Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta American Woodcock, Punya Paruh Panjang untuk Cari Makanan!

6 Fakta American Woodcock, Punya Paruh Panjang untuk Cari Makanan!
American woodcock (commons.m.wikimedia.org/Fyn Kynd)
Intinya Sih
  • American woodcock memiliki nama ilmiah Scolopax minor, berukuran 25-30 cm, dan bisa bergerak dengan kecepatan 45 km/jam.
  • Perkembangbiakan mereka terjadi di Atlantik Kanada hingga bagian tenggara Manitoba, serta di Gulf Coast dan Atlantic Coast Amerika Serikat.
  • Spesies ini memakan cacing tanah dan invertebrata lainnya, bermigrasi saat malam hari, serta memiliki poligini sebagai sistem perkawinan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

American woodcock juga dikenal sebagai timberdoodle, bogsucker, hokumpoke, labrador twister dan bogsucker. Mereka berada dalam famili Scolopacidae dan memiliki nama ilmiah Scolopax minor. Panjang tubuhnya kisaran 25--30 sentimeter, lebar kepakan sayapnya 42--48 sentimeter dan beratnya 140--230 gram. Dengan postur tubuh tersebut, mereka bisa bergerak dengan kecepatan 45 km/jam. Tubuhnya gemuk, kakinya pendek dan paruhnya panjang.

Bulunya berwarna cokelat, abu-abu dan hitam sehingga berguna sebagai kamuflase di habitatnya. Matanya besar yang memungkinkannya punya sudut pandang luas dan lebih waspada terhadap keberadaan pemangsa. Setelah tahu ciri-cirinya, mari kenalan lebih baik dengan burung ini melalui fakta berikut.

1. Menghabiskan musim dingin di Gulf Coast

American woodcock (commons.m.wikimedia.org/Fyn Kynd)
American woodcock (commons.m.wikimedia.org/Fyn Kynd)

Tempat perkembang biakan american woodcock berada di Atlantik Kanada termasuk Nova Scotia, Prince Edward Island dan New Brunswick. Menuju barat ke bagian tenggara Manitoba, selatan dan utara Virginia, bagian barat North Carolina, Kentucky, utara Tennessee, bagian utara Illinois, Missouri dan timur Kansas. Terdapat populasi terbatas yang berkembang biak di selatan Florida dan Texas.

Animalia menginformasikan bahwa kebanyakan woodcock menghabiskan musim dingin di Gulf Coast dan bagian tenggara negara-negara di Atlantic Coast. Beberapa tetap berada di bagian selatan Maryland, timur Virginia dan selatan New Jersey. American woodcock menghuni area berhutan dan hutan campuran lahan pertanian serta area perkotaan. Mereka hidup di semak belukar basah, hutan lembap dan rawa bersemak.

2. Memanfaatkan paruh panjangnya untuk mencari makan

Berdasarkan informasi dari All About Birds, american woodcock memakan cacing tahan dan invertebrata lainnya yang ditemuinya di tanah. Termasuk siput, milipede, laba-laba, lalat, kumbang dan semut. Mereka mencari makan dengan mengais tanah dengan paruh panjangnya yang rahang atasnya fleksibel untuk menangkap cacing tanah. Terkadang, burung ini mengayunkan tubuhnya ke depan dan belakang saat mencari makan.

Getaran dari gerakan tersebut bisa mendorong cacing tanah untuk bergerak di bawah tanah. Menyebabkannya menghasilkan suara kecil yang bisa didengar atau dirasakan oleh american woodcock. Untuk melengkapi dietnya, burung ini juga mengonsumsi sedikit tanaman seperti rumput teki, pigweed dan tanaman dalam famili mawar.

3. Pola migrasi american woodcock

American woodcock (commons.m.wikimedia.org/lavandarfields)
American woodcock (commons.m.wikimedia.org/lavandarfields)

Spesies burung ini memilih bermigrasi saat malam hari dan terbang di ketinggian rendah sendirian, dalam kelompok kecil atau kawanan longgar. Kebanyakan burung mulai bermigrasi pada bulan Oktober, puncak migrasi terjadi pada pertengahan Oktober hingga awal November. Sebagian besar burung tiba di area tempatnya menghabiskan musim dingin pada pertengahan Desember. Mereka kembali ke utara pada bulan Februari dan biasanya kembali ke area perkembangbiakannya pada pertengahan Maret hingga pertengahan April.

4. Menipu pemangsa untuk melindungi anaknya

Salah satu fakta unik dari american woodcock adalah kemampuan akting betina yang sangat meyakinkan. Ketika ada pemangsa yang mengancam anak-anaknya, sang induk segera berpura-pura sayapnya patah untuk terlihat menyedihkan serta rentan. Saat itu, mereka menuntun pengganggu untuk menjauh, dilansir National Audubon Society.

5. Jantan punya tarian langit yang luar biasa!

Pada akhir musim dingin dan awal musim semi, jantan akan melakukan pertunjukan tarian langit (sky dance). Saat itu, jantan mengeluarkan suara 'peent' yang mendengung, berputar dalam lingkaran sempit sembari memanggil betina dalam jangkauannya. Setelahnya, jantan tiba-tiba terbang meluncur ke udara, berputar di ketinggian yang hampir tidak terlihat.

Dikutip dari laman American Bird Concervancy, pada pertunjukan itu, sayapnya mengeluarkan suara berdecit yang khas sepanjang waktu. Saat puncak pertunjukan penerbangannya di ketinggian 61--106,68 meter, american woodcock mengeluarkan serangkaian kicauan bernada tinggi. Setelahnya terjun kembali ke permukaan tanah dan memulai pertunjukannya lagi.

6. Jantan kawin dengan lebih dari satu betina

American woodcock (commons.m.wikimedia.org/Fyn Kynd)
American woodcock (commons.m.wikimedia.org/Fyn Kynd)

Sistem perkawinan american woodcock adalah poligini, jantan kawin dengan lebih dari satu betina. Setelah pertunjukan luar biasa dari jantan untuk memikat pasangan, betina akan terbang ke dekat jantan yang bernyanyi. Betina membangun sarang dangkal di serasah dedaunan atau ranting di semak belukar atau tutupun hutan, biasanya berjarak 140 meter dari tempat jantan melakukan ritual pertunjukannya.

Beitna menempatkan 4 telur yang dieraminya sendirian selama 20--22 hari. Beberapa jam setelah menetas, anaknya sudah bisa meninggalkan sarang. Baru mencari cacing tanah sendirian setelah beberapa hari. Perkembangannya sangat cepat, sudah bisa terbang jarak pendek 2 minggu setelah menetas dan terbang dengan baik pada usia 3 minggu. Lalu hidup mandiri pada usia 5 minggu.

American woodcock lebih suka hidup menyendiri di luar musim kawin. Saya ini, mereka diklasifikasikan sebagai Least Concern oleh IUCN degan total populasi 5 juta burung. Tren populasinya mengalami penurunan. Tapi, beberapa populasi terancam oleh kehilangan habitat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nur Aulia Safira
EditorNur Aulia Safira
Follow Us

Latest in Science

See More
Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

Apa Fungsi Tanduk Jerapah?

08 Mei 2026, 18:05 WIBScience