Elang-ikan kepala kelabu mencengkeram mangsanya. (commons.wikimedia.org/Shankar70)
Meski tersebar luas di seantero Asia Tenggara, elang-ikan kepala kelabu sangat langka dan cuma umum di beberapa daerah tertentu. Di Indonesia, burung ini aslinya tersebar luas di Kepulauan Sunda Besar. Dulu, elang-ikan kepala kelabu cukup melimpah di banyak daerah seperti Sumatra Selatan. Kini, burung gagah ini jarang ditemukan di Sumatra dan Kalimantan, dan lebih jarang lagi di Jawa.
Penyebab utama hilangnya elang-ikan kepala kelabu adalah berkurangnya lahan basah berhutan akibat penebangan hutan besar-besaran. Di seluruh wilayah sebarannya di Asia Tenggara, tutupan hutan diperkirakan berkurang 28—33 persen. Hilangnya tutupan hutan di Indonesia termasuk yang paling parah akibat konversi hutan dataran rendah menjadi kebun kepala sawit dan kebun karet.
Di samping itu, elang-ikan kepala kelabu juga harus menghadapi polusi, penangkapan ikan berlebihan, hingga perdagangan burung. Menurut informasi dari laman Data Zone Bird Life, bukti perdagangan burung elang-ikan kepala kelabu khususnya berasal dari Indonesia. Spesies ini terancam oleh perdagangan domestik dan mancanegara, sebagian besar lewat daring di Indonesia.
Semoga saja keberadaan burung pemangsa ini bisa lebih terjaga dan lestari, ya? Siapa tahu burung ini bisa kembali jadi pemandangan umum di hutan-hutan Indonesia. Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung elang-ikan kepala-kelabu atau grey-headed fish eagle?