Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Unik Alpine Newt, Mulai Berevolusi pada Periode Miosen

5 Fakta Unik Alpine Newt, Mulai Berevolusi pada Periode Miosen
alpine newt (commons.wikimedia.org/OhWeh)
  • Alpine newt mulai berevolusi sekitar 20 juta tahun lalu pada Miosen, dengan fosil ditemukan dari Pliosen hingga Pleistosen; penelitian molekular membaginya dalam grup barat dan timur.
  • Amfibi asli dataran tinggi Eropa ini berukuran rata-rata 8–12 sentimeter, hidup di pegunungan 1.000–2.370 mdpl, serta menyukai perairan dingin dan area lembap.
  • Alpine newt menghabiskan 9–10 bulan di daratan, masuk air saat kawin, memangsa beragam hewan kecil, dan mempertahankan diri dengan mengangkat ekor, cairan lengket, atau racun pada populasi tertentu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Newt merupakan jenis salamander yang sering ditemukan di Amerika dan Eropa. Sebagai amfibi, newt hidup di area lembap yang kaya akan sumber air. Newt memang berukuran kecil, tapi ia punya banyak spesies. Salah satu spesies yang cukup unik adalah Mesotriton alpestris atau alpine newt yang hidup di pegunungan.

Spesies ini kerap menghabiskan waktunya di daratan. Ia juga mudah dibedakan dari spesies lain dan ukurannya tak terlalu besar. Namun, di habitatnya alpine newt merupakan predator yang cukup ganas, lho. Yuk, kita ulik berbagai fakta unik alpine newt di bawah ini!

  1. 1. Mulai berevolusi pada 20 juta tahun yang lalu

    alpine newt
    alpine newt (commons.wikimedia.org/Christian R. Linder)

    Artikel di jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution menjelaskan kalau alpine newt mulai berevolusi pada awal periode Miosen sekitar 20 juta tahun yang lalu. Fosil alpine newt juga sudah banyak ditemukan, salah satunya di Slovakia dan berusia sekitar 5-2 juta tahun, tepatnya pada periode Pliosen. Fosil lain di Italia juga menunjukan bahwa hewan ini hidup di zaman Pleistosen.

    Penelitian molekular mengungkapkan fakta bahwa alpine newt berevolusi menjadi dua grup, yaitu grup barat dan timur. Penelitian lain juga menunjukan bahwa ada kemungkinan kalau alpine newt yang kita kenal sekarang sebenarnya terdiri atas beberapa spesies berbeda. Nah, suhu yang lebih tinggi di zaman Miosen menyebabkan adanya pemisahan spesies dan mengakibatkan spesiasi alopatrik.

  2. 2. Panjang tubuh alpine newt sekitar 12 centimeter

    alpine newt
    alpine newt (commons.wikimedia.org/Richard Bartz)

    Dilansir Caudata Culture Species Entry, panjang rata-rata alpine newt ada di angka 8-12 centimeter. Namun, beberapa individu yang hidup di daratan lebih tinggi bisa punya ukuran yang lebih besar. Hewan ini juga menunjukan dimorsfisme seksual di mana individu betina sedikit lebih panjang dari jantan. Bobotnya sendiri tak terlalu berat, yaitu sekitar 1,4 hingga 6,4 gram.

    Layaknya spesies lain, alpine newt memiliki tubuh yang kasar dengan tonjolan kecil di kulitnya. Saat dewasa, ia memiliki tubuh berwarna hitam dengan sedikit corak tutul jingga. Badannya sendiri ramping, memanjang, dan ekornya pipih di ujung. Saat masih muda tubuhnya cenderung licin, halus, dan warnanya lebih cerah.

  3. 3. Alpine newat adalah hewan asli dataran tinggi Eropa

    alpine newt
    alpine newt (commons.wikimedia.org/Holger Krisp)

    Laman JungleDragon menjelaskan bahwa alpine newt merupakan spesies asli daratan Eropa. Penyebaran alaminya mencakup beberapa daerah, seperti Eropa selatan, tengah, dan Semenanjung Iberia. Namun, penyebarannya sudah meluas hingga ke wilayah Inggris. Habitatnya sendiri mencakup area pegunungan, khususnya daerah dengan ketinggian sekitar 1000-2370 mdpl. Sungai, danau, perairan dingin, bendungan yang dibuat oleh beaver, daerah berbatu, dedaunan kering, area lembap, dan hutan konifer menjadi habitat kesukaannya.

  4. 4. Alpine newt hidup selama 9-10 bulan di daratan

    alpine newt
    alpine newt (commons.wikimedia.org/Richard Bartz)

    Alpine newt memang merupakan hewan semi akuatik, tapi ia lebih aktif di daratan. Dilansir Animalia, alpine newt menghabiskan 9-10 bulan di daratan dan hanya akan masuk ke perairan saat musim kawin. Perkembangannya tidak terlalu cepat di mana ia akan mencapai kematangan seksual pada usia tiga hingga lima tahun tergantung jenis kelaminnya. Namun, individu yang hidup di dataran tinggi baru akan mencapai kematangan seksual di usia 9-11 tahun. Soal usia maksimal, alpine newt mampu hidup hingga 30 tahun.

  5. 5. Alpine newt mengangkat ekor saat merasa terancam

    alpine newt
    alpine newt (commons.wikimedia.org/Ігор Гвоздецький)

    Di alam liar, alpine newt menyandang gelar sebagai predator yang cukup ganas. Tercatat, ia bisa memangsa plankton, moluska, serangga, kutu air, cacing, laba-laba, hingga isopoda. Namun, hewan ini juga tak luput dari terkaman predator, khususnya ular rumput, ikan trout, burung, landak, marten, dan celurut. Saat merasa terancam, laman iNaturalist menjelaskan bahwa alpine newt akan mengangkat ekor.

    Sembari mengangkat ekor, hewan ini akan menunjukan bagian bawah tubuhnya yang mencolok untuk menakut-nakuti predator. Jika tidak berhasil, alpine newt juga bisa mengeluarkan cairan lengket yang sangat mengganggu. Sebenarnya, hewan ini juga bisa mengeluarkan racun tetrodotoksin yang berbahaya. Namun, kemampuan tersebut hanya dimiliki oleh beberapa populasi.

    Semua fakta keren alpine newt menunjukan kalau ia bukanlah hewan sembarangan. Di balik tubuh mungilnya, ternyata alpine newt menyimpan segudang kemampuan unik yang tidak bisa ditemukan pada hewan lain. Tak hanya keren, semua hal tersebut juga membuktikan bahwa ukuran kecil yang dimiliki alpine newt bukan penghalang baginya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More