanam sebagai tanaman hias. Di habitat aslinya, tanaman ini tumbuh di area terbuka dengan kondisi tanah tertentu. Mountain bluet juga dapat menyebar melalui biji dan bagian bawah tanahnya. Penasaran? Berikut lima fakta tentang mountain bluet yang menarik untuk diketahui.
1. Tumbuh secara alami di pegunungan Eropa

Mountain Bluet (commons.wikimedia.org/Roger Culos) Nama ilmiah Centaurea montana berkaitan dengan asal dan habitat tanaman tersebut. Dilansir laman NC State Extension Plant Toolbox, nama Centaurea dikaitkan dengan Chiron, tokoh Centaur dalam mitologi Yunani. Sementara itu, montana berasal dari kata yang berarti pegunungan. Tanaman ini dapat tumbuh pada tanah yang memiliki drainase baik.
Mountain bluet tumbuh membentuk rumpun dengan tinggi sekitar 30 hingga 90 sentimeter. Batangnya berdiri tegak dan memiliki permukaan berbulu dengan warna abu-abu kehijauan. Daunnya juga ditumbuhi rambut halus. Tanaman ini banyak ditemukan di tempat terbuka yang mendapat cukup sinar matahari, termasuk padang rumput dan lereng di kawasan pegunungan Eropa.
2. Memiliki bunga biru dengan bagian dasar berwarna gelap

Mountain Bluet (commons.wikimedia.org/Agnieszka Kwiecień) Bunga menjadi ciri yang paling mudah dikenali dari mountain bluet. Dilansir laman Northwest Invasive Plant Council, bunganya berwarna biru tua hingga ungu dan memiliki bagian tengah berwarna merah keunguan. Di bagian bawah kepala bunga terdapat lapisan sisik berwarna gelap. Bentuk tersebut membuat bunganya sekilas mirip dengan tanaman dari kelompok thistle.
Bunga mountain bluet biasanya muncul mulai akhir musim semi hingga musim panas. Bagian bunganya yang berwarna cerah menarik berbagai serangga penyerbuk, termasuk lebah. Setelah masa berbunga selesai, tanaman dapat dipangkas agar tetap rapi dan berpeluang menghasilkan bunga lagi. Karena itu, spesies ini cukup sering ditanam di kebun rumah.
3. Menyebar melalui biji dan rimpang

Mountain Bluet (commons.wikimedia.org/Hanna Zelenko) Mountain bluet mempunyai lebih dari satu cara untuk berkembang biak. Dilansir laman Thompson-Nicola Regional District, penyebaran tanaman ini dapat berlangsung melalui biji dan rimpang yang berada di dalam tanah. Biji yang terbentuk setelah bunga selesai mekar dapat terbawa angin ke lokasi lain. Cara tersebut membantu tanaman menyebar dari satu tempat ke tempat berikutnya.
Rimpang membuat mountain bluet juga bisa menyebar tanpa harus menunggu terbentuknya biji. Bagian tanaman yang berada di dalam tanah dapat menghasilkan tunas baru di sekitar rumpun utama. Jika dibiarkan, satu rumpun bisa meluas dan memenuhi area cukup besar. Kemampuan tersebut pula yang membuat tanaman ini perlu diawasi di luar habitat aslinya.
4. Dapat menjadi tanaman invasif di luar habitat aslinya

Mountain Bluet (commons.wikimedia.org/Bernt Fransson) Mountain bluet tidak selalu aman ketika ditanam di luar wilayah asalnya. Masih dari laman Thompson-Nicola Regional District, tanaman ini dapat keluar dari kebun dan menyebar ke padang rumput. Pertumbuhannya yang cepat berpotensi membuat tanaman lain kalah bersaing. Kondisi tersebut dapat mengurangi ruang tumbuh tanaman yang biasa dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Pengendalian perlu dilakukan sebelum tanaman menghasilkan banyak biji. Batang dapat dipotong sebelum masa pembentukan biji, sedangkan bagian rimpang harus diangkat sampai tuntas. Sisa rimpang yang tertinggal di dalam tanah masih dapat menghasilkan tunas baru. Pada area dengan penyebaran luas, pengendalian dapat membutuhkan penanganan lebih lanjut.
5. Banyak ditanam sebagai tanaman hias

Mountain Bluet (commons.wikimedia.org/Agnieszka Kwiecień) Bunga berwarna biru membuat mountain bluet cukup populer di kalangan pencinta tanaman. Dilansir laman Fine Gardening, tanaman ini dapat digunakan di taman batu maupun sebagai pembatas jalur. Mountain bluet juga cukup mudah dirawat. Tanaman dapat tumbuh di bawah sinar matahari dan masih mampu bertahan pada tanah yang relatif kering.
Bunga yang sudah layu dapat dipotong setelah masa berbunga pertama selesai. Pemangkasan membantu menjaga bentuk rumpun dan dapat merangsang munculnya bunga berikutnya. Rumpun yang terlalu besar juga dapat dibagi setiap beberapa tahun. Cara tersebut sekaligus memberi ruang agar mountain bluet tidak mengambil terlalu banyak area dari tanaman lain.
Mountain bluet punya sejumlah ciri yang membuatnya menarik untuk ditanam maupun dipelajari. Bunganya berwarna biru keunguan, tumbuh membentuk rumpun, dan dapat menyebar melalui biji serta rimpang. Di satu sisi tanaman ini mudah dirawat, tetapi penyebarannya tetap perlu diperhatikan ketika ditanam di luar habitat asalnya. Spesies ini menjadi salah satu bunga khas kawasan pegunungan Eropa.









![[QUIZ] Pilih Dinosaurus, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250605/upload_99e150093c7e8121498fcaf79084a3a6.jpg)


![[QUIZ] Kamu Anak Gunung atau Anak Pantai? Cari Tahu dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250226/quiz-kamu-anak-gunung-atau-anak-pantai-cek-berdasar-karaktermu-2-f3e3c491e4e213b376987f9e254be8a2.jpg)







