Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Menarik Tikus Pintu Gendut Eropa, Aman untuk Dimakan
tikus pintu gendut eropa (commons.wikimedia.org/Azay)
  • Tikus pintu gendut Eropa (Glis glis) adalah tikus pintu terbesar di dunia, bertubuh 14–19 sentimeter, berekor berbulu lebat, dan menjadi satu-satunya spesies hidup dalam genus Glis.
  • Penyebarannya mencakup sejumlah wilayah Eropa, Kepulauan Mediterania, sebagian Rusia, Sungai Volga, dan Pegunungan Zhinguli; spesies generalis ini dapat hidup dari dataran hingga permukiman.
  • Sejak Romawi Kuno, Glis glis dikonsumsi berbagai masyarakat Eropa dan kadang diternakkan; hewan ini aktif sekitar enam bulan lalu berhibernasi Oktober–Mei, bahkan hingga 11 bulan dalam kondisi ekstrem.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama tikus sudah mendunia sebagai hewan pengerat kecil yang menjadi musuh alami manusia. Tak hanya nampak menggelikan, tikus juga bisa menyebarkan penyakit hingga merusak ladang pertanian. Menariknya, ada satu spesies tikus yang justru menguntungkan, lho. Ia adalah tikus pintu gendut eropa.

Hewan dengan nama ilmiah Glis glis tersebut merupakan spesies berwarna cokelat dan adalah satu-satunya spesies di genusnya. Ia bisa menguntungkan manusia karena menjadi sumber makanan sejak zaman dulu. Selain itu, tikus ini juga menjadi yang terbesar di jenisnya, lho. Mau tahu lebih banyak tentang tikus pintu gendut eropa? Di bawah ini berbagai fakta menariknya.

1. Merupakan spesies tikus pintu terbesar di dunia

tikus pintu gendut eropa (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)

Dilansir Life4Oaks, tikus pintu gendut eropa merupakan spesies tikus pintu terbesar di dunia. Jika diukur, spesies ini punya panjang tubuh 14-19 centimeter dan ekor yang panjangnya mencapai 12 centimeter. Bobotnya juga cukup berat, yaitu ada di angka 150 gram. Tikus jantan dan betina juga tak punya perbedaan ciri fisik yang signifikan sehingga ia dikategorikan sebagai hewan monomorfik secara seksual.

Tubuh bagian atas tikus ini dihiasi warna cokelat. Kemudian, bagian perutnya lebih cerah karena berwarna putih. Telingannya sendiri membulat, moncongnya memanjang, dan kakinya pendek. Menariknya, ia punya ekor yang berbulu lebat, berbeda dengan jenis tikus lain yang umumnya punya ekor tanpa bulu.

2. Distribusinya terbatas di wilayah Eropa

tikus pintu gendut eropa (commons.wikimedia.org/Bouke ten Cate)

Berbagai studi menjelaskan bahwa wilayah penyebaran tikus pintu gendut eropa mencakup wilayah Eropa, khususnya Eropa barat. Studi pada 2003 menemukan fakta bahwa hewan ini dapat ditemukan di Kepulauan Mediterania. Studi lain pada 2010 juga menjelaskan bahwa penyebarannya Eropa tengah dan tenggara tidak merata.

Selain itu, tikus pintu gendut eropa juga menghuni sebagian wilayah Rusia, Sungai Volga, dan Pegunungan Zhinguli. Adapun, tikus pintu gendut eropa memiliki populasi kecil di Jerman di mana terdapat sekirar tiga hingga enam individu per hektar. Tikus pintu gendut eropa sendiri termasuk spesies generalis. Ia bisa menghuni dataran tinggi, rendah, semak-semak, taman, hingga pemukiman.

3. Menjadi makanan bangsa Eropa sejak era Romawi Kuno

tikus pintu gendut eropa (commons.wikimedia.org/Pasztilla aka Attila Terbócs)

Laman iNaturalist menjelaskan bahwa tikus pintu gendut eropa sudah menjadi sumber makanan masyarakat Eropa sejak era Romawi Kuno. Tercatat, ada beberapa bangsa yang memakan tikus ini, mulai dari bangsa Romawi, Etruscant, dan Gaul. Masyarakat Slovenia juga memakan tikus ini, bahkan ia dianggap sebagai hidangan yang cukup mewah dan langka.

Ada banyak cara untuk memakan tikus ini, seperti dipadukan dengan kacang-kacangan, dimakan sebagai camilan, dicampur daging babi, hingga dipanggang. Preferensi tiap wilayah juga bebeda. Contohnya, bangsa Romawi kerap memakan tikus ini di musim dingin karena saat itu ia punya banyak daging dan lemak. Di beberapa kesempatan, hewan pengerat ini juga diternak.

4. Hanya aktif selama enam bulan dalam setahun

tikus pintu gendut eropa (commons.wikimedia.org/Azay)

Laman Animalia menerangkan bahwa tikus pintu gendut eropa hanya aktif selama periode enam bulan dalam waktu setahun. Setelah periode tersebut, mamalia ini akan melakukan hibernasi dari Oktober hingga Mei tergantung iklim di lingkungannya. Saat hendak berhibernasi tikus ini akan mencari tempat yang gelap, tersembunyi, dan punya alas yang halus.

Ketika masa hibernasi ia akan bergantung pada lemak yang menjadi pasokan energinya agar tak mati dan kekurangan nutrisi. Suhu tubuhnya juga akan menurun secara signifikan pada masa hibernasi. Tak hanya itu, bahkan ia bisa berhenti bernafas selama 1 jam untuk menghemat energi. Jika kondisi terlalu ekstrem, tikus ini juga mampu berhibernasi hingga 11 bulan lamanya.

5. Satu-satunya spesies yang masih hidup dari genusnya

tikus pintu gendut eropa (commons.wikimedia.org/Azay)

Tikus pintu gendut eropa merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dari genusnya, yaitu genus Glis. Dalam hal ini, spesies lain sudah punah sejak zaman purba. Artikel di jurnal Mammalian Species menerangkan bahwa genus Glis sudah hidup di bumi sejak periode oligosen. Meski begitu, lonjakan populasinya baru terjadi pada periode Pliosden (5-2 juta tahun yang lalu). Tikus pintu gendut eropa sendiri kemungkinan merupakan keturunan dari Glis sackdillingensis yang hidup pada periode pleistosen.

Posisi tikus pintu gendut eropa ternyata cukup unik. Tak hanya aman untuk dimakan, ia juga merupakan spesies dengan evolusi yang panjang dan mampu hidup berdampingan dengan manusia. Karena itu, tikus pintu gendut eropa bukanlah hewan pengerat yang merugikan. Tikus pintu gendut eropa juga tidak dianggap sebagai hama jadi tak ada alasan kuat untuk memusnahkan populasinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article