Kemampuan berenang ular juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Suhu merupakan salah satu faktor penting karena ular adalah hewan ektoterm, yang berarti suhu tubuhnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
Penelitian pada ular air utara menunjukkan bahwa kecepatan berenang dapat meningkat seiring dengan naiknya suhu tubuh dan suhu air dalam kisaran normal aktivitasnya. Artinya, kondisi tubuh dan lingkungan dapat menentukan seberapa efektif seekor ular bergerak di dalam air. (Canadian Journal of Zoology, 1992)
Jadi, meskipun kemampuan berenang dimiliki secara luas oleh ular, performanya tetap bergantung pada spesies, kondisi fisik, suhu, dan situasi yang sedang dihadapi.
Jadi, ular darat bisa berenang. Kemampuan tersebut bukan sesuatu yang hanya dimiliki ular yang hidup di air. Gerakan tubuh ular yang berkelok-kelok, dipadukan dengan bentuk tubuhnya yang panjang dan lentur, memungkinkan mereka bergerak secara efektif di dalam air.
Jadi, jika suatu saat melihat ular darat berada di sungai atau kolam, tidak perlu langsung menganggapnya sebagai ular air. Bisa jadi, ular tersebut hanya sedang menggunakan salah satu kemampuan alaminya untuk mencapai tempat yang aman.
Referensi
Fosseries, G., Herrel, A., Godoy-Diana, R., Gaucher, P., Traimond, M., Joris, A., Daoues, K., Gouygou, A., Chateau, O., Gossuin, H., Banzept, P., Banzept, C., Lefebvre, D., & Bonnet, X. (2024). Can all snakes swim? A review of the evidence and testing species across phylogeny and morphological diversity. Zoology, 167, 126223. https://doi.org/10.1016/j.zool.2024.126223
Learn About Nature. Diakses pada Agustus 2026. Can Snakes Swim?
SnakeInformer. Diakses pada Agustus 2026. Can All Snakes Swim?
Weatherhead, P. J., & Robertson, I. C. (1992). Thermal constraints on swimming performance and escape response of northern water snakes (Nerodia sipedon). Canadian Journal of Zoology, 70(1), 94–98. https://doi.org/10.1139/z92-014