Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Fakta Menarik ‘I’iwi, Burung yang Jadi Simbol Bangsawan Hawaii

6 Fakta Menarik 'I'iwi, Burung yang Jadi Simbol Bangsawan Hawaii
I'iwi (abcbirds.org/Jim Denny)

Setiap burung tentu memiliki ciri khasnya tersendiri. Ada burung yang kelebihannya terletak pada bagian paruhnya yang menarik. Ada pula yang bagian bulunya memiliki warna cantik sehingga menarik perhatian banyak orang. Nah, keunikan ini juga dimiliki oleh burung ‘i’iwi. Seekor burung hutan asli ketiga yang paling sering terlihat di Kepulauan Hawaii.

‘I’iwi juga terkenal menjadi simbol bangsawan Hawaii. Burung ini masuk dalam spesies Hawaiian honeycreeper atau burung madu Hawaii. ‘I’iwi atau Vestiaria coccinea ini suka sekali terbang jauh untuk mencari makan. Nggak hanya itu saja, ‘i’iwi juga punya fakta lain yang menarik untuk diulas lebih dalam.

1.Burung paling cantik

Hawaiian honeycreeper (unsplash.com/Hunter Masters)
Hawaiian honeycreeper (unsplash.com/Hunter Masters)

Meskipun banyak jenis burung yang tersebar di dunia, I’iwi atau dibaca ee-EE-vee merupakan burung paling cantik di Kepulauan Hawaii. Ketika burung ini belum dewasa, paruhnya akan berwarna kuning kusam dengan bintik-bintik hitam. Seiring bertambahnya usia, paruhnya akan berubah menjadi cokelat kusam kemudian berwarna cerah.

Melansir Inaturalist, ketika dewasa bulu i’iwi jantan maupun betina rata-rata sama yaitu merah tua dan hitam untuk ekor dan sayapnya. Tak heran bila burung ini sangat mudah ditemukan dengan warna kontras di antara dedaunan hijau di sekitarnya.

Paruhnya berwarna merah muda yang bentuknya panjang dan melengkung. Umumnya paruh digunakan untuk minum nektar. Panjang tubuhnya sekitar 15 cm atau 6 inci.

2.Tempat tinggal di Pulau Hawaii

ilustrasi peta hawaii (pexels.com/Lara Jameson)
ilustrasi peta hawaii (pexels.com/Lara Jameson)

Hampir sebagian besar populasi i’iwi berada di Pulau Hawai’i, Maui yang terbesar di Maui Timur. Ada juga yang menetap di daerah Kaua’i namun jumlahnya hanya sedikit atau sekitar 1% saja. Sekitar 90% berada di hutan sempit Maui Timur dan lereng yang menghadap angin di Pulau Hawai. Mereka berada di ketinggian 4.265 dan 6.234 kaki atau sekitar 1300 dan 1900 meter, dilansir Animal bio.

 

3.Mengambil nektar dari berbagai bunga

ilustrasi bunga ʻōhiʻa (pexels.com/Jeffry S.S.)
ilustrasi bunga ʻōhiʻa (pexels.com/Jeffry S.S.)

I’iwi dan burung sejenisnya masuk ke dalam golongan burung migran dataran tinggi. Mereka akan mengikuti perkembangan bunga di ketinggian yang semakin tinggi sepanjang tahun. Kemungkinan burung yang tinggal di Pulau Hawai’i juga melakukan perjalanan setiap hari dari dataran rendah untuk mencari nektar.

Melansir Maui Forest Bird, i’iwi termasuk burung yang berisik dan parau. Mereka sering agresif pada spesies lain saat berada di dekat nektar. Paruhnya yang panjang dan melengkung juga bisa memakan bunga berbentuk tabung panjang seperti Labelioid Hawaii, tanaman endemik di Hawaii. Ketika populasi tanaman tersebut menurun, mereka akan beralih ke nektar dari bunga ʻōhiʻa atau Metrosideros polymorpha. Tak hanya itu saja, mereka juga makan antropoda kecil. 

4.Proses Perkawinan

ilustrasi ,i,iwi bertelur (unsplash.com/Hunter masters)
ilustrasi ,i,iwi bertelur (unsplash.com/Hunter masters)

Perkawinan ‘i’iwi akan berlangsung di awal musim dingin bulan Januari hingga Juni. Mereka akan berpasangan dan melakukan pembuahan saat tanaman ʻōhiʻa berbunga mencapai puncaknya. Betina akan bertelur sebanyak dua atau tiga telur di sarangnya yang bentuknya seperti cangkir kecil. Sarangnya terbuat dari serat pohon, kelopak, serta bulu halus.

Telur-telurnya berwarna kebiruan, kemudian menetas dalam waktu empat belas hari. Anak-anak burung yang keluar bulunya berwarna hijau kekuningan dengan tanda oranye kecokelatan. Setelah 24 hari anak-anak burung akan menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan pada bulunya.

5.Simbol Bangsawan Hawaii

ilustrasi pakaian jubah dan helm (wikipedia.org/Sodacan)
ilustrasi pakaian jubah dan helm (wikipedia.org/Sodacan)

Melansir American Bird Conservancy, ‘i’iwi menjadi salah satu budaya penting bagi orang Hawaii. Mereka menganggap warna merah asli burung ini sebagai sesuatu yang saklar. Orang Hawaii menggunakan bulu ‘i’iwi dan Hawaiian honeycreeper lainnya untuk membuat jubah bulu ('ahu 'ula), helm (mahiole) dan juga kalung. Sebagai tanda status sosial yang hanya dikenakan saat upacara khusus atau dalam pertempuran.

Saat itu, jumlah ‘i’iwi masih sangat banyak sehingga penangkap burung atau kia manu akan memerangkap banyak burung hutan asli. Karena dibutuhkan ribuan bulu untuk membuat satu jubah. Namun, sebagian besar penangkap burung hanya mengambil beberapa helai bulu saja dari setiap burung. Kemudian mereka melepaskan kembali ke alam liar agar tetap lestari.

Semakin lama jumlah burung ini semakin berkurang. Sedangkan tradisi masih terus berlanjut. Oleh karena itu, para seniman di Hawaii menggunakan bulu yang diwarnai dari hewan peliharaan umum seperti angsa dan burung pegar.

6.Ancaman populasi

'i'iwi (unsplash.com/Hunter Masters)
'i'iwi (unsplash.com/Hunter Masters)

I’iwi rentan terhadap cacar unggas dan malaria. Nyamuk dapat membunuh hampir sebagian besar populasi mereka. Setelah musim kawin, mereka akan pergi ke dataran rendah untuk mencari lebih banyak nektar sehingga mudah terpapar malaria. Berbeda dengan mereka yang menetap di dataran tinggi.

Lebih dari 90% ‘i’iwi kehilangan wilayah jelajahnya. Karena adanya pembangunan lahan, termasuk pembukaan hutan asli untuk tanaman pangan dan penggembalaan. Selain itu, karena matinya pohon ʻōhiʻa yang menjadi salah satu sumber nektar terpenting untuk ‘i’iwi dan Hawaiian honeycreeper lainnya.

Saat ini Departemen Dalam Negeri Amerika Serikat mendaftarkan ‘i’iwi sebagai spesies yang terancam punah, pada tanggal 20 Oktober 2017. Namun, mereka juga melakukan berbagai upaya untuk memulihkan masalah I’iwi ini. Wah, semoga saja mereka berhasil memulihkan masalah ini, ya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Related Articles

See More

Perbedaan SpaceX dan NASA, dari Sejarah hingga Visi Ruang Angkasa

10 Mei 2026, 21:04 WIBScience