Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Unik Capung Darter Merah, Sangat Aktif di Bulan Mei
capung darter merah (commons.wikimedia.org/Joaquim Alves Gaspar)
  • Capung darter merah hidup di area lembap seperti rawa dan danau, tersebar luas di Asia, Eropa, Afrika, hingga Timur dengan pusat populasi di Afrika Selatan dan Eropa.
  • Spesies ini berukuran sekitar 4 cm dengan jantan berwarna merah cerah dan betina kuning kecokelatan, memiliki mata dua warna serta sayap transparan bernuansa kuning.
  • Populasinya paling aktif antara Mei hingga Oktober, bersifat teritorial, bereproduksi dengan cara menempel satu sama lain sebelum betina mencelupkan abdomennya ke air untuk bertelur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Capung darter merah (Sympetrum fonscolombii) beterbangan dengan bebas di area lembap seperti rawa. Ia akan menempel di batang pohon atau sekadar mengitari perairan yang luas. Spesies ini termasuk serangga berukuran kecil dengan panjang 1 centimeter. Namun, warnanya sangat mencolok.

Sekilas, capung darter merah memang terlihat serupa dengan spesies lain dengan abdomen ramping dan badan agak membulat. Menariknya, ia memiliki segudang perbedaan dan berbagai fakta unik. Apa kamu penasaran dengan berbagai fakta unik capung darter merah? Yuk, kita ulik di bawah ini.

1. Capung darter merah kerap terlihat di area lembap

capung darter merah (commons.wikimedia.org/Joaquim Alves Gaspar)

Laman The BDI menjelaskan kalau capung darter merah bisa hidup dan berkembang biak di berbagai tempat, khususnya area lembap seperti rawa, danau, bendungan, sungai, dan kolam. Namun, terkadang ia juga terlihat di area kering. Ia kerap beterbangan di atas perairan, bertengger di kayu, atau sekedar mencari makanan di semak-semak. Wilayah penyebarannya sendiri mencakup beberapa daerah, yaitu Asia, Eropa, Afrika, dan Timur. Secara khusus, penyebarannya terpusat di Afrika Selatan dan Eropa.

2. Capung berwarna merah sepanjang 4 centimeter

capung darter merah (commons.wikimedia.org/Christian Ferrer)

Dilansir NatureSpot, panjang maksimal capung darter merah sekitar 3,8-4 centimeter. Individu jantan memiliki tubuh berwarna merah sementara capung betina punya badan berwarna kuning kecokelatan. Mata capung ini berwarna cokelat di bagian atas dan biru di bawah. Selain itu, sayapnya transparan dengan perpaduan warna kuning. Secara umum, tubuh hewan ini memang terlihat ramping. Namun, abdomennya tak terlalu panjang dan thoraxnya membulat layaknya spesies capung lain.

3. Mei dan Oktober jadi waktu terbaik bagi capung ini

capung darter merah (commons.wikimedia.org/Anna N Chapmanu)

Di wilayah Mediterrania capung ini bisa ditemukan terbang sepanjang tahun. Namun, laman British Dragonfly Society menerangkan kalau populasi di utara biasanya lebih sering terlihat beterbangan di bulan Mei hingga Oktober. Kemudian, pada musim dingin populasi hewan ini menipis karena suhu ekstrem. Capung darter merah juga merupakan spesies teritorial yang selalu menjaga wilayah kekuasaannya.

Tak hanya beterbangan di habitatnya, capung darter merah juga akan bereproduksi. Ketika bereproduksi, capung betina dan jantan akan menempel satu sama lain. Setelah itu, capung betina akan mencelupkan abdomennya ke air dalam rangka bertelur. Telur dan larvanya akan berkembang selama beberapa bulan. Saat sudah dewasa, larva capung ini akan keluar dari air.

4. Namanya terinsipirasi dari seorang ilmuwan

capung darter merah (commons.wikimedia.org/David V Raju)

Secara etimologi, nama spesies capung darter merah (fonscolombii) diambil dari nama seorang ilmuwan, yaitu Étienne de Fonscolombe. Ia merupakan ilmuwan asal Prancis dan nama tersebut disematkan sebagai penghormatan kepadanya. Dilansir iNaturalist, capung darter merah dideskripsikan pada 1840 oleh Edmond de Sélys Longchamps. Menariknya, terkadang nama spesies hewan ini disebut fonscolombei dan bukan fonscolombii. Namun, pada 2004 perbedaan penyebutan tersebut sudah dikoreksi.

5. Perbedaan capung darter merah dengan spesies lain

capung darter merah (commons.wikimedia.org/Quartl)

Capung darter merah sekilas sangat mirip dengan spesies lain di habitatnya, khususnya jika kamu tak teliti. Namun, ada beberapa perbedaan yang bisa digunakan untuk membedakannya dengan spesies lain. Dilansir Dragonflies & Damselflies semua perbedaan tersebut mencakup warna, ciri fisik, hingga kebiasaan reproduksi.

Pertama, warna merah capung darter merah tidak sepekat capung scarlet. Jika diperhatikan, capung darter merah justru memiliki tubuh yang warnanya mengarah ke jingga. Individu jantan capung ini juga mirip dengan Crocothemis erythraea. Bedanya, C. erythraea tak punya corak hitam di kakinya. Selain itu, C. erythraea tidak bertelur secara berpasangan.

Itulah beberapa fakta unik capung darter merah, yaitu serangga kecil yang ahli terbang dan punya kehidupan kompleks. Kehadiran capung darter merah juga menjadi bukti kalau dunia serangga memiliki keberagamannya tersendiri. Serangga seperti capung juga tak kalah dengan hewan lain yang lebih besar. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga eksistensinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article