7 Fakta Unik Rangkong Papan, Jantan Hobi "Merias" Wajahnya

Rangkong papan atau great hornbill juga dikenal sebagai concave-casqued hornbill, great Indian hornbill dan great pied hornbill. Mereka berada dalam famili Bucerotidae dan memiliki nama ilmiah Buceros bicornis. Panjang tubuhnya mencapai 95--130 sentimeter, beratnya 2--4 kilogram dan lebar kepakan sayapnya sekitar 1,5 meter. Perlu kamu ingat bahwa betina berukuran lebih kecil dari jantan.
Betina punya mata putih kebiruan dan bukannya merah. Ciri khasnya tentu saja casque atau penutup kepala yang berwarna kuning cerah dan hitam di atas paruh besarnya. Tahukah kamu bahwa jantan ternyata merias wajahnya, bagaimana caranya? Berikut penjelasannya!
1. Wilayah penyebaran rangkong papan

Penyebaran rangkong papan berada di India, Bhutan, Nepal, Asia Tenggara seperti Pulau Sumatra di Indonesia, Thailand, Myanmar, Malaya, populasi kecil di Singapura dan bagian timur laut India. Di sub-kontinen, mereka berada di Western Ghats dan hutan-hutan di Himalaya. Animalia menginformasikan bahwa rangkong papan memilih habitat hutan lebat yang lembap di area perbukitan.
2. Hidup dalam kelompok

Spesies rangkong ini adalah burung sosial yang hidup dalam kelompok, biasanya terdiri dari 2--40 individu. Mereka biasanya terlihat dalam kelompok kecil, tapi terkadang dalam kelompok besar ketika berkumpul di pohon berbuah. Rangkong papan lebih aktif saat siang hari, sedangkan di malam hari berkumpul bersama di tempat bertengger komunal. Lebih tepatnya, di cabang pepohonan tertinggi yang daunnya sedikit.
3. Makan banyak buah-buahan manis

Berdasarkan informasi dari Animal Diversity, rangkong papan banyak mengonsumsi buah-buahan yang lipid-rich dan kaya gula. Akan tetapi, mereka juga memangsa mamalia kecil, burung, amfibi, reptil dan serangga. Makanan yang kaya lipid berupa buah-buahan dalam genus Knema dan Myristica yang umumnya dikenal sebagai pohon pala serta beberapa buah dalam famili Lauraceae.
Jenis buah-buahan tersebut melimpah saat musim kawin. Sementara sisa tahun tersebut, rangkong papan bergantung pada buah-buahan kaya gula seperti Vitex atissima dan beberapa spesies dalam genus buah ara.
4. Bagaimana cara berkomunikasinya?

Sumber yang sama menjelaskan bahwa vokalisasi rangkong papan sangat keras kecuali saat musim bersarang. Suaranya terdengar seperti kekehan atau menderu. Menariknya, tempat bertengger rangkong papan sering diistilahkan sebagai pusat informasi karena mereka bisa saling berbagi informasi, misalnya tentang tempat mencari makanan yang melimpah.
Sepasang rangkong papan melakukan duet saat sebagai ritual pendekatan, jantan dan betina saling memanggil satu sama lain. Mereka juga bisa mengidentifikasi lokasi dari vokalisasinya dikombinasikan dengan suara whooshing yang sangat khas dari penerbangannya.
5. Terkenal karena ritual bersarangnya

Setelah masa pendekatan dan proses perkawinannya selesai, betina menemukan lubang pohon dan mengurung dirinya dengan kotoran serta butiran lumpur. Jantan mengumpulkan butiran lumpur dari tanah hutan dan menelannya, kemudian memuntahkannya kembali menjadi material sarang yang ditutupi air liur. Jantan lalu memberikannya pada betina yang tinggal di dalam sarang, meninggalkan celah untuk jendela sebagai sarana menerima makanan dan material sarang, dilansir Sea World Parks and Entertainment.
6. Jantan suka merias wajahnya!

Casque atau penutup kepala rangkong papan berlubang, tujuan pastinya tidak diketahui. Akan tetapi, itu diyakini sebagai hasil seleksi seksual. Selain dari casque tersebut, mereka juga punya bulu mata menonjol dan merupakan bulu hasil modifikasi.
Menariknya lagi, jantan terkadang "merias" wajahnya, lho! Mereka menyebarkan sekresi kelenjar preen yang berwarna kuning ke bulu dan paruhnya. Itu untuk memberikan efek warna kuning cerah.
7. Sistem perkawinan rangkong papan

Sistem perkawinan rangkong papan adalah monogami, membentuk ikatan kuat yang berlangsung seumur hidupnya. Musim kawinnya terjadi dari bulan Januari hingga April, pada periode itu mereka menjadi lebih vokal. Betina menempatkan satu atau dua telur yang dieraminya selama 38--40 hari. Pada periode tersebut, betina juga meranggas bulunya secara keseluruhan.
Rangkong papan ternyata menjadikan tempat bertenggernya sebagai pusat informasi. Menariknya, jantan juga terkadang "merias" wajahnya dengan sekresi kuning dari kelenjarnya. Saat ini, mereka diklasifikasikan sebagai Vulnerable dengan total populasi diperkirakan 20,000--49,999 individu. Tren populasinya mengalami penurunan.








![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)










