Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Riset IMGR 2026: Gen Alpha Harus Hadapi Dunia yang Penuh Tantangan

ilustras Gen Alpha (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
ilustras Gen Alpha (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)
Intinya sih...
  • Gen Alpha tumbuh di tengah kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia dan membawa budaya lokal ke panggung digital dan global.
  • Identitas Gen Alpha dibentuk oleh paparan budaya global dan kedekatan dengan konten lokal, menghidupkan budaya melalui remix, ekspresi, dan kontribusi di ruang digital.
  • Gen Alpha harus menghadapi isu besar seperti ketidakstabilan iklim, distorsi informasi, algoritme media sosial, normalisasi pengawasan, polarisasi ekonomi, dan perhatian yang terfragmentasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

IDN Research Institute resmi merilis publikasi tahunan Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 (IMGR 2026) yang mengungkapkan potret baru mengenai Generasi Alpha di Indonesia. Generasi termuda ini tumbuh di tengah kebangkitan ekonomi kreatif Indonesia di tengah arus global yang semakin kencang.

Menariknya, laporan ini menyoroti bagaimana Gen Alpha tidak sekadar menjadi konsumen tren internasional, tapi juga membawa budaya lokal ke panggung digital dan global. Mereka membagikannya melalui cara-cara yang ekspresif dan kreatif, ala gen Alpha.

Global, tapi berakar pada budaya lokal

ilustrasi Gen Alpha (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi Gen Alpha (pexels.com/Ron Lach)

Hasil Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 menunjukkan bahwa identitas Gen Alpha tidak hanya dibentuk oleh paparan budaya global, tetapi juga oleh kedekatan mereka dengan konten lokal. Anak-anak Indonesia generasi ini tumbuh akrab dengan karakter seperti Jumbo, Nussa, hingga Kiko yang menjadi salah satu tayangan anak paling populer di YouTube.

Popularitas tersebut tak hanya menjadi pilihan hiburan, tapi juga tanda adanya pergeseran makna budaya bagi Gen Alpha. Bagi mereka, menjadi orang Indonesia bukan soal mempertahankan tradisi yang kaku, melainkan tentang menghidupkan budaya melalui remix, ekspresi, dan kontribusi di ruang digital.

"Menjadi orang Indonesia bagi Gen Alpha bukan tentang nostalgia. Melainkan tentang ekspresi, remix, dan kontribusi," ungkap riset IMGR 2026.

Tantangan dunia yang mengelilingi Gen Alpha

Di balik optimisme dan kebanggaan budaya, laporan ini juga menekankan bahwa Gen Alpha mewarisi dunia yang kompleks dan penuh ketidakpastian.

Mereka harus menghadapi isu besar seperti ketidakstabilan iklim yang memengaruhi migrasi dan keamanan, distorsi informasi yang menyulitkan pencarian kebenaran, hingga algoritme media sosial yang memengaruhi cara pandang mereka terhadap diri sendiri.

Selain itu, normalisasi pengawasan bisa mengubah definisi privasi. Polarisasi ekonomi berpotensi membatasi akses pendidikan, dan perhatian yang terfragmentasi membuat fokus semakin sulit dipertahankan.

Semua ini menunjukkan bahwa perjalanan Gen Alpha tidak hanya tentang kreativitas dan budaya, tetapi juga tentang menghadapi realitas dunia yang penuh tantangan.

"Literasi digital dan kebanggaan budaya hanyalah sebagian dari ceritanya. Dunia yang diwarisi Gen Alpha berlapis-lapis, tetapi juga dapat dinilai sangat timpang," ungkap laporan tersebut.

Keberadaan Gen Alpha menjadi gambaran bagaimana masa depan Indonesia dibentuk oleh generasi yang tumbuh global namun tetap bangga dengan akar budayanya. Temuan dari Indonesia Millennial and Gen Z Report 2026 memberi pesan bahwa meski dikelilingi tantangan besar, Gen Alpha tetap memiliki potensi untuk menjadikan identitas Indonesia relevan di panggung dunia.

IDN menggelar Indonesia Summit 2025, sebuah konferensi independen yang khusus diselenggarakan untuk dan melibatkan generasi Milenial dan Gen Z di Tanah Air. Dengan tema "Theme: Thriving Beyond Turbulence Celebrating Indonesia's 80 years of purpose, progress, and possibility". IS 2025 bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh nusantara.

IS 2025 diadakan pada 27 - 28 Agustus 2025 di Tribrata Dharmawansa, Jakarta. Dalam IS 2025, IDN juga meluncurkan Indonesia Millennial and Gen-Z Report 2026.

Survei ini dikerjakan oleh IDN Research Institute. Melalui survei ini, IDN menggali aspirasi dan DNA Milenial dan Gen Z, apa nilai-nilai yang mendasari tindakan mereka. Survei dilakukan pada Februari sampai April 2025 dengan studi metode campuran yang melibatkan 1.500 responden, dibagi rata antara Milenial dan Gen Z.

Survei ini menjangkau responden di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, dan Makassar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us