Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Menarik Langur Kelabu Jambul, Monyet Vegetarian

5 Fakta Menarik Langur Kelabu Jambul, Monyet Vegetarian
langur kelabu jambul (commons.wikimedia.org/Aparajita Datta)
  • Langur kelabu jambul jantan lebih besar daripada betina, berbulu abu-abu untuk kamuflase, bertubuh ramping dengan anggota gerak panjang, serta berekor hingga 90 sentimeter.
  • Primata ini hidup di India dan Sri Lanka, menyukai savana, kebun, padang rumput, hutan terbuka, hingga kawasan permukiman; aktivitasnya lebih banyak dilakukan di pepohonan.
  • Langur kelabu jambul umumnya vegetarian, berkembang biak sepanjang tahun dengan kehamilan enam bulan, hidup berkelompok saling merawat, sementara asal-usul evolusinya masih diperdebatkan.
  • Langur kelabu jambul jantan berbobot 11–16 kilogram, lebih besar dari betina sekitar 9 kilogram, dengan tubuh abu-abu ramping yang membantu kamuflase.
  • Primata ini hidup di India dan Sri Lanka, menyukai savana, kebun, padang rumput, hutan terbuka, hingga permukiman; aktivitasnya lebih banyak dilakukan di pepohonan.
  • Langur kelabu jambul umumnya vegetarian, berkembang biak sepanjang tahun dengan kehamilan enam bulan, serta hidup berkelompok sambil saling membantu merawat anak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

hKeberagaman spesies primata memberikan gambaran kalau dunia hewan merupakan tempat yang sangat luas. Nah, salah satu primata dengan segudang keunikan adalah Semnopithecus priam atau langur kelabu jambul. Ia memang bukan primata terbesar, tercerdas, atau punya penyebaran terluas. Namun, kebiasaan dan cara hidupnya menjadi dua hal yang menjadi poin utama.

Contohnya, langur kelabu jambul merupakan hewan sosial yang saling menjaga. Ia juga jarang turun ke daratan dan lebih sering beraktivitas di pepohonan. Selain itu, evolusi primata ini juga masih diperdebatkan hingga sekarang. Yuk, simak berbagai fakta unik langur kelabu jambul di artikel berikut!

  1. 1. Monyet jantan lebih besar dari betina

    langur kelabu jambul
    langur kelabu jambul (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

    Langur kelabu jambul menunjukan dimorfisme seksual di mana monyet jantan lebih besar dari betina. Bobot monyet jantan sekitar 11-16 kilogram. Di sisi lain, bobot monyet betina hanya 9 kilogram. Panjang badan hewan ini bisa mencapai 80 centiemer dan panjang ekornya ada di kisaran 75-90 centimeter. Badannya ramping, kaki dan tangannya panjang, dan ia memiliki tubuh berwarna abu-abu, serupa dengan namanya. Nah, warna abu-abu tersebut bisa digunakan langur kelabu jambul untuk bersembunyi dan berkamuflase.

  2. 2. Langur kelabu jambul lebih suka hidup di area kering

    langur kelabu jambul
    langur kelabu jambul (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

    Dilansir GBIF, langur kelabu jambul hanya bisa ditemukan di wilayah India dan Sri Lanka. Pertama, penyebarannya di India mencakup daerah Andhra Pradesh, Tamil Nadu, Karnataka, dan Kerala. Sementara itu, penyebarannya di Sri Lanka mencakup daerah Polonnaruwa, Dambulla, Anuradhapura, hingga Sigiriya. Secara umum, langur kelabu jambul sangat suka tinggal di area yang kering seperti savana, kebun, padang rumput, dan hutan yang agak terbuka. Tak hanya itu, monyet ini juga kerap ditemukan di area pemukiman seperti desa dan perkotaan.

  3. 3. Evolusi langur kelabu jambul masih jadi perdebatan

    langur kelabu jambul
    langur kelabu jambul (commons.wikimedia.org/Gihan Jayawee)

    Sejatinya, langur kelabu jambul memang merupakan hewan yang populasinya melimpah dan sering diteliti. Namun, laman iNaturalist menjelaskan kalau evolusi hewan masih ini masih menjadi bahan perdebatan. Teori pertama mengatakan kalau spesies ini merupakan hasil evolusi dari Semnopithecus vetulus philbricki atau langur berwajah ungu.

    Kemudian, teori kedua menyatakan kalau subspesies yang hidup di Sri Lanka (Pemnopithecus priam thersites) berevolusi dari Semnopithecus vetulus. Di sisi lain, subspesies yang hidup di India (Pemnopithecus priam priam) justru berevolusi dari Semnopithecus johnii (langur nilgiri). Karena evolusi yang terpisah, kedua subspesies tersebut memiliki perbedaan genetik yang cukup mencolok.

  4. 4. Langur kelabu jambul merupakan vegetarian

    langur kelabu jambul
    langur kelabu jambul (commons.wikimedia.org/Matthew Blissett)

    Laman Animalia menjelaskan kalau langur kelabu jambul merupakan vegetarian. Makanan kesukaannya adalah buah-buahan, dedaunan, biji-bijian, dan bunga. Uniknya, ia cenderung memilih buah yang memiliki kandungan serat berlimpah. Hal ini agak berbeda dari monyet lain seperti monyet buah yang cenderung memakan buah yang sudah matang dan berair.

    Hewan ini memang hidup di pepohonan, tapi terkadang ia juga akan turun dari pohon, mencari makanan di daratan, atau meminum air dari sunga. Saat pasokan makanan sangat menipis, langur ini juga bisa memangsa serangga kecil atau rerumputan. Namun, hal tersebut jarang terjadi karena buah-buahan selalu tumbuh setiap saat.

  5. 5. Langur kelabu jambul hamil selama 6 bulan

    langur kelabu jambul
    langur kelabu jambul (commons.wikimedia.org/Senthiaathavan)

    Dilansir New England Primate Conservacy, langur kelabu jambul tidak memiliki musim kawin khusus. Jadi, ia bisa setiap saat dalam setahun. Tentunya, hewan ini merupakan spesies vivipar yang beproduksi dengan cara melahirkan. Lebih lanjut, masa kehamilan monyet ini adalah 6 bulan. Setelah lahir, anaknya akan dijaga dan dirawat hingga usianya sekitar 13-20 bulan.

    Seperti monyet lain, langur kelabu jambul merupakan hewan sosial yang hidup berkelompok. Di satu kelompok terhadap beberapa monyet betina, jantan, dan individu muda. Tiap anggota kelompok akan bersosialisasi dan membantu satu sama lain, bahkan membantu merawat anak dari anggota kelompok yang lain. Nah, gaya hidup tersebut membuat anak langur ini semakin aman.

    Langur kelabu jambul bukanlah monyet biasa, tapi spesies yang bisa dibilang sebagai anomali karena makanan, kebiasaan, hingga evolusinya. Selain itu, masih banyak yang bisa diteliti dan diulik terkait kehidupan langur kelabu jambul. Karena itu, eksistensinya harus terus dijaga agar para ahli bisa melakukan observasi dan penelitian dengan lebih mudah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More