Sulistyoningsih, M., Rakhmawati, R., & Saputri, A. O. (2023, December). PENGARUH WAKTU PENGASAPAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) TERHADAP KADAR LEMAK DAN KADAR PROTEIN. In Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Vol. 4, pp. 222-233).
Touzo, K. I. C., Linga, M. A. P., Patricio, N. E. A., & Ferriols, V. M. E. N. (2025). In situ Visualization and Characterization of Intermuscular Bone Development in Milkfish (Chanos chanos).
Chen, Y., Xiong, Z., Qin, P., Liu, Q., Fan, Y., Xu, Q., ... & Liu, S. (2023). A comparative study of muscle nutrition and intermuscular bone number in improved diploid carp. Reproduction and Breeding, 3(3), 118-124.
Li, B., Zhang, Y. W., Liu, X., Ma, L., & Yang, J. X. (2021). Molecular mechanisms of intermuscular bone development in fish: a review. Zoological Research, 42(3), 362.
Yang, Z., Fu, G., Lee, M., Yeo, S., & Yue, G. H. (2025). Genes for editing to improve economic traits in aquaculture fish species. Aquaculture and Fisheries, 10(1), 1-18.
Kenapa Ikan Bandeng Punya Banyak Duri Halus? Ini Alasannya

- Duri halus bandeng adalah tulang intermuskular yang tumbuh di jaringan ikat antarlapisan otot, dapat berjumlah ratusan, dan tersebar dari kepala hingga ekor.
- Struktur ini berkaitan dengan evolusi ikan bertulang sejati serta membantu menopang otot dan mentransmisikan gaya mekanis ketika bandeng berenang.
- Duri intermuskular muncul saat bandeng tumbuh sekitar 18–20 mm, berkembang dari belakang ke depan, dengan bentuk lebih kompleks pada bagian depan tubuh.
Siapa yang suka makan bandeng, tapi sering kewalahan menghadapi durinya? Baru beberapa suap, eh, sudah ada saja duri halus yang terselip di langit-langit mulut. Walau rasanya gurih dan lezat, banyaknya duri kecil ini memang bikin bandeng perlu disantap dengan lebih hati-hati.
Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa ikan ini punya banyak duri halus? Jawabannya, ternyata berkaitan dengan struktur tubuh dan proses pertumbuhan bandeng. Lantas, bagaimana duri-duri halus itu terbentuk, dan apa yang membuatnya begitu banyak? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
1. Duri halus bandeng berasal dari struktur tulang di antara otot

Potret ikan bandeng di pasar (pexels.com/Andri Wijayanto) Duri halus bandeng memiliki istilah ilmiah intermuscular bones (IBs) atau tulang intermuskular. Letaknya berada di antara lapisan otot, tepatnya di jaringan ikat yang memisahkan miomer. Tulang ini bukan tulang rusuk, bukan pula tulang belakang, melainkan struktur ramping yang tumbuh dari tendon dan mengeras lewat proses khusus tanpa fase tulang rawan.
Penelitian Touzo bersama rekan-rekannya (2025), mengidentifikasi tiga kelompok tulang intermuskular pada bandeng, yakni epineural, epicentral, dan epipleural. Bentuknya pun beragam, dari yang tidak bercabang sampai yang bercabang dua di satu ujung. Yang bikin repot, jumlahnya bisa ratusan dan tersebar dari kepala hingga ekor.
2. Ada kaitannya dengan evolusi dan sistem gerak ikan

Potret ikan bandeng di akuarium (commons.wikimedia.org/Kwb, Public domain) Dalam kajian biologi ikan, duri halus ditemukan pada sejumlah kelompok ikan bertulang sejati dengan sejarah evolusi relatif tua. Struktur ini berkaitan dengan susunan jaringan otot dan tendon yang terlibat dalam pergerakan tubuh ikan. Meski demikian, para ilmuwan masih terus meneliti fungsi setiap jenis tulang intermuskular pada berbagai spesies ikan.
Secara umum, tulang intermuskular berfungsi utama untuk mendukung jaringan otot ikan serta membantu mentransmisikan gaya mekanis saat mereka berenang. Karakteristik duri halus ini unik sebab hanya ditemukan pada kelompok ikan bertulang sejati tingkat rendah (basal teleosts). Hal ini didukung oleh kajian evolusi molekuler dalam Zoological Research yang menunjukkan bila keberadaan elemen skeletal tersebut sangat dipengaruhi aktivitas genetik khusus yang mengatur pembentukan tendon purba.
3. Duri halus bandeng terbentuk sejak masa pertumbuhan

Potret ikan bandeng (commons.wikimedia.org/Judgefloro, CC0) Tulang intermuskular bandeng ternyata tidak muncul sejak larva. Penelitian dari NFRDI Filipina menunjukkan bahwa pada ukuran 9–15 mm, duri halus belum terlihat sama sekali, sedangkan tulang belakang mulai mengeras lebih dulu. Duri baru muncul di bagian belakang tubuh ketika bandeng mencapai sekitar 18–20 mm, lalu menyusul ke arah depan secara bertahap.
Pola pembentukan dari belakang ke depan ini konsisten di semua sampel yang diamati. Artinya, duri halus bukan struktur yang “ditempel” begitu saja, tetapi bagian dari tahapan perkembangan yang teratur. Pada bandeng dewasa, duri di bagian depan tubuh justru punya bentuk paling kompleks, dan yang di belakang lebih sederhana.
Jadi, lain kali kamu menemukan duri halus menyelip di antara gigitan bandeng, ingatlah kalau duri itu adalah manifestasi evolusi biologis yang rumit dari sistem musculoskeletal ikan bertulang sejati. Sains bahkan sedang meneliti kemungkinan mengedit gen runx2b dan bmp6 guna menciptakan bandeng tanpa duri di masa depan.
Referensi :




















