5Fakta Wereng, Menjadi Hama bagi Berbagai Tumbuhan

- Wereng adalah serangga pemakan tumbuhan terbanyak di dunia dengan 20.000 spesies di seluruh dunia.
- Wereng dapat ditemukan di berbagai habitat, memiliki ukuran kecil, dan memakan getah tanaman yang menularkan virus, fitoplasma, dan bakteri.
- Beberapa jenis wereng seperti empoasca maligna, circulifer tenellus, erythroneura, dan empoasca fabae menyebabkan kerusakan pada tanaman tertentu.
Wereng adalah serangga yang biasanya merepotkan banyak tanaman sebagai hama. Hewan ini termasuk dalam famili cicadellidae dan ordo homoptera. Wereng adalah salah satu serangga pemakan tumbuhan terbanyak di dunia. Wereng diketahui memiliki 20.000 spesies di seluruh dunia.
Wereng dapat ditemukan di seluruh dunia di daerah beriklim sedang, tropis dan subtropis. Habitatnya berada di hutan, semak, padang rumput, pohon lahan basah, wilayah pertanian, kebun bahkan gurun.
Wereng ini termasuk hewan purba, lho. Sebab, fosil tertuanya berumur jutaan tahun di zaman dinosaurus eksis. Mari cari tahu lebih jauh mengenai wereng ya.
1.Ciri fisik wereng

Dilansir Kids kiddle, wereng adalah serangga berukuran kecil memiliki antena tebal dan pendek. Dua matanya terdapat di bagian atas atau depan kepala. Dilengkapi 3 cakar dan sayap depannya tidak terlalu tebal. Kaki belakang digunakannya untuk melompat. Wereng cenderung memiliki panjang ¼ inci.
Wereng tersedia dengan banyak warna seperi abu-abu, kuning, cokelat, merah, hitam dan hijau. Beberapa spesies memiliki pola garis-garis berwarna kuning, oranye, biru, hitam dll. Kaki belakangnya pun memiliki empat baris duri kecil di bawahnya, jelas Missouri Department of Conservation.
2.Menyebarkan penyakit pada tanaman atau tumbuhan

Wereng bisa ditemukan di berbagai tanaman atau tumbuhan memiliki mulut penghisap digunakannya untuk memakan getah tanaman yang menularkan virus, fitoplasma dan bakteri. Wereng biasanya memakan permukaan atas dan bawah daun.
Wereng menyebarkan banyak bakteri pada pohon: dogwood, ceri, aple, dedalu, honey locust, burja dan tanaman hawthorn. Beberapa spesies menyebabkan gejala daun hangus pada pohon: ek, elm, tangkira merah dan murbei merah.
Pada makanan, sub spesiesnya bernama wereng kentang menyerang tanaman pangan seperti kentang, kacang-kacangan (terutama buncis), terong, mentimun, labu kuning, rhubarb, labu siam dan ubi jalar. Penggunaan pupuk yang berlebihan juga dapat meningkatkan populasi wereng, dikutip University of Maryland Extension.
3.Tahap kehidupan wereng

Wereng betina induk menggunakan rongga seperti jarum disebut ovipositor untuk membuat lubang pada daun atau batang tanaman dan memindahkan telurnya ke dalam jaringan tanaman hidup.
Telur menetas setidaknya dalam sepuluh hari umumnya di musim semi. Tahap kedua ialah nimfa menampakkan diri. Wereng tidak mengalami tahap kepompong, namun akan berganti kulit sebanyak 5 kali. Setelah itu tahap akhir yakni menjadi dewasa dalam bentuk wereng bersayap.
4.Jenis-jenis wereng

Britannica menyebut, ada beberapa jenis wereng yang umum ditemui. Pertama, empoasca maligna menyebabkan daun apel menjadi pucat dan berbintik-bintik putih. Serangga ini berwarna putih kehijauan dan merupakan inang bagi apel atau mawar.
Kedua, circulifer tenellus pembawa virus bagi daun bit gula dan menghambat pertumbuhan tanaman. Warna serangganya hijau dan kuning memilki panjang sekitar 3 mm. Circulifer juga menginfeksi tomat, melon, mentimun, bayam dll.
Ketiga, erythroneura khusus memakan daun-daun yang sedang berkembang. Serangga rampingnya ini berwarna kuning dengan tanda merah memilki panjang sekitar 3 mm. Mereka juga menyerang tanaman selentingan dan rambat.
Terakhir, empoasca fabae adalah serangga perusak tanaman kentang. Mereka juga membawa virus terhadap kacang-kacangan dan apel. Serangga ini berwarna hijau dengan bintik-bintik putih di kepala dan dadanya memiliki panjang sekitar 3mm.
5.Kelemahan wereng

Untuk mengatasi wereng dengan mencari nimfa muda yang belum bisa terbang dan wereng dewasa di daun yang berbintik dan melengkung. Semprotkan insektisida secara berkala saat serangga sedang lesu di bagian bawah daun basah. Selanjutnya hilangkan gulma, sebab gulma cenderung menjadi sarang telur betina wereng.
Predator dari wereng adalah burung, kadal, laba-laba, tawon parasit dan serangga lainnya. Ketika terdeteksi predator, perut wereng akan mengeluarkan suara bergetar di bawah perutnya. Suara ini dapat mengagetkan predatornya. Suara peringatan tersebut tidak terdengar oleh manusia.
Wereng dapat mengeluarkan madu mengandung kandugan gula yang tinggi. Hal ini dimanfaatkan oleh semut. Ada simbiosis mutalisme di mana semut mendapatkan cairan madu dari wereng. Timbal balilknya, semut akan melindungi wereng dari serangan predatornya.


















![[QUIZ] Dari Jenis Habitat Laut Pilihanmu, Ini Caramu Menghadapi Ketidakpastian](https://image.idntimes.com/post/20250315/pexels-james-lee-932763-2017089-49b55fb7e62e8698485c220fb59163fd-f85c77fa314a0d1d7ef06b3c78cff2d0.jpg)
