8 Fakta San Marino, Republik Tertua di Dunia dengan Dua Kepala Negara

- San Marino adalah republik tertua di dunia, berdiri sejak tahun 301 M dan diakui secara resmi oleh dunia internasional pada tahun 1815.
- San Marino adalah enklave yang terkurung daratan, memiliki bentuk persegi panjang dengan lanskap didominasi oleh Gunung Titano.
- San Marino memiliki dua kepala negara sekaligus, yaitu Wali Kapten (Capitani Reggenti) yang bertujuan menciptakan keseimbangan kekuasaan.
Di tengah hamparan wilayah Italia, tersembunyi sebuah negara kecil yang seolah terjebak dalam lorong waktu abad pertengahan. Dibatasi oleh tembok-tembok benteng yang menjulang, negara ini bukan sekadar entitas geografis, melainkan monumen hidup bagi semangat kebebasan yang tak pernah padam sejak zaman Kekaisaran Romawi. Inilah San Marino, republik tertua di dunia yang luasnya bahkan tidak lebih besar dari sebuah kota kecil, tetapi menyimpan sejarah yang sanggup membuat dunia terkagum-kagum.
Lebih dari itu, San Marino menyimpan fakta-fakta mencengangkan yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Mari kita simak!
1. Republik tertua di dunia

Menurut tradisi, San Marino bermula pada tahun 301 M saat Santo Marinus membangun tempat persembunyian di pegunungan untuk menghindari penganiayaan. Berkat lokasinya yang terpencil dan bentengnya yang kokoh, wilayah ini berhasil tumbuh menjadi negara mandiri yang sudah memiliki aturan sendiri sejak abad ke-12. Meski sempat menghadapi berbagai ancaman, termasuk serangan dari tokoh seperti Cesare Borgia, San Marino tetap berdiri tegak sebagai negara kecil yang berdaulat.
Kehebatan San Marino pun berlanjut saat berhasil menarik simpati Napoleon Bonaparte yang menghormati kemerdekaannya, hingga diakui secara resmi oleh dunia internasional pada tahun 1815. Saat Italia bersatu menjadi sebuah negara besar, San Marino tetap memilih merdeka karena jasanya membantu para pejuang revolusi seperti Giuseppe Garibaldi. Meski sempat terdampak pemboman dan pendudukan singkat pada Perang Dunia II, negara ini tetap menjaga netralitasnya. Kini, San Marino telah menjadi negara modern yang tetap memegang teguh tradisinya, termasuk menggunakan mata uang Euro sejak tahun 2002.
2. Sebuah enklave, alias negara dalam negara

San Marino adalah republik kecil yang terkurung daratan, terletak di lereng Gunung Titano, di sisi Adriatik Italia tengah. Letaknya di antara wilayah Emilia-Romagna dan Marche dan dikelilingi oleh Italia di semua sisinya. Negara ini memiliki bentuk persegi panjang yang tidak beraturan, dengan panjang maksimum 13 kilometer dari timur laut ke barat daya.
Lanskapnya didominasi oleh Gunung Titano, yang tingginya mencapai 739 meter. Perbukitan membentang dari gunung di sisi barat daya, sementara bagian timur lautnya landai menuju dataran Romagna dan pantai Adriatik. Iklim di sana sejuk dan sedang, dengan suhu maksimum sekitar 26 °C di musim panas dan sekitar -7 °C di musim dingin.
3. Memiliki dua kepala negara sekaligus

Prinsip kebebasan San Marino diperkuat oleh Statuta 1600, konstitusi tertulis kuno yang masih berlaku hingga saat ini. Keunikan pemerintahannya terlihat dari adanya dua kepala negara sekaligus yang disebut Wali Kapten (Capitani Reggenti). Tradisi yang telah terjaga sejak tahun 1243 ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan kekuasaan, di mana kedua pemimpin tersebut saling mengawasi agar tidak ada satu pun individu yang memiliki kekuasaan mutlak atau menjadi diktator.
Hal yang paling menonjol dari sistem ini adalah masa jabatannya yang sangat singkat, yaitu hanya enam bulan, dengan pergantian kepemimpinan yang dilakukan secara rutin setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Para pemimpin ini dipilih oleh parlemen dari anggota mereka sendiri, dan setelah masa jabatan berakhir, mereka tidak diperbolehkan menjabat kembali selama tiga tahun. Meski hal ini menjadikan San Marino sebagai negara dengan pergantian pemimpin paling sering di dunia, sistem tersebut justru terbukti menjadi kunci stabilitas dan kemurnian demokrasi mereka selama berabad-abad.
4. Lebih banyak kendaraan daripada manusia

