Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Valensole, Dataran Penghasil Lavender dan Lavandin di Prancis
Valensole (unsplash.com/Simon Spring)
  • Plateau de Valensole di Provence seluas sekitar 800 kilometer persegi merupakan kawasan pertanian bergelombang yang membudidayakan lavender, lavandin, gandum, dan almond.
  • Lavender serta lavandin umumnya mekar dari pertengahan Juni hingga pertengahan Juli, lalu disuling menjadi minyak esensial; lanskapnya juga mencakup ladang bunga matahari.
  • Lavandin menghasilkan minyak esensial untuk parfum dan kosmetik, sementara madu lavender menjadi produk lokal; desa Valensole, Riez, dan Moustiers-Sainte-Marie menyimpan bangunan bersejarah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Prancis memiliki beragam kawasan dengan karakter alam dan pertanian yang khas, salah satunya Valensole di wilayah Provence. Kawasan ini dikenal dengan Plateau de Valensole, dataran tinggi yang memiliki hamparan lahan pertanian luas. Di antara berbagai tanaman yang dibudidayakan, lavender dan lavandin menjadi salah satu yang paling identik dengan wilayah ini, terutama saat musim berbunga tiba.

Namun, keunikan Valensole tidak hanya terletak pada budidaya lavender dan lavandin. Kawasan ini juga memiliki beragam tanaman lain serta menghasilkan produk lokal, seperti madu dan minyak esensial. Selain itu, desa-desa bersejarah di sekitarnya turut memperkaya karakter wilayah ini. Lantas, apa saja fakta tentang Valensole? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

1. Kawasan pertanian luas di dataran tinggi

Plateau de Valensole (commons.wikimedia.org/O.Taris)

Plateau de Valensole merupakan dataran tinggi di wilayah Provence, Prancis bagian tenggara, dengan luas sekitar 800 kilometer persegi. Kawasan ini berada di antara Sungai Durance, Sungai Asse, dan wilayah Verdon. Bentang alamnya yang bergelombang didominasi hamparan lahan pertanian yang luas.

Plateau de Valensole bukan sekadar kawasan dengan hamparan ladang, tetapi juga menjadi pusat kegiatan pertanian. Selain lavender dan lavandin, wilayah ini dimanfaatkan untuk membudidayakan berbagai komoditas, seperti gandum dan almond. Kegiatan pertanian tersebut menjadi bagian penting dari karakter kawasan Provence.

2. Lavender dan lavandin mekar pada periode tertentu

hamparan lavender di Plateau de Valensole (pexels.com/AXP Photography)

Hamparan bunga ungu di Plateau de Valensole tidak dapat dijumpai sepanjang tahun. Musim berbunga di kawasan ini umumnya berlangsung dari pertengahan Juni hingga pertengahan Juli, dengan waktu yang dapat berubah bergantung pada kondisi cuaca. Pada periode tersebut, tanaman yang dibudidayakan di ladang-ladang ini menampilkan warna ungu yang khas.

Setelah dipanen, bunga lavender dan lavandin dapat diolah melalui proses penyulingan menggunakan uap untuk menghasilkan minyak esensial. Karena waktu berbunga terbatas dan dapat berubah setiap tahun, tampilan ladang di Plateau de Valensole juga mengalami perubahan mengikuti musim.

3. Lavender bukan satu-satunya tanaman yang menghiasi Valensole

ladang bunga matahari dan lavender di Valensole (pixabay.com/Ra La)

Selain ladang lavender dan lavandin, Plateau de Valensole juga memiliki ladang bunga matahari. Tanaman ini menjadi salah satu komoditas yang turut mewarnai lanskap pertanian di kawasan tersebut.

Ladang bunga matahari yang berwarna kuning cerah menciptakan kontras dengan hamparan ungu lavender dan lavandin. Perpaduan warna tersebut menjadi salah satu ciri visual lanskap Provence. Meski begitu, waktu berbunga kedua tanaman tidak selalu bersamaan, sehingga perpaduan warnanya bergantung pada musim dan kondisi masing-masing ladang.

4. Penghasil madu dan minyak esensial khas Provence

tanaman lavender dan lavandin dimanfaatkan untuk membuat produk lokal (unsplash.com/Emma HONG)

Lavandin merupakan tanaman hibrida hasil persilangan antara lavender sejati dan lavender aspik. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Plateau de Valensole karena menghasilkan minyak esensial dalam jumlah lebih tinggi dibandingkan lavender sejati. Minyak tersebut dimanfaatkan dalam industri parfum, kosmetik, dan produk pewangi. Proses penyulingannya juga menjadi bagian dari keterampilan pertanian yang diwariskan dari generasi ke generasi di Provence.

Selain minyak esensial, madu lavender juga dikenal sebagai produk khas Provence. Madu ini dihasilkan oleh lebah yang mengumpulkan nektar dari bunga lavandin dan memiliki rasa manis dengan aroma floral. Produk tersebut menjadi bagian dari kekayaan hasil lokal di kawasan ini.

5. Terdapat desa-desa bersejarah di sekitar Valensole

Desa Valensole (commons.wikimedia.org/Alpes de Haute Provence)

Di sekitar Plateau de Valensole, terdapat desa-desa yang memiliki bangunan dan peninggalan sejarah. Salah satunya adalah Desa Valensole, yang berdiri di kawasan berbukit dengan jalan-jalan berliku menuju Gereja Saint-Blaise. Gereja ini berkaitan dengan bekas priorat Benediktin Saint-Mayeul dan memiliki bagian bangunan dari periode yang berbeda, sehingga mencerminkan perjalanan sejarahnya sejak abad pertengahan.

Di pusat Desa Valensole, terdapat rumah-rumah tua dari abad ke-17, kapel, serta air mancur bersejarah. Selain Desa Valensole, kawasan sekitarnya juga mencakup desa-desa seperti Riez dan Moustiers-Sainte-Marie. Permukiman tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang wilayah Provence.

Itulah lima fakta tentang Valensole yang menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki banyak hal menarik di balik hamparan lavender dan lavandinnya. Aktivitas pertanian, hasil olahan lokal, dan bangunan-bangunan tua di sekitarnya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang telah berkembang di wilayah Provence sejak lama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article