7 Fakta Kanguru Pohon yang Dikira Punah, Muncul Lagi di Papua hingga Mencuri Perhatian Dunia

- Kanguru pohon Wondiwoi, yang terakhir tercatat pada 1928, kembali terfoto di Pegunungan Wondiwoi, Papua Barat, pada 2018 oleh peneliti Inggris Michael Smith.
- Spesies seberat sekitar 9 kilogram ini hidup di hutan berkabut pada ketinggian 1.500–1.700 meter dan beradaptasi memanjat serta melompat antardahan.
- Berstatus Kritis menurut IUCN, kanguru pohon Wondiwoi terancam pembalakan, konversi lahan, pertambangan, dan perburuan; populasinya disebut menurun hingga 80% dalam tiga dekade.
Setelah hampir seabad dianggap punah, dunia kembali dikejutkan oleh kemunculan kanguru pohon Wondiwoi di Papua Barat, Indonesia. Hewan yang tak pernah terlihat sejak 1928 itu ternyata masih hidup di rimba pegunungan yang sulit dijangkau manusia. Penemuan ini bukan hanya kabar gembira bagi ilmuwan, tapi juga menjadi simbol bahwa alam Indonesia masih menyimpan misteri yang belum habis dieksplorasi.
Kanguru yang biasanya kita kenal sebagai penghuni padang Australia ini ternyata punya ‘sepupu’ yang gemar memanjat pohon di Papua. Mereka kecil, lincah, dan hidup di hutan berkabut yang menolak disentuh peradaban. Nah, berikut tujuh fakta unik tentang kanguru pohon yang bangkit dari status kepunahan ini!
1. Sempat hilang hampir 90 tahun

Ilustrasi kanguru pohon wondiwoi yang sempat hilang nyaris seabad (flickr.com/John Turnbull) Kanguru pohon wondiwoi (Dendrolagus mayri) terakhir kali terlihat oleh ilmuwan pada tahun 1928, sebelum akhirnya menghilang dari catatan zoologi. Spesimen terakhirnya bahkan tersimpan di Museum Sejarah Alam London. Baru pada 2018, seorang peneliti asal Inggris, Michael Smith, berhasil memotret sosoknya di hutan pegunungan Papua Barat, serta menuliskan pengalamannya tersebut di laman The Guardian.
Penemuan itu disambut hangat oleh komunitas ilmiah dunia, sebab sebelumnya spesies ini dianggap punah secara ilmiah. Keberadaannya menandakan masih ada area di Papua yang belum sepenuhnya terjamah manusia—dan masih menyimpan ‘keajaiban biologis’ tersembunyi.
Kabar ini membuat Papua menjadi sorotan dunia, sekaligus menegaskan betapa pentingnya perlindungan kawasan Pegunungan Wondiwoi yang menjadi rumah terakhir mereka.
2. Hidup di puncak hutan yang hampir tak tersentuh

Ilustrasi kanguru pohon wondiwoi yang hidup di puncak hutan dan hampir tak tersentuh (flickr.com/Helene Hoffman) Menurut National Geographic, kanguru pohon ini tinggal di Pegunungan Wondiwoi, Papua Barat, pada ketinggian sekitar 1.500 sampai 1.700 meter di atas permukaan laut. Hutan di kawasan itu begitu lebat, lembap, dan berkabut—tempat yang membuat hewan langka ini sulit ditemukan.
Karena medan ekstrem dan minim akses manusia, kawasan ini nyaris menjadi ‘zona aman’ alami bagi mereka. Tak heran, peneliti harus menempuh perjalanan berhari-hari menembus hutan untuk menemukan jejak keberadaannya.
Keberadaan habitat seperti ini membuktikan bahwa isolasi ekologis bisa menjadi bentuk perlindungan alami terhadap kepunahan spesies langka.
3. Tubuh kecil tapi ahli akrobat pohon

