ilustrasi gunung berapi (unsplash.com/Tetiana GRY)
Suara gemuruh gunung berapi bukan sekadar fenomena alam yang menarik untuk diamati. Informasi yang terkandung di dalamnya juga dapat membantu pemantauan aktivitas vulkanik. Ilmuwan menggunakan seismometer untuk merekam getaran tanah dan sensor infrasonik untuk mendeteksi gelombang tekanan di atmosfer.
Kedua instrumen tersebut memberikan informasi yang saling melengkapi. Seismometer membantu mengidentifikasi gempa vulkanik dan tremor, sedangkan sensor infrasonik dapat merekam suara berfrekuensi rendah yang tidak terdengar oleh manusia. Data ini dapat membantu peneliti mengenali perubahan pola aktivitas gunung berapi dari waktu ke waktu.
Misalnya, peningkatan tremor atau perubahan sinyal infrasonik bisa menjadi petunjuk adanya perubahan pergerakan magma maupun pelepasan gas. Meski demikian, suara saja tidak cukup untuk memastikan kapan erupsi akan terjadi. Ilmuwan juga perlu mempertimbangkan pengukuran gas vulkanik, perubahan bentuk tubuh gunung, data satelit, serta riwayat aktivitas gunung tersebut.
Pemantauan menggunakan berbagai instrumen ini penting untuk membantu menilai tingkat bahaya dan mendukung sistem peringatan dini. Dengan memahami perubahan aktivitas vulkanik secara lebih menyeluruh, petugas dapat menyampaikan informasi yang lebih akurat kepada masyarakat di wilayah rawan bencana.
Pada akhirnya, gunung berapi mengeluarkan suara gemuruh karena adanya proses fisik yang kompleks di dalam dan di sekitar tubuhnya. Pergerakan magma, pelepasan gas, retakan batuan, serta resonansi kawah dapat menghasilkan suara dengan karakter yang berbeda-beda. Bagi ilmuwan, suara tersebut bukan hanya fenomena alam yang mengagumkan, melainkan juga sumber informasi untuk memahami aktivitas gunung berapi dan membantu mengurangi risiko bencana.
Referensi
National Geographic. Diakses pada Oktober 2026. Volcano's "Scream" Before Eruption Explained
PBS. Diakses pada Oktober 2026. Eavesdropping on Volcanoes’ Silent Symphonies Can Help Forecast Eruptions
Smithsonian Magazine. Diakses pada Oktober 2026. Listen to a Volcano ‘Scream’
The Christian Science Monitor. Diakses pada Oktober 2026. Why Volcanoes Scream Before They Blow Up