Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Prenjak Kepala Hitam, Bisa Dijumpai di Indonesia?
prenjak kepala hitam (commons.wikimedia.org/Tony Smith)
  • Prenjak kepala hitam tidak ditemukan di Indonesia; persebarannya meliputi Eropa, Afrika, dan sebagian Asia Tengah, dengan populasi liar sekitar 100–165 juta individu.
  • Burung sepanjang sekitar 13 sentimeter ini memiliki kicauan merdu, beragam antar-populasi, dan berulang hingga 2,5 menit; makanannya berganti dari serangga saat kawin menjadi buah pada musim panas.
  • Meski populasinya melimpah, prenjak kepala hitam terancam kerusakan habitat, perubahan iklim, perburuan, jebakan, serta kucing domestik; telur dierami 10–16 hari oleh kedua induk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Beterbangan di pohon dan kebun, burung prenjak sangat khas dengan suaranya. Mampu hidup di area pemukiman, burung prenjak juga cukup akrab dengan manusia. Di Indonesia burung prenjak juga cukup populer. Spesies prenjak juga ada banyak dan salah satunya adalah Sylvia atricapilla atau prenjak kepala hitam. Ia memang bukan burung raksasa, tapi hewan tersebut sangat unik, lho.

Bayangkan saja, kicauan merdu prenjak kepala hitam bergema di langit biru dan memberikan suasana yang menenangkan. Unggas tersebut juga menunjukan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Sayangnya, prenjak kepala hitam mulai terancam oleh kehadiran kucing. Yuk, kita ulik berbagai fakta unik prenjak kepala hitam di bawah ini!

1. Prenjak kepala hitam tak bisa ditemukan di Indonesia

prenjak kepala hitam (commons.wikimedia.org/Marie-Lan Taÿ Pamart)

Berbeda dari spesies lain seperti prenjak jawa yang populasinya melimpah di Indonesia, prenjak kepala hitam justru hidup di daerah lain. Dilansir BirdLife DataZone, penyebarannya mencakup tiga daerah, yaitu Eropa, Afrika, dan sebagian Asia Tengah. Uniknya habitatnya tak jauh berbeda dari spesies prenjak lain, yaitu hutan, kebun, area berkayu, pemukiman, dan dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 2,200 meter di atas permukaan laut. Populasinya juga berlimpah dan sekarang masih ada sekitar 100-165 juta individu di alam liar.

2. Kicauannya sangat merdu dan beragam

prenjak kepala hitam (commons.wikimedia.org/Chris Romeiks)

Prenjak kepala hitam merupakan burung kicau yang vokal dan memiliki suara merdu. Dilansir iNaturalist, kicauannya diakhiri dengan suara yang bernada tinggi. Kicauannya akan terus berulang dalam jangka waktu 2,5 menit. Tiap populasi juga memiliki karakteristik suara, lagu, dan kicauan yang berbeda. Tak hanya itu, kicauan dan nanyian prenjak kepala hitam juga sangat mirip dengan kicauan burung lain, tepatanya burung bulbul dan warbler taman. Jika tidak cermat, kamu akan kesulitan membedakannya.

3. Makanannya berubah tergantung musim

prenjak kepala hitam (commons.wikimedia.org/Alexis Lours)

Laman Animalia menjelaskan kalau prenjak kepala hitam bisa memakan serangga dan buah-buahan. Saat musim kawin burung ini akan memakan serangga dan larva hewan. Hal tersebut dilakukan agar tubuhnya dipenuhi protein dan lebih siap untuk melakukan reproduksi. Beralih ke musim panas, makanannya akan berubah menjadi buah-buahan. Selain serangga dan buah, terkadang burung ini juga akan memakan nektar, pollen, dan gastropoda seperti keong.

4. Kucing domestik jadi ancaman utamanya

prenjak kepala hitam (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Walau populasinya masih melimpah, tapi bukan berari burung ini aman dari segala ancaman. Laman songbird factfile menjelasakan kalau burung sepanjang 13 centimeter ini terancam oleh kerusakan habitat dan perubahan iklim. Ia juga diburu oleh manusia dan kerap masuk ke jebakan. Biasanya hal tersebut terjadi saat burung ini memasuki area pemukiman.

Predator alami juga turut berkontribusi akan penurunan populasinya. Kucing domestik jadi predatornya yang paling ganas. Sebab, kucing domestik sangat cepat, gesit, adaptif, dan mampu menangkap prenjak kepala hitam dimanapun ia berada. Burung predator seperti elang dan burung parasit seperti kangkok eurasia juga jadi ancaman yang tak bisa dipandang sebelah mata.

5. Masa inkubasi telurnya terbilang cepat

prenjak kepala hitam (commons.wikimedia.org/Hobbyfotowiki)

Laman Avibase menjelaskan kalau burung berbadan cokelat ini merupakan spesies monogamous yang hanya kawin dengan satu pasangan. Saat musim kawin individu jantan akan mencoba menarik perhatian betina dengan nyanyiannya yang merdu. Setelah berhasil mendapatkan pasangan, mereka akan membuat sarang dan individu betina bisa memproduksi empat hingga enam butir telur.

Masa inkubasi telurnya tergolong singkat, yaitu sekitar 10-16 hari.Individu jantan akan mengerami telurnya di siang hari. Saat malam tiba individu betina akan bergantian mengerami. Setelah menetas, anakan burung ini akan dijaga dengan penuh kasih sayang oleh induknya. Ketika mencapai usia 11-12 hari, anakan prenjak kepala hitam mulai belajar terbang.

Selain kiacauannya yang khas, prenjak kepala hitam juga menunjukan hal unik dari aspek lain. Semua hal tersebut membuktikan bahwa prenjak kepala hitam bukanlah burung kecil yang bisa diremehkan. Justru kehadirannya di alam membawa kesan tersendiri, entah itu bagi hewan lain atau manusia itu sendiri. Setelah tahu tentang fakta unik prenjak kepala hitam tentunya kamu jadi lebih mengenal unggas ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article