Ilustrasi kanguru pohon wondiwoi yang sangat lihai akrobat di pohon (flickr.com/John Edmond) Berbeda dari kanguru dataran Australia, kanguru pohon wondiwoi punya tubuh lebih kecil dengan berat sekitar 9 kilogram saja.
Bahkan menurut kanal KidsNews, mereka memiliki tangan dan kaki dengan panjang hampir sama, serta ekor panjang yang berfungsi menjaga keseimbangan saat melompat dari satu dahan ke dahan lain. Bayangkan, hewan ini bisa melompat lebih dari 9 meter di antara pohon!
Selain itu, bulunya berwarna hitam hingga cokelat kemerahan dengan ujung ekor keputihan, membuatnya tampak menawan di antara kanopi hutan Papua yang teduh.
4. Termasuk satwa paling langka di dunia

Ilustrasi kanguru pohon wondiwoi yang jadi salah satu hewan paling langka di dunia (flickr.com/Alfred Pernau) Dalam daftar IUCN Red List, kanguru pohon wondiwoi masuk kategori Critically Endangered, artinya berisiko sangat tinggi untuk punah di alam liar.
Para ahli memperkirakan populasinya menurun hingga 80% dalam tiga dekade terakhir akibat pembalakan liar, konversi lahan, dan perburuan. Sayangnya, belum ada estimasi pasti berapa individu yang tersisa.
Namun kabar baiknya, penemuan kembali spesies ini memberi harapan bagi konservasi fauna endemik Papua dan menjadi momentum penting bagi riset biodiversitas Indonesia.
5. Ancaman utamanya yaitu manusia dan predator alam

Ilustrasi kanguru pohon wondiwoi yang kerap diburu manusia dan predatoe hewan lain (flickr.com/Rolf Piepenbring) Meski hidup di daerah terpencil, kanguru pohon tetap menghadapi ancaman besar dari aktivitas manusia seperti pertambangan, penebangan hutan, serta perburuan liar untuk konsumsi daging—dilansir dari portal Smithsonian Magazine.
Selain itu, mereka juga rentan diserang ular, elang, dan burung hantu ketika turun ke tanah mencari air atau makanan.
Ancaman ganda dari manusia dan alam membuat masa depan mereka kian rapuh, sehingga perlindungan habitat menjadi satu-satunya cara untuk memastikan kelangsungan hidupnya.
6. Dianggap ‘maskot kehidupan’ Papua

Ilustrasi kanguru pohon wondiwoi yang dianggap sebagai maskot kehidupan Papua (flickr.com/William Bullimore) Kanguru pohon menjadi ikon penting bagi identitas ekologis Papua. Ia bahkan dijadikan maskot PON XX Papua dengan nama Kangpho, simbol semangat ketahanan dan keindahan alam timur Indonesia.
Kehadirannya di panggung nasional membangkitkan kesadaran bahwa konservasi bukan sekadar isu lingkungan, tapi juga bagian dari identitas budaya dan kebanggaan daerah.
Lewat sosok kecil nan lincah ini, Papua mengajarkan dunia bahwa menjaga alam berarti menjaga masa depan manusia sendiri.
7. Simbol ‘keajaiban kedua’ dari hutan Indonesia

Ilustrasi kanguru pohon wondiwoi yang jadi simbol keajaiban dari Indonesia (flickr.com/Alfred Pernau) Penemuan kembali kanguru pohon Wondiwoi menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam dunia konservasi Indonesia. Hewan ini mengingatkan kita bahwa alam masih punya cara untuk mengejutkan manusia, bahkan ketika kita sudah mengira segalanya hilang.
Fenomena ini juga menjadi panggilan untuk meninjau kembali kawasan hutan yang belum tersentuh—barangkali masih banyak spesies ‘hilang’ lain yang menunggu ditemukan. Sebab di balik sunyi rimba Papua, masih hidup rahasia yang meneguhkan, yakni keajaiban alam yang tak pernah benar-benar punah.
Kisah kanguru pohon Papua adalah pelajaran tentang keteguhan alam dalam menghadapi keserakahan manusia. Dari balik kabut Pegunungan Wondiwoi, ia hadir kembali sebagai simbol harapan dan keseimbangan ekologis.
Indonesia patut bangga, sebab di tanah ini, kehidupan selalu menemukan jalan untuk kembali bersemi—bahkan setelah dianggap punah.



















