Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Masjid Selimiye di Turki, Mahakarya Terbaik Mimar Sinan
Masjid Selimiye di Edirne, Turki. (commons.wikimedia.org/Tarikkaanmuslu)
  • Masjid Selimiye di Edirne dirancang Mimar Sinan atas perintah Sultan Selim II antara 1568–1575 dan dianggap sebagai mahakarya terbaik sepanjang kariernya.
  • Keunggulan arsitektur masjid ini terletak pada kubah tunggal raksasa berdiameter 31,2 meter tanpa tiang tengah serta empat menara ramping dengan tangga spiral terpisah.
  • Bagian dalam masjid dihiasi ribuan keramik Iznik dan menjadi pusat kompleks sosial lengkap dengan dua madrasah, yang kemudian diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2011.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama Mimar Sinan tentu sudah gak asing lagi di dunia arsitektur. Ia adalah arsitek dan insinyur sipil paling berpengaruh di zaman Kesultanan Ottoman. Selama mengabdi kepada tiga Sultan, Sinan telah merancang lebih dari 300 bangunan.

Ia bukan sekadar mendesain, tetapi juga memelopori teknik bangunan tahan gempa, menciptakan tren arsitektur klasik Turki, hingga memimpin perbaikan bangunan bersejarah Hagia Sophia. Menariknya, dari ratusan karya yang dibuatnya, Sinan menyebut Masjid Selimiye di Edirne, Turki, sebagai karya terbaiknya sepanjang masa.

Lantas, seperti apa sejarah di balik pembangunan masjid yang menjadi mahakarya terbaiknya ini? Yuk, simak sejarah dan fakta menariknya!

1. Mahakarya terbaik mimar sinan

Patung Mimar Koca Sinan yang terletak di depan mahakarya arsitekturnya, Masjid Selimiye, di Edirne, Turki. (commons.wikimedia.org/BuhaM)

Masjid Selimiye dirancang oleh Mimar Sinan atas perintah Sultan Selim II dan dibangun antara tahun 1568 hingga 1575. Sayangnya, Sultan Selim II wafat pada Desember 1574, sehingga gak sempat melihat masjid ini selesai seutuhnya. Setelah berdiri, masjid ini sempat mengalami beberapa kali perbaikan kecil akibat tersambar petir pada tahun 1584 dan karena gempa bumi pada tahun 1752.

Di antara ratusan bangunan ikonik yang pernah dibuatnya, Masjid Selimiye punya tempat paling spesial di hati sang arsitek. Sinan sendiri secara terang-terangan mengakui bahwa masjid yang terletak di kota Edirne ini adalah mahakarya terbaik dan paling sempurna sepanjang kariernya.

2. Menggunakan struktur kubah tunggal

Bagian dalam kubah Masjid Selimiye. (commons.wikimedia.org/Dosseman)

Sejak lama, Mimar Sinan punya ambisi besar untuk membuat kubah masjid yang bisa menandingi atau bahkan lebih luas dari kubah Hagia Sophia di Istanbul. Ambisi itu akhirnya terwujud di Masjid Selimiye melalui kubah raksasa berdiameter luar 31,2 meter. Hebatnya, seluruh ruangan salat di masjid ini didominasi oleh kubah tersebut tanpa ada tiang-tiang besar di tengah ruangan yang biasanya menghalangi pandangan jemaah atau memecah saf salat.

Kunci dari kelapangan ini ada pada sistem penopang segi delapan yang jenius. Sinan menggunakan delapan pilar raksasa yang dibuat menyatu dan terintegrasi erat dengan dinding luar masjid. Karena tiang penopang tambahan lainnya sengaja disembunyikan di dinding luar, Sinan bisa memasang banyak sekali jendela di antara pilar tersebut, sehingga membuat ruangan masjid menjadi sangat terang oleh cahaya alami.

Selain itu, Sinan juga memasang empat kubah setengah lingkaran berukuran kecil di sudut ruangan serta galeri bertingkat di pinggir bangunan. Desain ini sengaja dibuat untuk mengisi sisa ruang di lantai bawah. Hasilnya, saat pengunjung masuk dan berdiri di sudut mana pun, pandangan mereka akan langsung tertuju pada kemegahan kubah utama yang mendominasi seluruh ruangan.

