Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Red Fronted Coua, Burung Berdahi Merah dari Madagaskar
burung coua reynaudii (inaturalist.org/markus lilje)
  • Red-fronted Coua adalah burung endemik Madagaskar dari keluarga Cuculidae, berciri dahi merah kecokelatan, tubuh hijau zaitun-abu-abu, panjang 38–40 sentimeter, serta jantan dan betina berpenampilan serupa.
  • Spesies penetap ini hidup di hutan lembap, hutan sekunder, dan semak berhutan di utara serta timur Madagaskar, dari dataran rendah hingga sekitar 2.500 meter.
  • Berbeda dari banyak kukuk, Red-fronted Coua aktif mencari invertebrata di lantai hutan; musim berbiaknya Agustus–Januari dengan sarang mangkuk dangkal yang umumnya berisi dua telur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Red-fronted Coua (Coua reynaudii) merupakan burung dari keluarga Cuculidae yang hanya dapat ditemukan secara alami di Madagaskar. Burung ini memiliki ciri khas berupa bagian dahi dan mahkota depan berwarna merah kecokelatan yang kontras dengan tubuhnya yang berwarna hijau zaitun dan abu-abu. Tidak seperti banyak burung kukuk yang lebih sering terlihat di pepohonan, Red-fronted Coua justru lebih banyak beraktivitas di permukaan tanah.

Spesies ini menghuni kawasan hutan lembap di bagian utara dan timur Madagaskar serta sejumlah habitat berhutan lainnya. Red-fronted Coua dapat ditemukan mulai dari dataran rendah hingga ketinggian sekitar 2.500 meter dan biasanya menyukai kawasan dengan vegetasi yang rapat. Yuk, kita simak lima fakta menarik Red-fronted Coua, burung berdahi merah dari Madagaskar ini!

1. Memiliki dahi merah yang khas

burung coua reynaudii (inaturalist.org/Phil Boyle)

Ciri paling mudah dikenali dari Red-fronted Coua adalah bagian depan mahkotanya yang berwarna merah kecokelatan atau rufous. Warna tersebut terlihat mencolok di atas wajah yang berwarna kehitaman, sementara area kulit tanpa bulu di sekitar matanya memiliki warna biru. Bagian atas tubuhnya didominasi warna hijau zaitun mengilap, sedangkan bagian bawah tubuh berwarna abu-abu gelap.

BirdForum menyebutkan bahwa burung ini memiliki tubuh yang cukup besar untuk ukuran kelompok coua, dengan panjang sekitar 38-40 sentimeter. Ekornya relatif panjang dan berwarna hijau dengan kilau kebiruan serta ujung yang lebih gelap. Jantan dan betina memiliki penampilan yang serupa, sedangkan individu muda cenderung memiliki warna kepala yang lebih kusam dan bulu tubuh dengan tepian kemerahan.

2. Merupakan burung endemik Madagaskar

burung coua reynaudii (inaturalist.org/Marc Faucher)

Red-fronted Coua merupakan spesies endemik yang wilayah alaminya terbatas di bagian utara dan timur Madagaskar. Persebarannya mencakup kawasan hutan di wilayah tersebut dan membuatnya menjadi salah satu burung khas fauna pulau Madagaskar. Spesies ini juga tercatat sebagai burung penetap sehingga tidak melakukan migrasi musiman jarak jauh.

Dilansir Oiseaux.net, habitatnya cukup beragam, mulai dari hutan lembap dataran rendah, hutan sekunder, semak berhutan, hingga kawasan hutan di dataran tinggi. Red-fronted Coua umumnya ditemukan di lingkungan dengan vegetasi yang rapat, termasuk area yang dipenuhi pepohonan tumbang dan ranting-ranting yang saling bertumpuk. Persebarannya bahkan dapat mencapai ketinggian sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut.

3. Lebih banyak beraktivitas di permukaan tanah

burung coua reynaudii (inaturalist.org/Wayne)

Meskipun mampu bertengger di pepohonan, Red-fronted Coua merupakan burung yang terutama bersifat terestrial. Mengutip Cuckoos of The World, burung ini berjalan perlahan di lantai hutan sambil mencari makanan di antara dedaunan, ranting, dan vegetasi rendah. Kebiasaannya tersebut membuat Red-fronted Coua lebih sering dijumpai di bagian bawah hutan dibandingkan di tajuk pepohonan.

Saat mencari makan, burung ini juga dapat berjalan menaiki batang pohon yang miring atau bertengger di pepohonan untuk sementara waktu. Lingkungan dengan vegetasi rapat menjadi tempat yang penting karena menyediakan perlindungan sekaligus berbagai sumber makanan. Pengamatan lapangan di Madagaskar juga menunjukkan bahwa spesies ini dapat ditemukan secara berpasangan atau dalam kelompok kecil di area dengan vegetasi yang lebat.

4. Memakan berbagai jenis hewan kecil

burung coua reynaudii (inaturalist.org/Giuseppe Citino)

Makanan utama Red-fronted Coua terdiri dari berbagai jenis invertebrata yang ditemukan ketika burung mencari makan di permukaan tanah. Mengutip African Journal of Ecology, serangga menjadi salah satu bagian penting dari makanannya, termasuk kumbang, belalang, jangkrik, ulat, dan serangga lainnya. Burung ini juga diketahui memakan kelabang serta laba-laba dan sesekali melengkapi makanannya dengan buah maupun biji.

Kebiasaan mencari makanan di lantai hutan membuat Red-fronted Coua dapat memanfaatkan berbagai hewan kecil yang hidup di antara serasah dan vegetasi rendah. Dalam salah satu pengamatan di Madagaskar, seekor individu dewasa tercatat menangkap larva kumbang dan kelabang lalu membawanya kepada anak-anaknya. Pola makan tersebut menunjukkan bahwa serangga dan invertebrata lain memiliki peranan penting dalam kehidupan spesies ini.

5. Membuat sarang di atas vegetasi

burung coua reynaudii (inaturalist.org/Nigel Voaden)

Red-fronted Coua memiliki musim berkembang biak yang berlangsung sekitar Agustus hingga Januari. Sarangnya berbentuk seperti mangkuk dangkal dan dibuat menggunakan batang kering, serat palem, serta daun. Lokasi sarang biasanya berada beberapa meter di atas permukaan tanah, misalnya di antara pangkal daun pandan atau pada tumbuhan yang lebat.

Dalam kondisi tertentu, sarang juga dapat ditempatkan lebih dekat dengan tanah apabila terdapat perlindungan berupa akar pohon tumbang atau rumpun bambu yang rapat. Satu sarang umumnya berisi dua butir telur yang berwarna putih kusam atau seperti kapur. Pemilihan lokasi yang tersembunyi membantu sarang tetap terlindungi di tengah lingkungan hutan yang penuh vegetasi.

Red-fronted Coua merupakan salah satu burung khas Madagaskar yang memiliki penampilan menarik sekaligus perilaku yang cukup berbeda dari banyak burung kukuk lainnya. Dahi merah, tubuh hijau zaitun, dan kebiasaannya mencari makan di lantai hutan membuat spesies ini mudah dibedakan dari coua lainnya. Keberadaannya di hutan Madagaskar juga memperlihatkan betapa uniknya keragaman burung endemik yang berkembang di pulau tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article