ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Dmytro Glazunov)
Taman Nasional Way Kambas baru-baru ini menghadapi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Resor Kuala Penet, Lampung Timur. Kebakaran yang terjadi sejak Jumat, 21 Agustus 2026, diperkirakan berdampak pada sekitar 673 hektare kawasan. Upaya pemadaman melibatkan ratusan personel gabungan dan berhasil dilakukan pada Sabtu, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. Meski api telah padam, pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya titik api kembali.
Pemadaman tidak mudah karena lokasi terdampak memiliki lahan bergambut, akses yang sulit, serta sumber air yang cukup jauh sehingga sebagian titik harus dijangkau dengan berjalan kaki. Di tengah kondisi tersebut, keselamatan satwa tetap menjadi perhatian. Berdasarkan pemantauan petugas, gajah liar maupun gajah di Pusat Konservasi Gajah berada jauh dari lokasi kebakaran dan tidak terdampak langsung. Pemantauan terhadap satwa dan kondisi kawasan pun terus dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman.
Di balik luasnya Way Kambas, ada banyak kehidupan yang bergantung pada hutan, rawa, dan pesisirnya. Kebakaran yang baru terjadi menjadi pengingat bahwa kawasan seperti ini bisa terancam oleh berbagai faktor, baik kondisi alam maupun aktivitas manusia, termasuk kelalaian dan pembakaran yang disengaja. Karena itu, kesadaran manusia untuk lebih bijak memperlakukan alam menjadi penting agar berbagai kehidupan di dalamnya tetap terjaga.