Halaman dan Dar'ül Kurra Medrese (sekolah untuk membaca Al-Qur'an ) dari kompleks Masjid Selimiye. Saat ini, Dar'ül Kurra menjadi tempat Museum Yayasan Selimiye, yang memamerkan karya seni, kaligrafi, dan artefak bersejarah dari era Ottoman. (commons.wikimedia.org/R Prazeres)
Masjid Selimiye gak berdiri sendiri, tapi berada di tengah sebuah külliye—yaitu kompleks keagamaan dan sosial yang dikelilingi pagar tembok luar. Kompleks luas berukuran sekitar 130 x 190 meter ini sengaja dibangun di area yang lebih tinggi. Di dalamnya, terdapat dua sekolah tinggi Islam atau madrasah, yaitu sekolah khusus membaca Al-Qur'an (Dar'ül Kurra) di sudut tenggara dan sekolah hadis (Dar-ül Hadis) di sudut timur laut.
Kedua madrasah ini dibangun dengan posisi yang sangat rapi dan seimbang di kanan-kiri kompleks masjid. Desain bangunannya pun mirip, masing-masing memiliki halaman dalam berbentuk persegi, lorong beratap di setiap sisi, deretan kamar kecil berkubah untuk santri, dan satu ruang kelas besar. Menariknya, kedua sekolah ini diselesaikan langsung oleh Mimar Sinan sewaktu ia tinggal di Edirne untuk memimpin pembangunan masjid tersebut.
Masjid Selimiye memang sebuah bangunan yang sangat mengagumkan, baik dari segi keindahan maupun kejeniusan arsitekturnya. Gak heran jika desain masjid ini menjadi inspirasi dan tolok ukur bagi pembangunan banyak masjid setelahnya. Atas nilai sejarah dan pengaruhnya yang luar biasa bagi dunia, kompleks Masjid Selimiye beserta seluruh fasilitas di dalamnya pun resmi diakui dan dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2011.