Referensi
Fosseries, G., Herrel, A., Godoy-Diana, R., Gaucher, P., Traimond, M., Joris, A., Daoues, K., Gouygou, A., Chateau, O., Gossuin, H., Banzept, P., Banzept, C., Lefebvre, D., & Bonnet, X. (2024). Can all snakes swim? A review of the evidence and testing species across phylogeny and morphological diversity. Zoology, 167, 126223. https://doi.org/10.1016/j.zool.2024.126223
Learn About Nature. Diakses pada Agustus 2026. Can Snakes Swim?
SnakeInformer. Diakses pada Agustus 2026. Can All Snakes Swim?
Weatherhead, P. J., & Robertson, I. C. (1992). Thermal constraints on swimming performance and escape response of northern water snakes (Nerodia sipedon). Canadian Journal of Zoology, 70(1), 94–98. https://doi.org/10.1139/z92-014
Apakah Ular Darat Bisa Berenang? Ini Jawabannya!

- Hampir semua ular yang diteliti, termasuk penghuni gurun dan spesies bawah tanah, memiliki kemampuan dasar berenang menurut tinjauan 2024 terhadap 525 spesies.
- Ular darat berenang dengan gerakan tubuh berkelok dari kepala ke ekor, mendorong air untuk maju; paru-paru memanjang membantu daya apung.
- Kemampuan berenang tiap spesies berbeda dan dipengaruhi suhu; ular darat umumnya memakai air untuk menyeberang, menghindari ancaman, atau saat habitat tergenang.
Melihat ular berada di dalam air mungkin terasa sedikit mengejutkan, terutama jika selama ini kita menganggap ular hanya hidup dan bergerak di daratan. Namun, ternyata kemampuan berenang bukanlah sesuatu yang hanya dimiliki oleh ular air.
Lalu, apakah ular darat bisa berenang? Jawabannya adalah ya. Hampir semua ular yang telah diteliti diketahui memiliki kemampuan dasar untuk berenang, termasuk spesies yang hidup di gurun dan ular yang lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam tanah. Perbedaannya terletak pada seberapa sering mereka berenang dan seberapa baik kemampuan tersebut dibandingkan dengan spesies yang memang beradaptasi untuk hidup di air.
1. Bagaimana ular darat berenang
Cara ular berenang sebenarnya cukup mirip dengan cara mereka bergerak di daratan. Ular menggunakan gerakan tubuh berkelok-kelok dari satu sisi ke sisi lainnya yang disebut lateral undulation. Saat berada di air, gelombang gerakan tersebut merambat dari bagian kepala menuju ekor. Setiap bagian tubuh kemudian mendorong air di sekitarnya sehingga menghasilkan gaya dorong yang membuat ular bergerak maju.
Tubuh ular yang panjang dan lentur sangat membantu proses ini. Banyak ular darat juga berenang dengan posisi kepala tetap berada di atas permukaan air. Salah satu hal yang membantu ular tetap mengapung adalah paru-parunya yang memanjang, sehingga memberikan daya apung pada tubuh.
Karena tidak bisa bernapas di dalam air seperti ikan, ular biasanya tidak menyelam dalam waktu lama. Bagi banyak ular darat, berenang lebih sering menjadi cara untuk menyeberangi sungai, menghindari ancaman, atau berpindah tempat ketika habitatnya tergenang air.
2. Hampir semua ular punya kemampuan berenang
Kemampuan berenang ternyata jauh lebih umum pada ular daripada yang mungkin kita bayangkan. Sebuah tinjauan ilmiah pada 2024 yang mengumpulkan informasi mengenai 525 spesies ular menemukan bahwa semua ular yang diteliti menunjukkan kemampuan untuk berenang. Temuan ini juga mencakup ular yang hidup di lingkungan kering maupun spesies yang terbiasa menggali dan menghabiskan banyak waktu di bawah tanah. (Zoology, 2024)
Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berenang kemungkinan merupakan sifat yang sangat mendasar pada tubuh ular. Jadi, seekor ular tidak harus menjadi “ular air” terlebih dahulu agar mampu bergerak di dalam air. Gerakan tubuh berkelok-kelok dapat menghasilkan dorongan yang efektif di dalam air.
3. Ular darat juga bisa menyeberangi perairan

ilustrasi ular sedang berenang (unsplash.com/GERALDINE G.) Beberapa contoh menunjukkan bahwa ular yang sangat bergantung pada habitat darat pun tidak selalu menghindari air. Salah satunya adalah Western Montpellier snake (Malpolon monspessulanus), ular yang hidup di daratan Eropa. Spesies ini bahkan pernah diamati berenang di laut.
Contoh lainnya berasal dari Amerika. Ular terciopelo (Bothrops asper), yang merupakan spesies yang sangat terestrial, diketahui mampu berenang ketika harus melewati sungai atau menghadapi wilayah yang terendam banjir.
Bahkan, beberapa jenis ular derik juga diketahui mampu berenang dalam jarak yang cukup jauh. Jadi, keberadaan ular di air tidak selalu berarti ular tersebut merupakan spesies akuatik.
4. Namun, tidak semua ular jago berenang
Meski kemampuan dasar untuk berenang sangat luas pada ular, kemampuan setiap spesies tidak sama. Ular yang memang hidup di lingkungan air, seperti beberapa jenis ular air, umumnya lebih cepat, lebih lincah, dan lebih nyaman berada di dalam air. Mereka juga memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menyelam dan mencari mangsa di lingkungan perairan.
Sebaliknya, sebagian besar ular darat menggunakan air hanya ketika diperlukan. Mereka mungkin berenang dengan santai di permukaan, mempertahankan posisi kepala di atas air, kemudian segera kembali ke daratan setelah berhasil menyeberang.
Dengan kata lain, bisa berenang tidak berarti seekor ular senang berada di air. Bagi sebagian ular darat, air lebih mirip rintangan yang harus dilewati daripada tempat untuk tinggal.
5. Suhu air bisa memengaruhi kemampuan berenang
Kemampuan berenang ular juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Suhu merupakan salah satu faktor penting karena ular adalah hewan ektoterm, yang berarti suhu tubuhnya sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
Penelitian pada ular air utara menunjukkan bahwa kecepatan berenang dapat meningkat seiring dengan naiknya suhu tubuh dan suhu air dalam kisaran normal aktivitasnya. Artinya, kondisi tubuh dan lingkungan dapat menentukan seberapa efektif seekor ular bergerak di dalam air. (Canadian Journal of Zoology, 1992)
Jadi, meskipun kemampuan berenang dimiliki secara luas oleh ular, performanya tetap bergantung pada spesies, kondisi fisik, suhu, dan situasi yang sedang dihadapi.
Jadi, ular darat bisa berenang. Kemampuan tersebut bukan sesuatu yang hanya dimiliki ular yang hidup di air. Gerakan tubuh ular yang berkelok-kelok, dipadukan dengan bentuk tubuhnya yang panjang dan lentur, memungkinkan mereka bergerak secara efektif di dalam air.
Jadi, jika suatu saat melihat ular darat berada di sungai atau kolam, tidak perlu langsung menganggapnya sebagai ular air. Bisa jadi, ular tersebut hanya sedang menggunakan salah satu kemampuan alaminya untuk mencapai tempat yang aman.





















