Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bagaimana Cara Menentukan Awal Idul Fitri 2026? Ini Metodenya

Bagaimana Cara Menentukan Awal Idul Fitri 2026? Ini Metodenya
suasana salat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih

  • Penentuan awal Idul Fitri 2026 di Indonesia dilakukan melalui dua metode utama, yaitu rukyatul hilal dan hisab.

  • Metode rukyatul hilal mengandalkan pengamatan langsung terhadap munculnya bulan sabit pertama setelah ijtima’, dengan acuan kriteria imkan rukyat MABIMS.

  • Metode hisab menggunakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan dan matahari, seperti yang diterapkan Muhammadiyah melalui sistem Hisab Hakiki Wujudul Hilal.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di Indonesia, perbedaan pendapat mengenai hilal bukanlah hal baru. Dua organisasi Islam terbesar, yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, kerap memiliki pandangan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah, terutama pada Ramadhan dan Syawal. Hal ini membuat penetapan Idul Fitri setiap tahun selalu menarik perhatian masyarakat.

Bagaimana cara menentukan awal Idul Fitri 2026? Secara umum, penentuan awal Syawal dilakukan melalui dua metode utama, yaitu rukyatul hilal dan metode hisab. Kedua metode ini menjadi dasar penetapan awal bulan Hijriah di Indonesia. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Table of Content

1. Cara menentukan awal Syawal dengan metode rukyatul hilal

1. Cara menentukan awal Syawal dengan metode rukyatul hilal

Penentuan awal Syawal dengan metode rukyatul hilal dilakukan dengan mengamati munculnya hilal, yaitu bulan sabit tipis yang pertama kali terlihat setelah terjadinya ijtima’ atau konjungsi. Ijtima’ merupakan kondisi ketika matahari dan bulan berada pada satu garis bujur yang sama. Setelah peristiwa tersebut terjadi dan matahari terbenam, para tim rukyat akan melakukan pengamatan untuk melihat apakah hilal sudah tampak di ufuk barat. Pengamatan ini biasanya dilakukan pada 29 Ramadan oleh tim yang terdiri dari para ahli astronomi, ulama, serta petugas rukyat yang berpengalaman.

Dalam praktiknya, pengamatan hilal dilakukan di berbagai titik pemantauan yang telah ditentukan, seperti pantai, dataran tinggi, atau lokasi yang memiliki pandangan langit terbuka. Jika saat pengamatan hilal berhasil terlihat, maka malam itu menandakan masuknya bulan baru dan keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal. Namun, jika hilal tidak terlihat karena faktor cuaca, kondisi atmosfer, atau posisi bulan yang terlalu rendah, bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, 1 Syawal baru akan ditetapkan pada hari setelahnya.

Metode rukyatul hilal mengutamakan pengamatan langsung sebagai dasar penentuan awal bulan Hijriah. Dalam praktiknya, salah satu acuan yang digunakan adalah kriteria imkan rukyat dari MABIMS, yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

2. Cara menentukan awal Syawal dengan metode hisab

Cara menentukan awal Syawal dengan metode hisab
ilustrasi bulan sabit (pexels.com/Philippe Donn)

Metode hisab adalah cara menentukan awal bulan Hijriah dengan menggunakan perhitungan astronomi. Pendekatan ini mengandalkan ilmu falak, yaitu ilmu yang mempelajari posisi dan pergerakan benda langit seperti matahari dan bulan. Melalui perhitungan tersebut, para ahli dapat mengetahui kapan terjadinya ijtima’ (konjungsi), posisi bulan saat matahari terbenam, serta kemungkinan munculnya hilal.

Dalam penetapan 1 Syawal, metode hisab memperhitungkan beberapa faktor penting, seperti tinggi hilal di atas ufuk, sudut elongasi antara bulan dan matahari, serta usia bulan setelah ijtima’. Jika hasil perhitungan menunjukkan bahwa hilal sudah berada di posisi yang memungkinkan untuk menandai pergantian bulan, keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal.

Salah satu penerapan metode hisab digunakan oleh Muhammadiyah melalui sistem Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Dalam metode ini, awal bulan baru ditetapkan apabila tiga syarat terpenuhi, yaitu telah terjadi ijtima’, ijtima’ terjadi sebelum matahari terbenam, dan posisi hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, meskipun hanya setinggi 0,1 derajat. Jika ketiga syarat tersebut terpenuhi, keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai 1 Syawal.

Melalui penjelasan di atas, kamu bisa mengetahui bagaimana cara menentukan awal Idulfitri 2026 yang umumnya menggunakan metode rukyatul hilal dan hisab. Dengan memahami prosesnya, kamu juga bisa lebih mengerti alasan penetapan Idul fitri terkadang berbeda setiap tahunnya.

FAQ seputar bagaimana cara menentukan awal Idul Fitri 2026

Bagaimana cara menentukan awal Idul fitri 2026?

Awal Idul Fitri 2026 ditentukan dengan melihat posisi hilal pada tanggal 29 Ramadhan menggunakan metode rukyatul hilal atau perhitungan astronomi (hisab).

Mengapa awal Idul Fitri bisa berbeda?

Perbedaan bisa terjadi karena penggunaan metode yang berbeda, yaitu rukyatul hilal yang mengandalkan pengamatan langsung dan hisab yang menggunakan perhitungan astronomi.

Siapa yang menetapkan tanggal resmi Idul Fitri di Indonesia?

Di Indonesia, tanggal resmi Idulfitri biasanya ditetapkan oleh pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan ulama, ahli astronomi, dan berbagai organisasi Islam.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Science

See More