5 Fakta Thorn Tailed Rayadito, Burung Hutan dengan Ekor Berduri

- Thorn-tailed Rayadito adalah burung kecil penghuni hutan sedang Chile dan Argentina, dikenali lewat 12 bulu ekor bertingkat berujung kaku seperti duri.
- Burung insektivor ini aktif memburu serangga dan artropoda dari semak hingga tajuk, bergerak di cabang, bergelantungan terbalik, serta memakai ekor terutama untuk keseimbangan.
- Rayadito bersarang di rongga pohon atau kotak sarang; betinanya menghasilkan 3–6 telur yang ukurannya sekitar 50 persen lebih besar dari perkiraan tubuhnya.
Thorn-tailed Rayadito (Aphrastura spinicauda) merupakan burung kecil dari famili Furnariidae yang hidup di hutan beriklim sedang di bagian selatan Amerika Selatan. Spesies ini memiliki tubuh mungil dengan ekor panjang dan bertingkat yang ujung bulu-bulunya kaku serta menyerupai duri. Ciri tersebut menjadi asal dari nama "thorn-thailed" yang melekat pada burung unik ini.
Burung ini terutama ditemukan di Chile dan Argentina, dengan wilayah persebaran yang membentang dari bagian tengah Chile hingga Tierra del Fuego. Thorn-tailed Rayadito merupakan burung pemakan serangga yang aktif bergerak di berbagai bagian pohon, mulai dari semak bawah hingga tajuk hutan. Berikut lima fakta menarik Thorn-tailed Rayadito, burung hutan dengan ekor berduri.
1. Memiliki ekor yang ujungnya menyerupai duri

burung aphrastura spinicauda (inaturalist.org/Leandro Rezende) Ciri paling khas Thorn-tailed Rayadito tentu saja terdapat pada ekornya. Mengutip The Condor: Ornithological Applications, burung ini memiliki 12 bulu ekor yang tersusun secara bertingkat, dengan ujung setiap bulu memiliki bagian batang yang memanjang dan hampir tidak memiliki jumbai bulu. Struktur tersebut membuat ujung ekornya tampak seperti deretan duri kecil.
Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa ekor berduri tersebut tidak banyak digunakan sebagai penopang ketika burung mencari makan di batang pohon. Thorn-tailed Rayadito lebih sering bergerak secara horizontal di sepanjang cabang atau bergelantungan terbalik sambil mencari artropoda. Ketika ujung ekornya sesekali menyentuh batang, fungsinya lebih terlihat sebagai bantuan keseimbangan daripada penyangga tubuh.
2. Menghuni hutan beriklim sedang di Amerika Selatan

burung aphrastura spinicauda (inaturalist.org/Charles Boufleur) Thorn-tailed Rayadito merupakan penghuni khas hutan beriklim sedang di wilayah selatan Chile dan Argentina. Mengutip Scientific Reports, persebarannya membentang dari sekitar Chile bagian tengah hingga Tierra del Fuego, serta dari kawasan Andes hingga pesisir Pasifik. Spesies ini juga dapat ditemukan di hutan sekunder dan beberapa tipe vegetasi lain yang berdekatan dengan habitat hutan.
Di bagian utara wilayah persebarannya, burung ini juga tercatat menempati hutan konifer dan semak dataran rendah. Namun, hutan beriklim sedang tetap menjadi habitat utamanya, terutama hutan yang didominasi pohon Nothofagus. Ketergantungannya terhadap habitat berhutan membuat perubahan struktur dan fragmentasi hutan dapat memengaruhi kehidupan populasinya.
3. Gemar mencari serangga di berbagai bagian pohon

burung aphrastura spinicauda (inaturalist.org/John Bruin) Thorn-tailed Rayadito merupakan burung insektivor, sehingga serangga dan artropoda kecil menjadi bagian penting dari makanannya. Mengutip Nuestras Aves, saat mencari makanan, burung ini dapat menyusuri dedaunan, lumut, liken, batang, dan cabang pohon untuk menemukan mangsa. Aktivitas tersebut dapat berlangsung dari bagian bawah vegetasi hingga kawasan tajuk.
Cara mencari makan tersebut menunjukkan bahwa Thorn-tailed Rayadito merupakan burung yang sangat aktif. Burung ini dapat bergerak secara horizontal di sepanjang cabang, bergelantungan terbalik, atau sesekali memanjat bagian batang dan cabang yang lebih tegak. Beragam posisi tersebut memungkinkannya mengeksplorasi banyak permukaan tanaman yang berpotensi menyimpan mangsa.
4. Bersarang di dalam rongga pohon

burung aphrastura spinicauda (inaturalist.org/arigrunfeld) Thorn-tailed Rayadito termasuk secondary cavity-nesting bird, yaitu burung yang menggunakan rongga yang sudah tersedia di pohon sebagai tempat berkembang biak. Mengutip Ornithological Applications, spesies ini dapat menggunakan rongga alami pada pohon maupun kotak sarang buatan yang disediakan untuk penelitian. Ketersediaan rongga menjadi salah satu faktor penting bagi keberadaan spesies ini di suatu habitat.
Setelah memilih rongga, pasangan rayadito membangun sarang di dalamnya menggunakan berbagai bahan seperti rizom, batang tumbuhan merambat epifit, rumput, dan rambut. Pembangunan sarang dapat berlangsung setidaknya selama satu minggu. Dalam satu sarang, betina dapat menghasilkan sekitar 3-6 telur, dengan empat telur sebagai jumlah yang paling umum dalam penelitian di Chile.
5. Telurnya berukuran sangat besar dibandingkan tubuhnya

burung aphrastura spinicauda (inaturalist.org/Linda) Salah satu fakta paling menarik mengenai reproduksi Thorn-tailed Rayadito adalah ukuran telurnya. Penelitian di Chile menemukan bahwa telur spesies ini sekitar 50 persen lebih besar daripada ukuran yang diperkirakan berdasarkan hubungan antara ukuran telur dan ukuran tubuh burung. Anak yang baru menetas juga berukuran sekitar 30 persen lebih besar dari perkiraan berdasarkan perbandingan tersebut.
Ukuran telur yang relatif besar tersebut menjadi salah satu karakter menarik dalam strategi reproduksi rayadito. Anak-anaknya membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk tumbuh di dalam sarang sebelum meninggalkannya, sementara induknya memberikan perawatan selama periode tersebut. Peneliti menggambarkan pola kehidupannya sebagai sejarah hidup yang relatif "lambat", dengan telur besar dan masa ketergantungan anak yang cukup panjang.
Thorn-tailed Rayadito merupakan burung kecil penghuni hutan Amerika Selatan yang mudah dikenali dari ekornya yang memiliki ujung seperti duri. Di balik penampilannya yang unik, burung ini aktif mencari serangga di berbagai bagian pohon dan memanfaatkan rongga sebagai tempat berkembang biak. Ukuran telurnya yang relatif besar serta strategi reproduksinya membuat Thorn-tailed Rayadito semakin menarik untuk dipelajari.
















![[QUIZ] Pilih Dinosaurus, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20250605/upload_99e150093c7e8121498fcaf79084a3a6.jpg)


![[QUIZ] Kamu Anak Gunung atau Anak Pantai? Cari Tahu dari Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20250226/quiz-kamu-anak-gunung-atau-anak-pantai-cek-berdasar-karaktermu-2-f3e3c491e4e213b376987f9e254be8a2.jpg)
