Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
7 Fakta Elang-ikan Kepala Kelabu, Predator Anggun Penikmat Ikan
Elang-ikan kepala kelabu bertengger di batang pohon. (commons.wikimedia.org/Brian Gratwicke)
  • Elang-ikan kepala kelabu adalah burung pemangsa asli Asia Tenggara yang hidup di hutan dataran rendah dekat perairan besar seperti sungai dan danau.
  • Burung ini memiliki ciri khas kepala abu-abu, ekor putih bergaris hitam, serta cakar melengkung dan telapak kasar untuk mencengkeram ikan licin.
  • Populasinya makin langka akibat hilangnya lahan basah berhutan, penebangan besar-besaran, polusi, penangkapan ikan berlebih, dan perdagangan burung ilegal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tahukah kamu kalau Indonesia punya burung pemangsa yang berpenampilan anggun sekaligus garang? Menariknya, predator sangat ini justru suka makan ikan. Namanya ialah elang-ikan kepala kelabu.

Elang-ikan kepala kelabu atau grey-headed fish eagle merupakan jenis burung pemangsa asli Asia Tenggara. Hutan dataran rendah Indonesia jadi salah satu rumah burung pemangsa ini. Dikarenakan suka makan ikan, burung ini punya adaptasi unik. Yuk, kenalan lewat tujuh fakta burung elang-ikan kepala kelabu atau grey-headed fish eagle berikut ini!

1. Burung pemangsa asli Asia Tenggara

Elang-ikan kepala kelabu bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Elang-ikan kepala kelabu atau grey-headed fish eagle (Icthyophaga ichthyaetus) merupakan jenis burung pemangsa asli Asia Tenggara. Ia burung elang berukuran sedang dan berwarna abu-abu kecokelatan yang tersebar secara alami mulai dari India, Kamboja, Nepal, Sri Lanka, Filipina, sampai ke Indonesia. Burung ini hidup di hutan dataran rendah dan selalu dekat dengan badan air besar seperti danau atau sungai.

2. Elang kekar berpenampilan anggun

Elang-ikan kepala kelabu bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Elang-ikan kepala kelabu merupakan jenis burung elang berukuran sedang. Panjang elang ini sekitar 61—75 sentimeter. Seperti burung pemangsa pada umumnya, elang-ikan kepala kelabu betina lebih besar dan jauh lebih berat dari jantan. Mengutip laman Birds of the World, bobot jantan berkisar 1,5—1,6 kilogram, sementara betina bisa mencapai 2,3—2,7 kilogram.

Elang-ikan kepala kelabu punya tampilan anggun yang khas. Kepalanya kecil dengan leher panjang. Bulu atasnya abu-abu yang kontras dengan bulu tubuh dan sayap kecokelatan, serta perut dan paha berbulu putih. Ekornya yang putih punya garis hitam tebal di bagian ujung, dan jadi ciri khas utama si burung saat terbang. Ditambah dengan paruh besar melengkung khas burung elang dan mata kuning cerah yang tajam, turut menambah kesan garang pada burung pemangsa ini.

3. Paling suka makan ikan

Elang-ikan kepala kelabu membawa ikan. (commons.wikimedia.org/Sanjoykumar99)

Sesuai namanya, elang-ikan kepala kelabu paling doyan makan ikan. Entah itu ikan hidup ataukah ikan mati, semuanya akan disantap. Di luar itu, elang-ikan kepala kelabu cuma sesekali makan burung darat seperti ayam hutan, mamalia kecil, dan reptil.

Elang-ikan kepala kelabu sering terlihat bertengger diam dengan postur tegak di cabang atau dahan pohon yang gundul di atas perairan. Mata tajamnya memerhatikan riak air dengan cermat. Burung ini habiskan banyak waktunya dengan bertengger dan jarang terlihat melayang di udara.

