Hujan biasanya membantu menyuburkan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman. Namun, kondisinya bisa berbeda ketika hujan turun di kawasan yang baru saja mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Alih-alih membantu memulihkan lingkungan, air hujan justru dapat mengikis lapisan tanah, membawa material sisa kebakaran, hingga memicu aliran lumpur yang berbahaya.
Fenomena ini terjadi karena kebakaran mengubah kondisi permukaan dan struktur tanah. Vegetasi yang sebelumnya melindungi tanah terbakar, sementara panas api dapat mengurangi kemampuan tanah menyerap air. Akibatnya, air hujan lebih mudah mengalir di permukaan dan membawa partikel tanah ke tempat yang lebih rendah. Lantas, kenapa hujan setelah karhutla bisa memicu erosi tanah?
