Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hebat! 5 Hewan Ini Tahan Banget di Musim Dingin yang Ekstrem

ilustrasi hewan lynx (pexels.com/david selbert)
ilustrasi hewan lynx (pexels.com/david selbert)

Suhu yang sangat dingin sering kali membuat manusia tak bisa menahannya hingga berisiko terkena hipotermia. Lain halnya dengan manusia, ternyata di dunia ini ada sejumlah hewan yang justru tetap tahan dan baik-baik saja di tengah cuaca ekstrem yang sangat dingin. 

Menariknya lagi, hewan-hewan yang tahan di lingkungan super dingin ini gak melulu punya bulu yang tebal, lho. Lantas siapa sajakah mereka? Yuk, mengenal lebih dekat deretan hewan yang mampu beradaptasi dengan suhu dingin!

1. Caribou

ilustrasi hewan caribou atau reindeer (pexels.com/francesco ungaro)
ilustrasi hewan caribou atau reindeer (pexels.com/francesco ungaro)

Caribou atau bisa juga disebut sebagai rusa kutub merupakan hewan mamalia yang dapat bertahan hidup di musim panas maupun dingin. Hal ini seperti diungkap melalui National Geographic Kids, mereka sering kali bermigrasi ke arah utara pada musim panas dan menuju ke selatan di musim dingin.

Menariknya lagi, hewan dengan nama ilmiah rangifer tarandus ini punya kuku yang besar untuk mencari makanan. Mereka bahkan dikenal mampu menggali salju demi mendapatkan makanan dengan bentuk kaki bagian bawah yang seperti sekop.

2. Penguin Kaisar

ilustrasi hewan emperor penguins atau penguin kaisar (pexels.com/pixabay)
ilustrasi hewan emperor penguins atau penguin kaisar (pexels.com/pixabay)

Penguin identik dengan lingkungan tempat tinggal yang dingin, namun di antara berbagai jenisnya ternyata ada lho yang mampu beradaptasi di suhu yang sangat dingin. Salah satunya adalah emperor penguins atau penguin kaisar. Seperti dilansir melalui Discover Magazine, jenis penguin ini adalah yang terbesar dengan ciri khas bulu putih dan hitam yang dihiasi warna oranye kekuningan di sekitar lehernya.

Mereka punya cara tersendiri dalam menghadapi suhu dingin yang ekstrem, lho. Buat menjaga kehangatan tubuhnya, penguin kaisar akan berkerumun bersama membentuk lingkaran dan berputar-putar untuk membuat tubuh mereka tetap hangat. Bahkan secara berkelompok mereka juga akan menjaga anak-anak agar dalam kondisi hangat.

3. Walrus

ilustrasi hewan walrus (pexels.com/jonathan cooper)
ilustrasi hewan walrus (pexels.com/jonathan cooper)

Punya tubuh yang gempal, siapa sangka kalau walrus termasuk mamalia yang tahan hidup di iklim ekstrem. Tapi tahukah kamu? Kalau taring walrus yang sangat besar dan panjang rupanya digunakannya untuk menyeret tubuh keluar dari air yang dingin hingga melintasi es.

Masih dilansir dari laman sebelumnya, taring yang dimiliki walrus akan terus tumbuh sepanjang hidup mereka. Sayangnya spesies ini banyak diburu untuk diambil lemak dan gadingnya. Tak sampai di situ saja, walrus juga harus menghadapi perubahan iklim yang berpengaruh pada kehidupan mereka.

4. Lynx

ilustrasi hewan lynx (pexels.com/lena heckendorn)
ilustrasi hewan lynx (pexels.com/lena heckendorn)

Termasuk dalam spesies kucing liar, mungkin ada sebagian dari kamu yang masih asing dengan hewan yang satu ini. Bernama lynx yang dikenal tinggal di lingkungan terpencil daerah Amerika Utara. Berdasarkan National Wild Federation, hewan ini memiliki bulu yang sangat tebal untuk menjaga tubuhnya tetap hangat.

Selain itu, lynx juga punya cakar yang cukup besar buat memudahkan mereka berjalan di atas salju. Uniknya, populasi kucing liar yang satu ini mengandalkan populasi mangsanya. Salah satu hewan yang disukainya adalah kelinci sepatu salju.

5. Black-capped Chickadee

ilustrasi hewan black-capped chickadee (pexels.com/aaron j hill)
ilustrasi hewan black-capped chickadee (pexels.com/aaron j hill)

Punya tubuh yang sangat mungil tak membuat burung yang satu ini lemah. Ia justru menjadi salah satu hewan yang tahan terhadap suhu dingin yang sangat ekstrem. Bernama black-capped chickadee atau bisa juga disebut sebagai chickadee bertopi hitam. 

Masih dilansir dari National Wild Federation, buat beradaptasi dengan suhu yang dingin, mereka akan memasuki kondisi hipotermia di malam hari agar dapat menyimpan energi saat suhu tubuh mereka menurun. Ketika musim dingin tiba, mereka juga punya cadangan lemak di tubuh yang membantu agar tetap hangat. 

Ketahanan sejumlah hewan tadi di cuaca dingin sangat menakjubkan, ya. Fakta menarik hewan-hewan tadi sekaligus mengingatkan kita untuk tetap menjaga lingkungan agar bisa meminimalisir perubahan iklim yang bisa merugikan mereka. Semoga informasi ini bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us