Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tenang Tapi Mematikan: 5 Hewan dengan Strategi Berburu Paling Horor

Tenang Tapi Mematikan: 5 Hewan dengan Strategi Berburu Paling Horor
ilustrasi singa (unsplash.com/Zdeněk Macháček)
Intinya Sih
  • Lima predator buas seperti macan tutul, cheetah, hyena, singa, dan serigala memiliki strategi berburu unik yang mematikan demi bertahan hidup di alam liar.
  • Macan tutul mengandalkan kamuflase dan kesabaran, cheetah memakai kecepatan ekstrem, sementara hyena mengejar mangsa hingga kelelahan atau memakan bangkai.
  • Singa dan serigala berburu secara taktis; singa menyergap dengan kekuatan cakar dan gigi tajam, sedangkan serigala bekerja sama dalam kawanan untuk melemahkan mangsanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di alam liar, ada hewan-hewan yang belagak layaknya psikopat saat berada di hadapan mangsanya. Para predator ini bekerja tanpa ampun demi mengenyangkan perut mereka, tak peduli seberapa ciut nyali mangsanya, mereka tetap mengoyak tanpa henti dengan cakar dan gigi taring yang menusuk tulang.

Meskipun terdengar menyeramkan, tapi inilah bagian dari strategi pertahanan si pemakan daging. Mereka tidak ingin mati konyol, maka dengan cara selicik apapun akan dilakukan demi memangsa hewan yang diincarnya. Berikut adalah 5 hewan yang bergaya ala psikopat saat berburu mangsa.

1. Macan Tutul

Macan Tutul
Macan Tutul (commons.wikimedia/Sumeet Moghe)

Macan tutul merupakan spesies yang khas di sabana, semak, dan tepi hutan. Hidup di alam liar seperti sabana membuat macan tutul terbiasa dengan pola adaptasi dan bertahan hidup yang luar biasa kuatnya. Adaptasi inilah yang membentuk macan tutul mampu bersaing dengan singa dan hyena di alam liar.

Sesuai dengan namanya, tubuhnya dipenuhi pola tutul sempurna yang dimanfaatkan untuk kamuflase di antara bayangan pohon dan rumput. Hewan ini juga dianugerahi rahang yang begitu kokoh dan gigi taring tajam.

Dalam urusan berburu, macan tutul mengandalkan kondisi yang senyap dan kesabaran. Sebelum memangsa, macan tutul akan mengintai dengan kesunyian, berbekal metode kamuflase di balik pohon.

Macan tutul akan merayap dengan perut yang hampir menyentuh tanah. Mereka terus mendekati mangsa dengan langkah yang pelan tapi pasti, hingga berada 5-10 meter dari mangsa.

Setelah dirasa mantap dan yakin, macan tutul bergegas melompat dengan kecepatan 58 km/jam ke arah mangsa. Tajamnya gigi taring langsung menghunus leher dan tenggorokan. Mereka sangat cerdas, sehingga tahu bahwa leher dan tenggorokan adalah titik kelemahan mangsa. Macan tutul akan terus menggigit hingga mangsa lemas dan menyerahkan diri.

2. Cheetah

ilustrasi cheetah (pexels.com/Frans Var Heedren)
ilustrasi cheetah (pexels.com/Frans Var Heedren)

Jika macan tutul saja bisa semengerikan itu, lalu bagaimana dengan cheetah? Hewan ini dikenal dengan kecepatannya yang tak tertandingi. Biasanya cheetah akan berburu di area terbuka dengan memanfaatkan setiap tempat persembunyian yang tersedia untuk mengintai.

Cheetah akan berusaha mendekati target hingga jarak 100 meter sebelum mengejarnya, mereka biasanya akan memilih hewan yang terisolasi di pinggiran kawanan.

Begitu pengejaran dimulai, cheetah hanya akan mengejar hewan tersebut dalam waktu singkat dan kemampuan berlarinya yang luar biasa harus memungkinkannya untuk segera mengejar mangsa agar dapat menjatuhkan dengan cakar dan mencengkram lehernya. Dengan cara ini cadangan oksigen mangsa akan terus menipis.

