Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Mencampur Bahan Pembersih yang Bisa Berujung Keracunan
ilustrasi bahan pembersih di rumah (unsplash.com/Daniel Campbell)
  • Pemutih berbahan natrium hipoklorit tidak boleh dicampur dengan amonia, cuka, alkohol, atau pembersih kamar mandi asam karena dapat menghasilkan gas maupun senyawa beracun.

  • Paparan campuran berbahaya dapat memicu iritasi mata, kulit, dan tenggorokan, batuk, mual, nyeri dada, sesak napas, cedera paru-paru, pusing, hingga kehilangan kesadaran.

  • Hidrogen peroksida dan cuka juga berisiko karena membentuk asam perasetat korosif; gunakan produk sesuai petunjuk dan jangan membuat racikan pembersih sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Niatnya hanya ingin rumah makin bersih dan bebas kuman, tapi mencampurkan berbagai produk pembersih secara sembarangan justru bisa mendatangkan petaka. Banyak orang mengira bahwa menggabungkan dua atau lebih bahan pembersih akan ampuh menyapu bersih noda membandel dalam sekejap. Padahal, bahan kimia di dalam cairan pembersih rumah tangga, bisa bereaksi tajam dan menghasilkan gas berbahaya yang beracun jika terhirup.

Salah satu produk yang paling sering memicu reaksi berbahaya ini adalah mencampurkan cairan pemutih pakaian yang mengandung natrium hipoklorit. Saat bercampur dengan cairan rumah tangga lainnya, kombinasi ini dapat melepaskan senyawa kimia yang memicu iritasi hebat pada mata, kulit, hingga saluran pernafasan. Agar tidak membahayakan kesehatan diri dan keluarga di rumah, yuk, simak lima kombinasi bahan pembersih yang pantang dicampurkan berikut ini!

1. Pemutih pakaian dicampur dengan ammonia

ilustrasi mencampur pemutih pakaian dengan ammonia (unsplash.com/Clay Banks)

Pemutih pakaian yang dicampur dengan ammonia dapat memicu reaksi kimia berbahaya yang menghasilkan gas beracun. Dilansir laman Washington State Department of Health, gas beracun yang dihasilkan oleh dua bahan ini disebut kloramin. Reaksi ini sering terjadi tanpa disadari di lingkungan rumah tangga, karena ammonia tidak hanya dijual tanpa disadari di lingkungan rumah tangga, karena ammonia tidak hanya dijual dalam bentuk pembersih murni, tetapi juga menjadi bahan aktif umum pada produk pembersih kaca atau jendela, cat rumah, hingga terkandung secara alami dalam urin maupun pada kotak pasir kotoran hewan peliharaan.

Gas kloramin yang terhirup akibat paparan campuran ini dapat menimbulkan dampak kesehatan langsung pada saluran pernafasan dan area mukosa. Gejala awal akibat paparan gas ini meliputi iritasi berat pada mata, hidung, serta tenggorokan, yang disertai batuk, mual, hingga nyeri pada dada.

2. Pemutih pakaian dicampur cuka

ilustrasi pemutih pakaian dicampur cuka (unsplash.com/Precious Plastic Melbourne)

Resep alternatif satu ini sering muncul di internet dan menyarankan penggunaan campuran pemutih dengan cuka untuk dilakukan di rumah membasmi gulma. Menggabungkan dua bahan ini maupun bahan bersifat asam lainnya akan memicu reaksi kimia yang melepaskan gas klorin, yaitu suatu zat beracun yang sangat berbahaya bagi pernafasan.

Dilansir laman Anses, dampaknya korban akan mengalami gejala seperti batuk berdarah, sesak napas, hingga iritasi mata dan tenggorokan. Bahkan, beberapa kasus parah membutuhkan perawatan medis serius hingga penanganan di ruang perawatan intensif (ICU). Untuk menghindari risiko, sebaiknya tidak perlu mencampurkan bahan-bahan kimia tersebut. Sebagai gantinya, disarankan untuk menggunakan produk pembasmi gulma resmi yang telah teruji dan berlabel aman.

3. Pemutih pakaian dicampur alkohol

ilustrasi alkohol dicampur dengan pemutih pakaian (unsplash.com/Tetiana Shyshkina)

Mencampur pemutih pakaian dengan alkohol adalah tindakan yang sangat berbahaya karena merangsang reaksi kimia yang menghasilkan senyawa beracun bernama kloroform. Banyak orang tidak menyadari bahaya ini ketika mencoba membuat racikan pembersih sendiri di rumah, padahal menggabungkan dua bahan kimia rumah tangga tersebut dapat berdampak fatal bagi kesehatan.

Dampak paling utama adalah menghirup kloroform yang dihasilkan dari campuran tersebut dapat merusak sistem pernafasan, menyebabkan pusing, hingga membuat seseorang kehilangan kesadaran. Dalam paparan atau kadar yang sangat tinggi, uap racun ini bahkan bisa mengancam jiwa dan berisiko menyebabkan kematian. Selain itu, cairan hasil campuran bahan tersebut bersifat keras dan dapat menimbulkan luka bakar kimiawi jika terkena kulit.

4. Pemutih pakaian dicampur pembersih kamar mandi asam

ilustrasi pembersih kamar mandi (unsplash.com/GoGoNano)

Pemutih pakaian yang bersifat basa dengan pembersih kamar mandi berformula asam, merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan. Ketika kedua bahan kimia ini bersatu, reaksi kimianya akan langsung melepaskan gas klorin ke udara. Kebiasaan seperti mencampur atau menuang sisa pembersih ke dalam wadah produk lain untuk membuat racikan pembersih sendiri, sering kali berujung pada kecelakaaan kimia di rumah tangga.

Dilansir laman University of  Mississippi, paparan gas ini dapat memicu batuk terus-menerus, rasa terbakar di tenggorokan, mata perih, hingga sesak napas dan cedera paru-paru. Selain itu, kontak langsung cairan pembersih kimia keras pada kulit tanpa sarung tangan pelindung, juga dapat menyebabkan luka bakar kimia atau ruam parah yang gejalanya kadang baru terasa beberapa jam kemudian.

5. Hidrogen peroksida dicampur cuka

ilustrasi hidrogen peroksida dicampur cuka (unsplash.com/James Lo)

Mencampur hidrogen peroksida dan cuka secara langsung dalam satu wadah atau campuran yang sama sangat tidak dianjurkan. Meskipun keduanya merupakan bahan pembersih alami yang populer dan efektif saat digunakan secara terpisah, penggabungan kedua bahan kimia rumah tangga ini dapat memicu reaksi kimia berbahaya yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Ketika hidrogen peroksida dan cuka disatukan, reaksinya akan menghasilkan asam perasetat. Senyawa ini bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi parah pada kulit, mata, serta saluran pernafasan jika terhirup atau terpapar langsung, terutama di ruang dengan ventilasi yang minim.

Mengingat betapa berisiko dampak keracunan bahan kimia di rumah, meningkatkan kewaspadaan saat membersihkan hunian adalah langkah mutlak. Keinginan untuk mendapatkan hasil yang ekstra bersih sering kali membuat sebagian orang tergoda melakukan eksperimen sendiri tanpa memikirkan reaksi kimia yang terjadi. Padahal, keselamatan keluarga jauh lebih berharga daripada kilauan yang ditawarkan oleh racikan pembersih yang berbahaya. Membaca petunjuk dan menggunakan setiap produk sesuai dengan fungsinya masing-masing tanpa perlu mencampurkannya secara sembarangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article