3. Rekor menara paling ramping

Masjid Selimiye di Edirne, Turki. (commons.wikimedia.org/BuhaM)

Masjid Selimiye punya empat menara kembar setinggi 70,89 meter di setiap sudut ruang salatnya. Sengaja dibuat sama tinggi dan diletakkan di posisi tersebut, menara-menara ini berfungsi seperti bingkai raksasa yang dirancang khusus untuk menonjolkan dan menarik perhatian orang pada kemegahan kubah utamanya.

Selain tinggi menjulang, menara-menara ini menyimpan kejeniusan arsitektur yang luar biasa di dalamnya. Mimar Sinan merancang tiga jalur tangga spiral yang terpisah di dalam satu menara. Berkat desain unik ini, tiga orang muazin bisa naik ke tiga balkon berbeda secara bersamaan tanpa pernah berpapasan atau saling melihat satu sama lain.

4. Interiornya dihiasi ribuan keramik iznik

Keindahan ubin Iznik yang mengisi spandrel (ruang segitiga antara dua lengkungan) di dalam Masjid Selimiye.. (commons.wikimedia.org/Dosseman)

Interior Masjid Selimiye dihiasi oleh perpaduan ukiran marmer, lukisan motif tumbuhan, dan ubin keramik Iznik yang sangat cantik. Sebagian besar lukisan dekoratif dan kaligrafi yang ada saat ini merupakan hasil restorasi dari abad ke-19. Keindahan marmer dan keramik khas ini bisa langsung terlihat pada bagian mihrab yang diukir indah, balkon khusus salat milik sultan di sudut timur, hingga hiasan kaligrafi di sekitar jendela yang menghadap ke ruang salat.

Bukan cuma bagian dalam, area halaman masjid juga punya desain yang unik dan berbeda dari karya-karya Mimar Sinan sebelumnya. Serambi masjid dibuat menyerupai gerbang kemenangan dengan tiga lengkungan lebar dan dihiasi dua lingkaran marmer berisi kutipan ayat Al-Qur'an. Selain itu, jendela-jendela besar di sekeliling halaman juga dipercantik dengan dekorasi lengkungan khusus, sehingga membuat tampilan masjid ini tampak serasi dan menawan dari segala sudut.

5. Bagian dari kompleks sosial yang utuh

Halaman dan Dar'ül Kurra Medrese (sekolah untuk membaca Al-Qur'an ) dari kompleks Masjid Selimiye. Saat ini, Dar'ül Kurra menjadi tempat Museum Yayasan Selimiye, yang memamerkan karya seni, kaligrafi, dan artefak bersejarah dari era Ottoman. (commons.wikimedia.org/R Prazeres)

Masjid Selimiye gak berdiri sendiri, tapi berada di tengah sebuah külliye—yaitu kompleks keagamaan dan sosial yang dikelilingi pagar tembok luar. Kompleks luas berukuran sekitar 130 x 190 meter ini sengaja dibangun di area yang lebih tinggi. Di dalamnya, terdapat dua sekolah tinggi Islam atau madrasah, yaitu sekolah khusus membaca Al-Qur'an (Dar'ül Kurra) di sudut tenggara dan sekolah hadis (Dar-ül Hadis) di sudut timur laut.

Kedua madrasah ini dibangun dengan posisi yang sangat rapi dan seimbang di kanan-kiri kompleks masjid. Desain bangunannya pun mirip, masing-masing memiliki halaman dalam berbentuk persegi, lorong beratap di setiap sisi, deretan kamar kecil berkubah untuk santri, dan satu ruang kelas besar. Menariknya, kedua sekolah ini diselesaikan langsung oleh Mimar Sinan sewaktu ia tinggal di Edirne untuk memimpin pembangunan masjid tersebut.

Masjid Selimiye memang sebuah bangunan yang sangat mengagumkan, baik dari segi keindahan maupun kejeniusan arsitekturnya. Gak heran jika desain masjid ini menjadi inspirasi dan tolok ukur bagi pembangunan banyak masjid setelahnya. Atas nilai sejarah dan pengaruhnya yang luar biasa bagi dunia, kompleks Masjid Selimiye beserta seluruh fasilitas di dalamnya pun resmi diakui dan dimasukkan ke dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2011.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article