Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Menarik Pipit Pohon, Tersebar dari Eropa hingga Asia
pipit pohon (commons.wikimedia.org/Cks3976)
  • Pipit pohon (Anthus trivialis) berukuran sekitar 15 sentimeter, berbulu cokelat, dan mirip pipit padang rumput, tetapi lebih sering bertengger di pohon daripada beraktivitas di tanah.
  • Burung ini tersebar di Eropa, Afrika, dan Asia; populasinya mulai menurun akibat kerusakan habitat, perburuan liar, serta perubahan iklim.
  • Pipit pohon menghuni area terbuka, memakan serangga dan biji-bijian, serta berkembang biak dengan 4–6 telur yang menetas setelah masa inkubasi 12–14 hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di savana yang luas terlihat beberapa burung beterbangan bebas dan bertengger di pepohonan. Burung tersebut punya badan mungil, warna cokelat yang tersamarkan oleh daun kering, dan gerakannya gesit. Nah, ia adalah Anthus trivialis atau pipit pohon. Seperti namanya, burung yang berasal dari benua Asia dan Afrika tersebut sangat suka bertengger di pepohonan.

Kebiasaan tersebut cukup kontras dari spesies pipit lain yang sering beraktivitas di daratan. Perbedaan kebiasaan tersebut bukan tanpa sebab, justru memudahkan pipit pohon untuk mencari makanan. Ia tak perlu bersaing dan tidak akan berkonflik dengan spesies lain. Kehidupannya juga penuh dengan berbagai fakta. Penasaran? Yuk, kupas tuntas faktanya di bawah ini.

1. Perawakannya sangat mirip dengan pipit padang rumput

pipit pohon (commons.wikimedia.org/xulescu_g)

Dilansir RSBP, pipit pohon merupakan burung berukuran sedang dengan panjang 15 centimeter, bentang sayap mencapai 27 centimeter, dan bobot sekitar 20-25 gram. Badannya pendek, paruhnya kecil, dan bulunya berwarna cokelat. Uniknya ciri fisik tersebut sangat mirip dengan spesies lain, yaitu Anthus pratensis atau pipit padang rumput. Namun, terdapat dua perbedaan yang cukup mencolok. Pipit padang rumput punya tubuh yang sedikit lebih kecil. Selain itu pipit pohon sering berada di pohon sementara pipit padang rumput sering terlihat di atas tanah.

2. Pipit pohon menghuni daratan Eropa, Afrika, hingga Asia

pipit pohon (commons.wikimedia.org/Frank Vassen)

Dilansir BirdLife DataZone, penyebaran pipit pohon mencakup tiga benua, yaitu Eropa, Afrika, dan Asia. Penyebarannya di Eropa mencakup wilayah Inggris, Spanyol, hingga Italia. Kemudian penyebarannya di Afrika mencakup Mesir, Maroko, hingga Namibia. Selain itu urung ini bisa ditemukan di wilayah Asia tengah, timur, dan Selatan, seperti India, Pakistan, dan Cina. Ia bukan hewan yang dilindungi, tapi populasinya mulai menurun. Faktor menurunnya populasi hewan ini diprakarsai oleh kerusakan habitat, perburuan liar, dan perubahan iklim.

3. Pipit pohon sering ditemukan di area terbuka

pipit pohon (commons.wikimedia.org/Dr. Raju Kasambe)

Dilansir Animalia, pipit pohon sering dijumpai di area terbuka seperti savana, padang rumput, hingga area pertanian yang kaya akan makanan. Ia kerap terlihat bertengger di pohon yang ketinggiannya sekitar 2 meter. Pemilihan area terbuka juga bukan tanpa alasan. Sebab, area terbuka memberikan jarak pandang yang luas. Hal tersebut membuat pipit pohon bisa mengawasi makanan dan predator dengan lebih mudah. Adapun, area terbuka juga memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi burung ini.

4. Bisa memakan serangga dan material tanaman

pipit pohon (commons.wikimedia.org/Imran Shah)

Pipit pohon dikategorikan sebagai omnivor atau pemakan segala. Dilansir Avibase, burung ini bisa memakan apapun, mulai dari invertebrata seperti serangga hingga material tanaman layaknya biji-bijian. Pipit pohon sering terlihat mencari makanan di atas tanah. Saat menemukan serangga, ia akan langsung menangkap dan mencengkeramnya dengan paruh yang kuat. Di sisi lain, saat menjumpai biji atau bulir, burung ini akan mencongkel dan langsung memakannya. Karena sangat gesit ia juga bisa menangkap serangga yang sedang terbang.

5. Telur pipit pohon menetas dalam waktu 14 hari

pipit pohon (commons.wikimedia.org/Steve Garvie)

Seperti burung lain, pipit pohon merupakan hewan ovipar yang bereproduksi dengan cara bertelur. Dikutip iNaturalist, burung ini akan membuat sarang di pohon dan sarangnya dibuat oleh individu betina. Burung ini bisa menghasilkan sekitar 4-6 butir telur. Lebih lanjut, masa inkubasi telurnya berlangsung selama 12-14 hari. Tak hanya itu, Cuculus canorus atau kangkok eurasia sering menjadi parasit bagi sarang pipit pohon.

Pipit pohon si burung mungil penghuni Eropa hingga Asia ini membuktikan bahwa keberagaman spesies unggas tak kalah dari hewan lain. Setelah mengulik berbagai fakta unik dan menarik pipit pohon, kamu juga lebih paham tentang seluk-peluk burung tersebut. Pipit pohon memang kecil, tapi kehidupannya sangat berarti bagi keseimbangan ekosistem dan keberagaman spesies burung.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article