Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Ciri Cacingan pada Anjing dan Cara Mengatasinya

4 Ciri Cacingan pada Anjing dan Cara Mengatasinya
ilustrasi anjing labrador (unsplash.com/Jakub Dziubak)
Intinya Sih
  • Cacingan pada anjing bisa menyebabkan perut buncit, feses mengandung cacing, nafsu makan menurun, dan perilaku menggosokkan pantat ke lantai akibat rasa gatal di area anus.
  • Penanganan utama meliputi pemberian obat antiparasit atau obat cacing sesuai resep dokter hewan serta menjaga kebersihan lingkungan agar infeksi tidak berulang.
  • Pencegahan dilakukan dengan rutin memberikan obat cacing sesuai anjuran dokter, memastikan makanan bergizi, dan menjaga kebersihan tempat tidur serta area bermain anjing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami oleh anjing, khususnya jika hewan tersebut sering bermain di luar atau justru memiliki kebiasaan buruk menjilat benda-benda kotor. Infeksi cacing memang dapat membawa dampak yang cukup serius terhadap kesehatan anjing apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Pemilik anjing tentunya perlu lebih peka dalam mengenali tanda-tanda cacingan, sehingga bisa segera memberikan perawatan yang sesuai agar kondisinya tidak semakin parah. Berikut ini merupakan beberapa ciri yang menunjukkan bahwa anjing mengalami cacingan, serta cara dalam mengatasinya.

1. Perut anjing membesar secara tidak normal

ilustrasi anjing (pexels.com/Daniel Bendig)
ilustrasi anjing (pexels.com/Daniel Bendig)

Salah satu tanda paling umum yang ditunjukkan dari anjing cacingan terlihat pada perutnya yang terlihat membesar atau buncit, meski berat badannya sebetulnya tidak bertambah. Kondisi seperti ini memang dapat terjadi karena cacing berkembang biak di dalam sistem pencernaan, sehingga dapat berpotensi menimbulkan peradangan.

Jika perut anjing terlihat terus kembung atau buncit dalam periode waktu yang cukup lama, maka segera lakukan pemeriksaannya ke dokter hewan untuk bisa memperoleh pengobatan anti parasit. Selain itu, pastikan bahwa anjing mendapatkan makanan yang bergizi agar bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi yang diakibatkan karena cacing.

2. Feses mengandung cacing atau telur cacing

ilustrasi anjing (unsplash.com/Angel Luciano)
ilustrasi anjing (unsplash.com/Angel Luciano)

Anjing yang mengalami kondisi cacingan biasanya akan mengeluarkan cacing di dalam fesesnya, entah itu dalam bentuk cacing hidup atau telur-telur cacing yang terlihat seperti butiran beras. Hal ini menunjukkan bahwa infeksi cacing yang dialami anjing sudah cukup parah, sehingga memerlukan proses penanganan yang cepat.

Untuk mengatasi hal yang satu ini, biasanya dokter hewan akan mulai meresepkan obat cacing yang bisa membunuh parasit di dalam tubuh anjing. Pemilik tentu perlu memperhatikan kebersihan lingkungan anjing agar nantinya tidak mudah terpapar kembali oleh cacing yang terdapat di tanah atau di kotorannya.

3. Nafsu makan berkurang dan berat badan menurun

ilustrasi anjing (unsplash.com/Cristian Castillo)
ilustrasi anjing (unsplash.com/Cristian Castillo)

Cacing yang hidup di dalam tubuh anjing memang akan lebih rentan menyerap berbagai nutrisi dari makanan yang dikonsumsinya, sehingga hal inilah yang dapat membuat anjing rentan mengalami penurunan berat badan. Pada beberapa kasus, ternyata anjing yang cacingan bisa rentan kehilangan nafsu makan karena merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya.

Jika anjing tampak terlihat lemas dan enggan makan, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan untuk bisa memastikan sumber penyebabnya. Coba berikan suplemen tambahan dan juga makanan bernutrisi tinggi, sehingga bisa semakin mempercepat proses pemulihan apabila anjing terkena infeksi cacing.

4. Sering menggosokkan pantat ke lantai atau tanah

ilustrasi anjing (unsplash.com/Camylla Battani)
ilustrasi anjing (unsplash.com/Camylla Battani)

Cacing yang berhasil menginfeksi sistem pencernaan anjing biasanya akan menimbulkan rasa gatal pada area sekitar anus, sehingga hal ini akan membuat anjing rentan menggosokkan pantatnya ke lantai atau tanah. Hal ini sebetulnya menjadi tanda khas dari keberadaan cacing pita atau cacing gelang.

Untuk mengatasi kondisi seperti ini, maka pemilik bisa memberikan obat cacing yang telah direkomendasikan oleh dokter, sehingga jangan asal memberikan obat. Selain itu, pastikan untuk selalu memastikan kebersihan tempat tidur dan juga kondisi lingkungan anjing agar bisa menghindari potensi infeksi yang berulang.

Cacingan pada anjing bukanlah masalah sepele, sebab hal ini dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan kesejahteraannya. Oleh sebab itu, pemilik perlu benar-benar cermat dalam mengenali ciri-ciri yang muncul, serta cara dalam mengatasinya. Lakukan pencegahan dengan rutin memberikan obat cacing yang disesuaikan dengan anjuran dokter dan jagalah kebersihan lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More