Setelah mangsa benar-benar tidak berdaya, barulah cheetah mengatur napas lebih dulu. Bagaimanapun kuatnya cheetah, hewan ini tetap kelelahan usai mengeluarkan seluruh tenaganya. Cheetah kemudian membawa hasil buruannya ke tempat teduh untuk dinikmati.

3. Hyena

ilustrasi hyena tutul (pexels.com/Frans Van)
ilustrasi hyena tutul (pexels.com/Frans Van)

Hyena adalah pemburu yang mengajar mangsa hingga mereka atau mangsanya akan kelelahan. Target utama hyena adalah hewan yang sudah tua atau sedang sakit, ini adalah bagian dari fungsi ekologisnya.

Hyena memilih mangsa dengan menerobos masuk ke tengah kawanan hewan dan tidak mengintai layaknya pemburu lainnya. Hyena mampu mengejar mangsa dengan kecepatan 60 km/jam selama lebih dari 2 km dan mengikuti kawanan hewan hampir 30 km sebelum benar-benar menyerangnya.

Biasanya hyena akan berburu sendiri atau berkelompok. Uniknya, hyena sangat suka makan bangkai, sehingga hewan ini mampu diandalkan untuk pengendalian alami penyakit antarks dengan membuang bangkai.

Bangkai yang dimakan hyena tergantung konsentrasi singa di daerah tersebut. Artinya, semakin banyak singa di wilayah tersebut, maka hyena lebih sering memakan bangkai. Sebaliknya, jika jumlah singa lebih rendah dan populasi hyena tinggi, maka hyena akan lebih sering berburu.

4. Singa

ilustrasi singa (pexels.com/lurii Ivashchnko)
ilustrasi singa (pexels.com/lurii Ivashchnko)

Singa cenderung mengandalkan taktik penyergapan, mereka akan mengandalkan kecepatan berlari untuk mengejutkan mangsanya. Usai mengamati mangsa yang potensial, singa akan mendekati secara berhai-hati. Mereka akan berjongkok rendah ke tanah, memastikan langkahnya yang mengeluarkan suara.

Saat menyerang, singa sering mencoba berlari mendahului mangsa demi memutus jalur pelarian mereka, dengan kecepatan mencapai 60 km/jam. Setelah cukup dekat, singa kemudian menerjang mangsa dengan cara mencengkram menggunakan cakar. Gigi tajamnya dipakai untuk menggigit dan mengeret ke tanah.

Selepas mangsanya tersungkur ke tanah, barulah singa akan membunuhnya. Jika mangsanya hewan besar, maka singa akan mulai melukai bagian tenggorokannya hingga mati. Begitupun jika hewan berukuran kecil, singa akan membunuh dengan memutus sumsum tulang belakang.

5. Serigala

ilustrasi serigala (pexels.com/Sunny)
ilustrasi serigala (pexels.com/Sunny)

Serigala mengandalkan pengejaran dan daya tahan dalam urusan berburu. Serigala bekerja sama dalam satu kawanan. Sekelompok serigala biasanya terlihat mengikuti kawanan rusa, karibu, atau mangsa besar lainnya selama berhari-hari.

Kawanan serigala mengikuti jejak bau dan suara dengan isyarat nonverbal. Dalam kawanan ini, alpa selaku pemimpin, flanker menyebar kiri-kanan, blonker ambil posisi depan untuk potong rute kabur.

Pada tahap pengepungan, serigala memaksa mangsa lelah melalui relay pursuit. Relay pursuit sendiri merupakan strategi berburu serigala di mana anggota kawanan bergantian mengejar mangsa hingga stamina habis.

Setelah mangsa kelelahan, serigala betina alpa kemudian melompat ke arah mangsa untuk mengunci kaki atau leher. Kawanan lainnya akan membantu melumpuhkan tanpa boros energi.

Itu dia 5 hewan dengan teknik perburuan yang mengerikan. Para predator ini menggandalkan taktik pengintaian, pengejaran, dan penyerangan tanpa ampun demi bertahan hidup di alam liar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More