San Marino memiliki fakta unik yang sering membuat orang terheran-heran, yaitu jumlah kendaraan bermotor yang secara resmi melebihi jumlah penduduknya. Dengan populasi sekitar 34.000 jiwa, negara ini tercatat memiliki lebih dari 40.000 kendaraan, yang berarti rata-rata setiap satu orang memiliki lebih dari satu mobil. Rasio kepemilikan kendaraan ini merupakan yang tertinggi di dunia, dan menjadikan pemandangan kendaraan pribadi sebagai hal yang sangat dominan di sana.
Fenomena ini terjadi karena kebijakan pajak dan bea masuk kendaraan di San Marino jauh lebih rendah dibandingkan Italia, sehingga banyak orang dan perusahaan memilih untuk mendaftarkan kendaraan mereka di sana. Selain faktor ekonomi, kondisi geografis San Marino yang berada di pegunungan terjal serta ketiadaan fasilitas bandara dan kereta api membuat penduduknya sangat bergantung pada kendaraan pribadi untuk mobilitas sehari-hari.
5. Memiliki fasilitas transportasi yang unik

San Marino memiliki sistem transportasi yang sangat unik karena letak geografisnya yang berada di dataran tinggi. Sebagai salah satu negara tanpa bandara dan pelabuhan, akses masuk utama ke negara ini sepenuhnya mengandalkan jalur darat menggunakan bus atau kendaraan pribadi melalui wilayah Italia. Selain itu, negara ini juga tidak memiliki jalur kereta api aktif setelah infrastruktur lamanya hancur pada masa Perang Dunia II dan dibiarkan sebagai bagian dari sejarah.
Meskipun terbatas, solusi mobilitas di negara ini sangat menarik, salah satunya adalah Funivia, alias kereta gantung ikonik yang menghubungkan wilayah bawah ke pusat sejarah di puncak Gunung Titano hanya dalam waktu dua menit. Medan berbukit di sana juga dihiasi dengan terowongan-terowongan bersejarah bekas jalur kereta api kuno yang kini dialihfungsikan menjadi jalan raya artistik atau jalur pejalan kaki.
6. Prangko dan koin adalah barang berharga

San Marino memiliki daya tarik khusus bagi para kolektor di seluruh dunia berkat penerbitan prangko dan koin yang sangat eksklusif. Meskipun bukan anggota Uni Eropa, negara ini memiliki hak istimewa untuk mencetak mata uang Euro dengan desain khas mereka sendiri. Karena jumlahnya sangat terbatas dan jarang ditemukan dalam transaksi sehari-hari, koin-koin ini menjadi barang langka yang langsung diburu oleh para kolektor begitu diterbitkan.
Selain koin, San Marino juga dikenal dengan produksi prangkonya yang memiliki kualitas seni dan desain yang sangat tinggi. Penjualan benda-benda koleksi ini bukan sekadar hobi, melainkan telah menjadi salah satu sumber pendapatan penting yang menyokong ekonomi negara. Tradisi ini juga berhasil menjadikan prangko dan koin sebagai simbol kedaulatan San Marino yang sangat dihargai di pasar internasional.
7. Tidak punya utang

San Marino dikenal sebagai salah satu negara paling stabil secara finansial di dunia karena hampir tidak memiliki utang luar negeri. Kemandirian ini dapat terjaga karena pemerintahnya sangat berhati-hati dalam mengelola anggaran dan lebih memilih mengandalkan sumber pendapatan mandiri seperti sektor pariwisata, perbankan, serta penjualan prangko dan koin koleksi daripada meminjam uang dari negara lain.
Selain itu, karena jumlah penduduknya sedikit, pengeluaran publik menjadi jauh lebih terkontrol dan efisien, sehingga dana yang ada cukup untuk membiayai fasilitas umum tanpa perlu menumpuk utang. Kondisi ekonomi yang sehat ini pun memberikan citra positif di mata internasional, sehingga San Marino dianggap sebagai tempat yang sangat aman untuk berinvestasi.
8. Mayoritas penduduknya adalah warga asli

Menurut Britannica, pada tahun 2025, perkiraan populasi San Marino adalah sekitar 34.100 jiwa, dengan kepadatan penduduk 1.420,8 jiwa per mil persegi. Mayoritas penduduknya adalah warga asli yang disebut Sammarinesi, sementara sisanya sebagian besar adalah warga negara Italia yang menetap di sana. Uniknya, ribuan warga Sammarinesi juga tersebar dan tinggal di luar negeri, terutama di negara-negara seperti Italia, Amerika Serikat, Prancis, dan Argentina.
Selain dikenal dengan komunitasnya yang erat, penduduk San Marino juga memiliki kualitas hidup yang sangat baik. Hal ini terlihat dari angka harapan hidup mereka yang sangat tinggi di tahun 2024, di mana pria rata-rata hidup hingga usia 83,7 tahun dan wanita mencapai 87,1 tahun.
Segala keunikan yang dimiliki San Marino membuktikan bahwa sebuah bangsa kecil bisa bertahan melintasi zaman dengan prinsip yang kuat. San Marino juga diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2008 karena keberhasilannya mempertahankan status sebagai republik merdeka sejak abad pertengahan. Sebagai satu-satunya negara yang setia pada akar sejarah dan sistem politiknya selama ratusan tahun, San Marino pun kini menjadi simbol kebebasan dan keteguhan yang luar biasa di mata dunia.



















