Secara sederhana, perbedaan keduanya dapat diingat melalui beberapa poin. Gelombang P bergerak paling cepat dan tiba lebih dulu, sedangkan gelombang S bergerak lebih lambat dan datang setelahnya.
Dari arah gerakannya, gelombang P menekan dan meregangkan material searah dengan perjalanan gelombang. Sebaliknya, gelombang S menggeser material tegak lurus terhadap arah rambatnya.
Gelombang P juga dapat melewati benda padat, cair, dan gas. Sementara itu, gelombang S hanya dapat merambat melalui benda padat. Dalam hal guncangan, gelombang S umumnya menghasilkan gerakan yang lebih kuat dibandingkan gelombang P.
Memahami gelombang P dan S membantu kita melihat bahwa gempa bukan sekadar tanah yang tiba-tiba berguncang. Di balik getaran yang terasa dalam hitungan detik, ada energi yang bergerak melalui Bumi dan membawa banyak informasi bagi para ilmuwan.
Dari perbedaan kecepatan dan arah geraknya, para ahli dapat memperkirakan lokasi gempa sekaligus mempelajari struktur bagian dalam Bumi. Pengetahuan tersebut juga merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi risiko dan dampak gempa bumi.
Referensi
Britannica. Diakses pada September 2026. Seismic Wave
Burke Museum of Natural History & Culture. Diakses pada September 2026. Seismic Waves
Earthquake Radar. Diakses pada September 2026. Understanding P-Waves and S-Waves in Earthquakes
Michigan Tech. Diakses pada September 2026. Body Waves
Pacific Northwest Seismic Network. Diakses pada September 2026. Earthquake Waves