Kawah merupakan salah satu bagian gunung berapi yang bentuknya bisa berubah seiring aktivitas vulkanik berlangsung. Perubahan tersebut dapat terjadi ketika tekanan magma di bawah permukaan meningkat atau ketika material dari dalam gunung dikeluarkan saat erupsi. Bentuk kawah juga bisa berubah setelah letusan karena adanya longsoran batuan, runtuhan dinding kawah, atau penumpukan material vulkanik.
Oleh karena itu, kawah yang terlihat pada suatu waktu belum tentu memiliki bentuk yang sama beberapa tahun atau bahkan beberapa hari kemudian. Perubahan bentuk tersebut menjadi salah satu tanda yang dapat diamati untuk memahami aktivitas sebuah gunung api. Lantas, apa saja yang bisa membuat bentuk kawah gunung berapi berubah? Yuk, simak penjelasan lebih lanjutnya di bawah ini!