4. Menyambar ikan langsung dari air

Elang-ikan kepala kelabu membawa ikan. (commons.wikimedia.org/Julie Edgley)

Elang-ikan kepala kelabu berburu dari tempatnya bertengger atau dari ketinggian di udara saat patroli. Begitu menemukan mangsa, elang-ikan kepala kelabu langsung menukik dengan kaki dan cakar terentang ke depan. Kaki dan cakarnya tenggelam untuk mencengkeram ikan, lalu sayapnya yang panjang dan lebar dikepakkan kuat-kuat untuk mengangkatnya dari atas air. Mangsa dibawa ke tempat bertengger untuk disantap, tapi kalau mangsanya terlalu besar, akan diseret ke tepi air.

5. Punya adaptasi unik yang gak dimiliki saudaranya

Elang-ikan kepala kelabu membawa hasil buruan. (commons.wikimedia.org/Ashraf747)

Berkat menu makanannya yang spesifik, elang-ikan kepala kelabu punya adaptasi unik. Seperti yang diterangkan laman Animalia, burung ini punya cakar sangat melengkung mirip cakar burung elang tiram atau osprey yang juga gemar menangkap ikan. Uniknya, ciri cakar ini malah gak dimiliki kerabat terdekat elang-ikan kepala kelabu, yaitu elang laut dari marga Haliaeetus.

Cakar tajam melengkung ini efektif menusuk tubuh ikan seperti kail pancing. Gak cuma itu, laman BioDB juga menyebut kalau kaki elang-ikan kepala kelabu memiliki telapak yang kasar dan berduri. Semua ini bantu elang-ikan kepala kelabu mencengkeram kuat-kuat mangsanya yang licin itu.

6. Sarangnya dipakai bertahun-tahun

Elang-ikan kepala kelabu bertengger di pohon. (commons.wikimedia.org/Tisha Mukherjee)

Elang-ikan kepala kelabu bisa ditemukan bersarang di pohon tinggi dekat dengan badan air. Sarangnya terbuat dari ranting dan dilapisi dengan dedaunan hijau. Menurut laman Oiseaux Birds, elang-ikan kepala kelabu suka menggunakan kembali sarangnya di tahun berikutnya. Dikarenakan sering digunakan dan diperbaiki, sarang elang-ikan kepala kelabu bisa memiliki lebar 1,5 meter dan kedalaman 2 meter. Di sarang jumbo ini, elang-ikan kepala kelabu menghasilkan 2—4 butir telur.

7. Tersebar luas, tapi makin jarang

Elang-ikan kepala kelabu mencengkeram mangsanya. (commons.wikimedia.org/Shankar70)

Meski tersebar luas di seantero Asia Tenggara, elang-ikan kepala kelabu sangat langka dan cuma umum di beberapa daerah tertentu. Di Indonesia, burung ini aslinya tersebar luas di Kepulauan Sunda Besar. Dulu, elang-ikan kepala kelabu cukup melimpah di banyak daerah seperti Sumatra Selatan. Kini, burung gagah ini jarang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan, dan lebih jarang lagi di Jawa.

Penyebab utama hilangnya elang-ikan kepala kelabu adalah berkurangnya lahan basah berhutan akibat penebangan hutan besar-besaran. Di seluruh wilayah sebarannya di Asia Tenggara, tutupan hutan diperkirakan berkurang 28—33 persen. Hilangnya tutupan hutan di Indonesia termasuk yang paling parah akibat konversi hutan dataran rendah menjadi kebun kepala sawit dan kebun karet.

Di samping itu, elang-ikan kepala kelabu juga harus menghadapi polusi, penangkapan ikan berlebihan, hingga perdagangan burung. Menurut informasi dari laman Data Zone Bird Life, bukti perdagangan burung elang-ikan kepala kelabu khususnya berasal dari Indonesia. Spesies ini terancam oleh perdagangan domestik dan mancanegara, sebagian besar lewat daring di Indonesia.

Semoga saja keberadaan burung pemangsa ini bisa lebih terjaga dan lestari, ya? Siapa tahu burung ini bisa kembali jadi pemandangan umum di hutan-hutan Indonesia. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung elang-ikan kepala-kelabu atau grey-headed fish eagle?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team