Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Stasiun Concordia, Lebih Terpencil dari Stasiun Luar Angkasa

5 Fakta Stasiun Concordia, Lebih Terpencil dari Stasiun Luar Angkasa
hidup di Stasiun Concordia (commons.wikimedia.org/Dargaud)
  • Stasiun Concordia berada di Dome C, pedalaman Antartika, dengan tetangga manusia terdekat berjarak 600 kilometer; kondisi ini disebut lebih terisolasi daripada ISS yang sekitar 400 kilometer dari Bumi.
  • ESA memanfaatkan Concordia sebagai simulasi misi luar angkasa jangka panjang, termasuk ke Mars, untuk meneliti dampak psikologis dan fisiologis isolasi, kurungan, suhu beku, serta minim oksigen.
  • Stasiun di ketinggian 3.200 meter ini mengalami empat bulan kegelapan saat musim dingin, suhu hingga minus 80°C, dan didukung landasan es serta dua menara khusus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau kamu pikir Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) adalah tempat paling terpencil yang bisa dihuni manusia, kamu mungkin harus berpikir ulang, deh. Ternyata, ada sebuah "pos terdepan" di planet kita sendiri yang secara teknis lebih terisolasi. Selamat datang di Stasiun Concordia, sebuah fasilitas penelitian yang terletak di salah satu titik paling brutal di Antartika. Sebuah neraka beku di mana suhu bisa anjlok hingga minus 80°C, matahari tak pernah terbit selama empat bulan, dan udara begitu tipis sampai-sampai kamu akan terus merasa sesak napas.

Lalu, untuk apa manusia membangun stasiun di tempat yang terdengar seperti mimpi buruk ini? Jawabannya sepenuhnya untuk luar angkasa. Karena kondisinya yang ekstrem, Concordia dianggap sebagai "simulator" planet Mars terbaik yang ada di Bumi, digunakan oleh European Space Agency (ESA) untuk mempelajari bagaimana manusia bisa bertahan hidup di planet lain. Penasaran dengan kehidupan di "planet lain" yang ada di Bumi ini? Simak fakta-faktanya berikut ini sampai tuntas, yuk!

  1. 1. Lebih Terpencil daripada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

    Fakta Stasiun Concordia, Lebih Terpencil dari Stasiun Luar Angkasa
    International Space Station (commons.wikimedia.org/NASA)

    Inilah fakta yang paling menakjubkan dari Concordia. Terletak di dataran tinggi es Antartika yang disebut Dome C, stasiun ini adalah salah satu dari hanya tiga stasiun penelitian yang berada di pedalaman benua. Lokasinya begitu terpencil sehingga tetangga manusia terdekatnya berada di stasiun Vostok milik Rusia, yang berjarak 600 kilometer. Ini membuat Concordia secara teknis lebih terisolasi daripada Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), yang "hanya" berjarak sekitar 400 kilometer dari permukaan Bumi.

  2. 2. Menjadi Laboratorium "Luar Angkasa" di Bumi

    Fakta Stasiun Concordia, Lebih Terpencil dari Stasiun Luar Angkasa
    Stasiun Concordia (commons.wikimedia.org/StephenHudson)

    Karena kondisinya yang ekstrem dengan isolasi total, suhu beku, udara tipis minim oksigen, dan lingkungan yang steril, Stasiun Concordia digunakan oleh European Space Agency (ESA) sebagai model simulasi untuk misi luar angkasa jangka panjang, seperti perjalanan ke Mars. Para peneliti (yang berperan sebagai "astronot") mempelajari dampak psikologis dan fisiologis dari isolasi dan kurungan ekstrem terhadap kru, memberikan data berharga tentang bagaimana manusia bisa bertahan hidup di planet lain.

  3. 3. Mengalami Empat Bulan Kegelapan Total Setiap Tahun

    Fakta Stasiun Concordia, Lebih Terpencil dari Stasiun Luar Angkasa
    Stasiun Concordia (commons.wikimedia.org/StephenHudson)

    Terletak di ujung selatan planet, Concordia mengalami fenomena hari kutub yang ekstrem. Selama musim dingin, matahari tidak pernah terbit selama sekitar empat bulan, membuat para kru hidup dalam kegelapan total yang hanya diterangi oleh cahaya bulan dan aurora. Sebaliknya, saat musim panas, matahari tidak pernah terbenam, menciptakan siang hari yang abadi.

  4. 4. Berada di Ketinggian Ekstrem di "Gurun Terbesar di Dunia"

    Fakta Stasiun Concordia, Lebih Terpencil dari Stasiun Luar Angkasa
    Stasiun Concordia (commons.wikimedia.org/StephenHudson)

    Stasiun ini dibangun di atas lapisan es setebal 3.300 meter, pada ketinggian 3.200 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini menyebabkan udara menjadi sangat tipis dan kadar oksigennya rendah, menciptakan kondisi yang disebut hipoksia kronis bagi para kru. Selain itu, Antartika secara teknis adalah gurun terbesar di dunia, dan Concordia adalah salah satu tempat paling kering di dalamnya. Udara yang sangat kering ini menyebabkan masalah konstan seperti bibir pecah-pecah, mata iritasi, dan sakit tenggorokan.

  5. 5. "Bandara" dan Bangunannya Didesain untuk Kondisi Ekstrem

    Fakta Stasiun Concordia, Lebih Terpencil dari Stasiun Luar Angkasa
    hidup di Stasiun Concordia (commons.wikimedia.org/Dargaud)

    Untuk bisa berfungsi, stasiun ini punya infrastruktur yang unik. Transportasi utama dari pesisir adalah pesawat khusus yang mendarat di landasan pacu yang terbuat dari es padat. Bangunan utamanya terdiri dari dua menara yang terhubung, satu untuk aktivitas "berisik" (ruang makan, gym) dan satu lagi untuk aktivitas "tenang" (kamar tidur, laboratorium). Salah satu fakta menarik adalah beberapa struktur pendukungnya dibangun menggunakan kayu, karena suhu yang sangat dingin membuat jamur pembusuk kayu tidak bisa bertahan hidup.

    Ternyata, salah satu tempat paling brutal dan terisolasi di planet kita ini, sekaligus jadi laboratorium yang tak ternilai harganya. Di tengah sepinya Antartika, stasiun ini ternyata berfungsi sebagai mesin waktu yang mengungkap rahasia iklim masa lalu Bumi. Sekaligus juga jadi “planet Mars di Bumi” yang mempersiapkan langkah manusia selanjutnya ke luar angkasa. Keren banget, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More