5 Fakta Menarik Tanager Musim Panas, Burung Kecil Pemakan Serangga

- Tanager musim panas dibagi menjadi dua subspesies, yaitu Piranga rubra cooperi dan Piranga rubra rubra. Keduanya memiliki perawakan serupa dan wilayah penyebaran yang berbeda.
- Tanager musim panas memiliki tubuh berwarna merah atau jingga dengan panjang 18 centimeter. Burung ini menghuni wilayah Amerika utara, tengah, dan selatan.
- Burung ini merupakan predator yang suka memakan serangga seperti capung, kumbang, belalang, semut, ulat, dan tonggeret. Selain itu juga kerap memakan buah-buahan dan bahkan kadal.
Di hutan dan pepohonan Amerika tengah terdapat satu spesies burung berwarna merah yang sangat suka memakan serangga. Ia adalah Piranga rubra atau tanager musim panas. Beterbangan di area rapat, unggas ini juga memiliki kicauan khas yang mirip dengan suara burung robin. Ukurannya memang tidak seberapa besar dengan panjang 18 centimeter, tetapi warnanya sangat mencolok.
Punya dua subspesies, tanager musim panas merupakan hewan yang cukup beragam. Dua subspesies tersebut sangat mirip dan hanya bisa dibedakan dari wilayah penyebarannya. Tanager musim panas sendiri menjadi salah satu burung eksotis yang kehidupannya harus dijaga. Selain itu ia juga menyimpan banyak fakta menarik. Penasaran apa saja fakta menarik tanager musim panas? Yuk, kupas tuntas!
1. Dibagi menjadi dua subspesies

Dilansir World Bird Name, tanager musim panas dibagi menjadi dua subspesies, yaitu Piranga rubra cooperi dan Piranga rubra rubra. Sebenernya kedua subspesies tersebut memiliki perawakan dan ciri fisik yang serupa. Jika ingin membedakan mereka kamu bisa melihat wilayah penyebarannya. Spesifiknya, P. r. cooperi hidup di wilayah Amerika Serikat bagian selatan dan Meksiko. Sementara itu P. r. rubra hidup di Amerika Serikat bagian timur hingga Amerika Selatan.
2. Punya tubuh berwarna merah yang mencolok

Soal warna tanager musim panas sangat mencolok dengan tubuh berwarna merah atau jingga. Nah, warna mencolok tersebut menyelimuti keseluruhan tubuhnya, mulai dari ekor, badan, sayap, hingga kepala. Tak cuma merah, terkadang ada juga individu yang punya warna kuning atau kehijauan. Lebih lanjut, laman Peru Aves menjelaskan kalau panjang tubuh burung ini ada di angka 18 centimeter. Paruhnya sendiri kecil, matanya hitam, dan badannya agak memanjang.
3. Menghuni wilayah Amerika utara hingga selatan

Dikutip Animalia, tanager musim panas bisa dijumpai di tiga daerah, yaitu Amerika utara, tengah, dan selatan. Spesifiknya, wilayah penyebaran burung ini mencakup beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Meksiko, Kuba,, Suriname, Brazil, hingga Peru. Ia kerap menghuni area pertanian, hutan, kebun, area lembap, hingga pemukiman.
Untungnya, tanager musim panas bukan termasuk hewan yang terancam punah. Populasinya juga melimpah dan burung ini masih bisa ditemukan dengan mudah. Terakhir, tanager musim panas termasuk burung migrasi yang terkadang bermigrasi dari wilayah utara ke selatan saat musim dingin. Migrasi tersebut dilakukan dalam upaya mencari tempat berkembang biak.
4. Sangat suka memakan serangga

Laman Animal Diversity Web menjelaskan kalau tanager musim panas merupakan predator yang bisa memakan apapun. Pertama, makanan kesukaan unggas ini adalah serangga. Capung, kumbang, belalang, semut, ulat, dan tonggeret menjadi beberapa serangga yang sering dimakan oleh burung ini. Selain serangga, di beberapa kesempatan tanager musim panas juga kerap memakan buah-buahan, khususnya buah beri dan pisang. Gak cuma itu, bahkan burung ini pernah terlihat memakan kadal yang ukurannya cukup besar.
5. Kiacauannya mirip burung robin

Tanager musim panas merupakan burung kicau yang suaranya cukup keras. Dilansir iNaturalist, suara burung ini mirip dengan suara burung lain, yaitu robin amerika. Jika dideskripsikan, kicauannya terdengar seperti kicauan gelisah dengan ritme yang tajam nan cepat. Lebih lanjut, kicauannya punya suara "pi-tuk" atau "pik-i-tuk-i-tuk." Terkadang, kicauan tersebut akan diulang berkali-kali.
Kehadiran tanager musim panas menunjukan bahwa benua Amerika memiliki kekayaan biodiversitas yang tak ada duanya. Pohon tinggi dan hutan lebat di daerah tersebut menjadi habitat yang ideal bagi berbagai spesies burung seperti tanager musim panas. Tentunya kekayaan tersebut harus dijaga. Penjagaan yang ketat akan meningkatkan kualitas hidup hewan, tanaman, dan manusia itu sendiri.


















