Kakatua galah membentangkan sayap. (commons.wikimedia.org/Jim Bendon)
Untuk mencari tahu apakah burung benar-benar menikmati terbang, tim peneliti dari Universitas Utrecht, Belanda, mengajak 17 ekor burung kakatua galah (Eolophus roseicapilla) untuk berpartisipasi dalam demonstrasi terbang bebas di taman burung Vogelpark Avifauna. Demonstrasi ini dilakukan secara sukarela. Itu artinya burung-burung tidak dipaksa meninggalkan kandang dan tetap dapat makanan terlepas si burung memilih terbang atau tidak.
Hasilnya? Selama 68 hari gerbang kandang dibuka, burung kakatua galah hampir selalu memilih terbang. Setidaknya 15 dari 17 burung selalu terbang, sementara dua burung lain menetap di kandang sekali.
Lalu, untuk menilai keadaan emosional burung, tim menggunakan pendekatan yang didasarkan pada penelitian terhadap manusia. "Saat manusia mengalami emosi, respons mereka berubah. Misalnya, orang itu mungkin jadi lebih optimis, atau sebaliknya, lebih pesimis. Manusia juga menunjukkan perilaku berbeda dan bereaksi secara fisiologis terhadap emosi, misalnya dengan memproduksi hormon tertentu," terang Jorg Massen, ahli biologi perilaku sekaligus penulis utama studi, pada laman Phys.org.