Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Keunikan Istana Horyuji Jepang, Bangunan Kayu Tertua di Dunia

Istana Horyuji
Istana Horyuji (pexels.com/kazuyoshi sakamoto)
Intinya sih...
  • Teknik sambungan kayu yang membuat bangunan hidup lebih lama
  • Proporsi unik pada pagoda lima tingkat
  • Reruntuhan bawah tanah yang menyimpan kisah bangunan awal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Horyuji membiarkan kita melihat masa lalu Jepang lewat kayu dan atap yang masih berdiri setelah lebih dari seribu tahun. Kompleks ini terletak di Nara dan memuat beberapa bangunan kayu tertua yang masih ada di dunia, sehingga menjadi saksi bisu awal mula arsitektur Buddha di Jepang. Melansir dari laman UNESCO, sebelas struktur di area Horyuji berasal dari akhir abad ketujuh hingga abad kedelapan dan dinilai sebagai warisan dunia karena nilainya yang luar biasa.

Kesan pertama saat mengunjungi Horyuji sering kali adalah rasa takjub pada proporsi dan detail kayu yang halus. Situs resmi Horyuji juga menegaskan bahwa banyak bagian di kompleks ini dibangun kembali setelah kebakaran awal namun penataan dan tekniknya tetap memotret gaya Asuka. Informasi resmi dari pengelola candi memberi konteks penting bagi siapa saja yang ingin memahami bagaimana bangunan ini bertahan hingga kini.

1. Teknik sambungan kayu yang membuat bangunan hidup lebih lama

Istana Horyuji
Istana Horyuji (commons.wikimedia.org/663highland)

Banyak orang berpikir bangunan tua bertahan karena kayu yang sangat keras. Faktanya yang membuat Horyuji luar biasa adalah teknik sambungan dan desain strukturalnya yang mengurangi tekanan pada satu titik saja. Kajian arsitektur tradisional menunjukkan bagaimana balok, kolom, dan sambungan dipasang sehingga beban tersebar merata dan memperkecil risiko keretakan.

Kaitan langsung antara sambungan kayu ini dan upaya konservasi sangat kuat. Ketika sebuah elemen rusak, perbaikan di Horyuji biasanya mengganti bagian itu dengan teknik tradisional yang sama. Dengan kata lain perawatan berkelanjutan adalah bagian dari desain awalnya.

2. Proporsi unik pada pagoda lima tingkat

Istana Horyuji
Istana Horyuji (commons.wikimedia.org/Nekosuki)

Jika dilihat dari dekat, pagoda Horyuji menyimpan keunikan yang sering luput dari perhatian. Tingkat kelima atau bagian paling atas terlihat jauh lebih kecil dibandingkan tingkat di bawahnya. Bentuk ini tergolong tidak lazim, terutama jika dibandingkan dengan pagoda yang dibangun setelah periode Asuka. Perbedaan proporsi ini memberikan tampilan yang khas sekaligus mencerminkan perkembangan selera estetika dan makna spiritual pada masa itu.

Dari sisi teknis, ukuran tingkat teratas ini juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan bangunan. Proporsi yang mengecil ke atas membantu mengatur pusat massa pagoda sehingga lebih stabil saat menghadapi angin dan gempa. Karena itu, bentuk yang tampak artistik ini sebenarnya juga memiliki fungsi struktural.

3. Reruntuhan bawah tanah yang menyimpan kisah bangunan awal

Istana Horyuji
Istana Horyuji (pixabay.com/nsmaibun)

Tidak semua bagian Horyuji yang ada saat ini merupakan bangunan asli pertamanya. Di bawah permukaan tanah, penggalian di area Wakakusa Garan menemukan sisa struktur lama yang hancur akibat kebakaran pada abad ketujuh. Temuan ini menunjukkan bahwa Horyuji pernah mengalami kehancuran besar sebelum akhirnya dibangun kembali.

Melansir dari laman UNESCO, bangunan yang berdiri sekarang merupakan hasil rekonstruksi yang dimulai tidak lama setelah peristiwa tersebut. Menariknya, temuan bawah tanah ini juga membuka pemahaman baru tentang fungsi awal kawasan Horyuji. Pondasi dan artefak yang ditemukan memperlihatkan tata ruang yang menyerupai kompleks istana, sebelum akhirnya berkembang menjadi pusat keagamaan.

4. Koleksi harta yang membentuk arah seni Jepang

Istana Horyuji
Istana Horyuji (commons.wikimedia.org/Reggaeman)

Di balik bangunan kayunya, Horyuji menyimpan koleksi artefak yang sangat berpengaruh. Patung, lukisan, dan perlengkapan ritual dari kompleks ini menjadi rujukan penting bagi perkembangan seni Buddha di Jepang. Sebagian koleksi bahkan kini disimpan di museum nasional, namun akar gaya dan nilai sejarahnya tetap tidak terlepas dari Horyuji.

Keberadaan koleksi ini juga berkaitan erat dengan upaya pelestarian bangunan. Banyak artefak dipindahkan dan disimpan secara khusus agar terlindungi dari kerusakan lingkungan, sementara bangunan utama tetap difungsikan sebagai ruang ibadah. Dengan cara ini, bangunan dan koleksinya saling mendukung satu sama lain.

5. Tradisi perawatan yang terus berjalan selama lebih dari seribu tahun

Istana Horyuji
Istana Horyuji (pexels.com/kazuyoshi sakamoto)

Salah satu hal yang jarang disadari adalah konsistensi perawatan Horyuji yang berlangsung selama lebih dari seribu tahun. Perbaikan rutin, penggantian bagian kayu, hingga ritual perawatan dilakukan secara berkelanjutan agar bangunan tetap berfungsi. Dokumen konservasi Jepang menunjukkan bahwa proses ini didukung oleh sistem dan tradisi yang kuat, termasuk peran penguasa dan pemerintah pada berbagai masa.

Perawatan jangka panjang ini juga memunculkan diskusi, terutama soal usia kayu dan penafsiran sejarahnya. Metode seperti dendrokronologi kadang menghasilkan perbedaan data waktu pembangunan, yang justru memperkaya kajian tentang Horyuji. Tanpa perawatan berkelanjutan, keunikan sambungan kayu hingga koleksi hartanya tidak mungkin bisa dinikmati hingga hari ini.

Dari teknik sambungan kayu hingga proporsi pagoda dan lapisan sejarah di bawah tanah, semua unsur saling terhubung dan membentuk satu cerita besar tentang pelestarian warisan. Melansir dari berbagai sumber, Horyuji menunjukkan bahwa konservasi adalah perpaduan antara keahlian masa lalu dan pengetahuan saat ini, sehingga bangunan ini tetap relevan hingga sekarang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More

Matahari Buatan China Tembus Batas yang Dianggap Mustahil

07 Jan 2026, 07:25 WIBScience