Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Unik Tikus Saku Botta, Individu Jantannya Tak Berhenti Tumbuh
tikus saku botta (commons.wikimedia.org/Corey Farwell)
  • Tikus saku botta merupakan pengerat berukuran sedang yang hidup di pesisir barat Amerika Serikat dan Meksiko, dengan sekitar 195 subspesies; jantannya lebih besar dan dipercaya terus tumbuh sepanjang hidup.
  • Sebagai herbivor sejati, spesies ini memakan rumput, umbi, dan akar, memenuhi kebutuhan cairan dari tanaman, serta menghadapi predator seperti ular, elang, dan rubah.
  • Tikus saku botta hidup soliter dan menghabiskan sekitar 90 persen waktunya di terowongan hingga dua meter; reproduksinya dapat berlangsung sepanjang tahun dengan masa hamil 18 hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tikus tak selamanya menjadi hewan yang merugikan atau menggelikan. Justru, ada beberapa spesies tikus yang unik, menarik, dan jarang diulik oleh banyak orang. Nah, salah satunya adalah Thomomys bottae atau tikus saku botta. Tak seperti tikus lain, hewan ini hanya bisa ditemukan di wilayah Amerika. Ia juga cukup besar, pandai menggali, dan hidup di alam liar dan bukan di pemukiman.

Gak cuma itu, tikus saku botta juga merupakan herbivor sejati yang hanya mau memakan material tanaman. Jadi, ia tak akan memakan serangga, daging, atau material hewani lain. Subspesiesnya juga ada banyak, bahkan mencapai ratusan. Nah, apa kamu penasaran dengan tikus saku botta? Jika penasaran, maka simak pembahasan berikut dengan seksama.

1. Individu jantan akan terus tumbuh sepanjang hidupnya

tikus saku botta (commons.wikimedia.org/Chuck Abbe)

Artikel di jurnal Mammalian Species menjelaskan kalau tikus saku botta merupakan spesies tikus saku berukuran sedang. Secara spesifik, panjang maksimal hewan pengerat ini ada di angka 33 centimeter. Uniknya, hewan ini menunjukan dimorfisme seksual di mana individu jantan lebih besar dari individu betina. Gak cuma itu, para ahli juga percaya kalau individu jantan terus tumbuh sepanjang hidupnya.

Namun, ukuran individu jantan sangat bervariasi. Jadi, bisa saja individu jantan terbesar ternyata bukanlah individu jantan tertua. Lebih lanjut, hewan ini memiliki ciri fisik yang mirip dengan hewan pengerat lain. Pertama, ia memiliki bulu lebat berwarna cokelat. Kemudian, ekornya panjang, berwarna gelap, dan tidak berbulu. Terakhir, tikus saku botta mamiliki gigi incisor yang besar, kuat, dan mengotak.

2. Menghuni pesisir barat benua Amerika

tikus saku botta (commons.wikimedia.org/Franco Folini)

Dilansir GBIF, tikus saku botta hanya bisa ditemukan di pesisir barat benua Amerika. Dalam hal ini, penyebarannya mencakup dua negara, yaitu Amerika Serikat dan Meksiko. Uniknya, tiap daerah dihuni oleh 195 subspesies yang berbeda. Contohnya, terdapat 43 subspesies yang menghuni wilayah California. Kemudian, wilayah Nevada dihuni oleh 16 subspesies. Tak cuma itu, di Arizona kamu juga bisa menemukan 43 subspesies. Nah, jika melipir ke Baja California di Meksiko maka kamu bisa menemukan 16 subspesies. Terakhir, di Sinaloa dan Chihuahua kamu hanya bisa menemukan empat subspesies.

3. Merupakan herbivor sejati

tikus saku botta (commons.wikimedia.org/Vickie J Anderson)

Laman Friend of Edgewood menerangkan kalau tikus saku botta merupakan herbivor dan vegetarian. Gak cuma itu, hewan ini juga cukup rakus dan bisa makan dalam jumlah yang banyak dalam satu hari. Saat berburu, tikus ini mengandalkan indra penciumannya yang sangat tajam. Biasanya, ia akan mencari tanaman yang ada di daratan atau tanaman yang ada di dalam tanah.

Mau itu rumput, umbi-umbian, hingga akar tanaman semuanya masuk ke menu makanan hewan ini. Hewan ini juga tak membutuhkan pasokan air yang melimpah. Sebab, kebutuhan cairannya sudah ia dapatkan dari tanaman yang ia makan. Sebagai herbivor berukuran kecil, tikus ini juga terancam oleh berbagai predator. Nah, beberapa diantaranya adalah ular, elang, dan rubah.

4. Punya kemampuan menggali yang luar biasa

tikus saku botta (commons.wikimedia.org/Pi.1415926535)

Dilansir Animal Diversity Web, tikus saku botta merupakan penggali yang sangat andal. Gak cuma itu, bahkan hewan ini bisa menggali tanah hingga kedalaman 2 meter. Nah, lubang galiannya juga bercabang dan membentuk sebuah terowongan yang kompleks. Nantinya, lubang galian tersebut digunakan hewan ini untuk beristirahat, bereproduksi, hingga bersembunyi dari predator.

Sejatinya, tikus saku botta merupakan hewan soliter yang hidup menyendiri. Lebih lanjut, sekitar 90 persen kehidupannya akan dihabiskan di dalam lubang galian. Karena hal tersebut, lubang galian merupakan salah satu hal terpenting bagi kehidupan tikus ini. Misal pun keluar dari lubang galian, biasanya hal tersebut hanya dilakukan pada malam hari saat aktivitas predator mulai berkurang.

5. Mampu bereproduksi sepanjang tahun

tikus saku botta (commons.wikimedia.org/dominic sherony)

Di banyak kesempatan, tikus saku botta bisa bereproduksi sepanjang tahun. Dilansir iNaturalist, reproduksinya bisa berjalan lancar jika hewan ini tinggal di area pertanian atau di tempat yang kaya akan sumber makanan. Setiap tahunnya, tikus ini bisa melahirkan puluhan ekor anak. Masa kehamilannya juga singkat, yaitu hanya 18 hari. Uniknya, bayi hewan ini lahir dalam keadaan buta dan tidak memiliki bulu. Terakhir, hewan ini juga bisa melakukan perkawinan silang dengan spesies lain, yaitu Thomomys townsendii atau tikus saku townsend.

Ternyata, tikus saku botta bukanlah spesies tikus yang merugikan atau mengganggu petani. Justru, ia merupakan tikus endemik benua Amerika yang ukurannya cukup besar yang sangat pandai menggali. Nah, semua hal tersebut membuatnya sangat unik, mencolok, dan berbeda dari tikus lain. Maka dari itu, kita harus menjaga dan melestarikan populasinya agar tikus saku botta tidak musnah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article