Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Keunikan Norwegian Lundehund, Memiliki Enam Jari pada Setiap Kaki
Norwegian Lundehund (pixabay.com/AlexKantsur)
  • Norwegian Lundehund berasal dari pulau Værøy, Norwegia, dan dulu dikembangkan untuk menangkap puffin di celah tebing berbatu; kini lebih dikenal sebagai anjing pendamping.
  • Ras ini memiliki sedikitnya enam jari di setiap kaki, lengkap dengan tendon dan otot, yang membantu mencengkeram bebatuan serta menopang pergerakan di ruang sempit.
  • Lundehund juga punya leher dan bahu sangat lentur, serta telinga yang dapat menutup lubangnya, ciri anatomi yang terkait dengan aktivitasnya di medan berbatu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Norwegian Lundehund merupakan ras anjing asal Norwegia yang memiliki sejumlah ciri fisik berbeda dari kebanyakan anjing lainnya. Ras ini berasal dari pulau Værøy dan dahulu dimanfaatkan untuk menangkap burung puffin yang bersarang di celah tebing berbatu. Lingkungan tempatnya bekerja turut berkaitan dengan bentuk tubuh dan karakteristik anatominya.

Keunikan Lundehund tidak hanya terlihat pada jumlah jari kakinya, tetapi juga pada kelenturan beberapa bagian tubuh yang mendukung pergerakannya di ruang sempit. Sejumlah karakteristik tersebut tercatat dalam standar ras yang diterbitkan American Kennel Club dan Norks Kennel Klub. Berikut lima keunikan Lundehund yang menarik ditelusuri dari sisi anatomi dan sejarahnya.

1. Lundehund memiliki enam jari di setiap kaki

Norwegian Lundehund (commons.wikimedia.org/Pets Adviser)

Norwegian Lundehund memiliki sedikitnya enam jari di setiap kaki, berbeda dari kebanyakan anjing yang biasanya memiliki lima jari di kaki depan dan empat di kaki belakang. Ciri ini disebut polidaktili, yaitu kondisi ketika anggota tubuh memiliki jari tambahan. Jari tambahan ini merupakan bagian dari struktur kaki.

Menurut standar American Kennel Club, jari tambahan Lundehund memiliki struktur yang dilengkapi tendon dan otot. Struktur tersebut membantu kaki mencengkeram permukaan berbatu dan memberi tumpuan saat bergerak di celah sempit. Bentuk kaki ini berkaitan dengan pekerjaan tradisional Lundehund di tebing Norwegia, tempat puffin bersarang di antara bebatuan.

2. Dikembangkan untuk mencari burung puffin di tebing

Norwegian Lundehund (commons.wikimedia.org/Andrva)

Lundehund berasal dari pulau Værøy di Norwegia dan dahulu digunakan untuk menangkap burung puffin yang bersarang di celah tebing serta gua sempit. Lingkungan berbatu di pesisir membuat pekerjaan itu berbeda dari perburuan di tanah lapang, karena anjing harus melewati permukaan curam dan ruang terbatas. Sejumlah ciri fisiknya berkaitan dengan tugas tersebut.

American Kennel Club menyebut Lundehund sebagai ras yang dikembangkan khusus untuk menangkap puffin. Anjing ini menyusuri celah batu untuk menjangkau sarang, lalu membawa burung keluar bagi pemburu. Kini puffin dilindungi di sejumlah wilayah dan Lundehund lebih dikenal sebagai anjing pendamping.

3. Lehernya dapat menekuk hingga kepala menyentuh punggung

Norwegian Lundehund (flickr.com/Lundtola)

Norwegian Lundehund memiliki leher sangat lentur sehingga kepalanya dapat ditekuk ke belakang hingga menyentuh punggung. Kelenturan ini tercantum dalam standar ras American Kennel Club sebagai ciri anatomi yang membedakannya dari banyak anjing lain. Kemampuan tersebut merupakan bagian dari bentuk tubuh ras ini, bukan trik hasil latihan.

Kelenturan leher diperkirakan membantu Lundehund mengubah arah kepala saat bergerak di lorong batu yang sempit. Di celah tempat puffin bersarang, kemampuan menoleh tanpa memutar seluruh tubuh dapat berguna. Namun, ciri ini bukan berarti anjing kebal cedera atau boleh dipaksa menekuk lehernya.

4. Kedua kaki depannya dapat dibuka ke samping

Norwegian Lundehund (flickr.com/Lundtola)

Sendi bahu Norwegian Lundehund sangat lentur, sehingga kedua kaki depannya dapat direntangkan ke samping hingga hampir tegak lurus terhadap tubuh. Standar ras American Kennel Club menyebut struktur bahu ini sebagai salah satu ciri penting Lundehund. Posisi kaki tersebut turut membuat pola langkahnya tampak berbeda dari anjing kebanyakan.

Kaki depan yang dapat membuka lebar diperkirakan membantu Lundehund menjaga kontak dengan permukaan saat melintasi tebing dan celah berbatu. Kemampuan menempatkan kaki ke sisi tubuh dapat memberi dukungan tambahan ketika mencari pijakan. Namun, kelenturan ini tidak sebaiknya dipaksakan atau diperagakan berulang kali demi hiburan.

5. Telinganya dapat dilipat untuk menutup lubang telinga

Norwegian Lundehund (pexels.com/Connor Slade)

Telinga Norwegian Lundehund dapat dilipat ke depan atau ke belakang hingga lubang telinganya tertutup. American Kennel Club mencatat kemampuan ini sebagai ciri khas ras, bersama jari tambahan serta kelenturan leher dan bahu. Saat terbuka, telinganya berbentuk segitiga dan berdiri tegak, tetapi tulang rawannya cukup lentur untuk mengubah posisi.

Kemampuan menutup lubang telinga diperkirakan membantu mengurangi masuknya kotoran dan air ketika Lundehund menyusuri celah batu. Lingkungan sarang puffin dapat berupa ruang sempit yang bersentuhan dengan tanah dan bebatuan, sehingga perlindungan ini berguna. Meski begitu, lipatan telinga tidak menggantikan pemeriksaan dan perawatan telinga rutin.

Lima keunikan Norwegian Lundehund memperlihatkan bagaimana karakteristik fisik suatu ras berkaitan dengan lingkungan dan pekerjaan yang membentuk sejarahnya. Jari tambahan hingga telinga yang dapat dilipat merupakan ciri anatomi yang relevan dengan aktivitasnya di medan berbatu. Lundehund menjadi contoh bahwa perbedaan bentuk tubuh pada anjing tidak hanya menarik untuk diamati, tetapi juga dapat dipahami melalui fungsi dan sejarah ras tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article