Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Rumput Punya Bau yang Khas? Begini Penjelasannya!

Kenapa Rumput Punya Bau yang Khas? Begini Penjelasannya!
rumput (commons.wikimedia.org/Vyacheslav Argenberg)
Intinya Sih
  • Rumput mengeluarkan bau khas saat dipotong sebagai bentuk pertahanan diri, dikenal sebagai Green Leaf Volatiles (GLVs) yang muncul akibat trauma fisik pada jaringan tanaman.
  • Bau tersebut terbentuk dari reaksi kimia kompleks melibatkan enzim lipoxygenase, asam linolenic, oksigen, serta senyawa seperti alkohol, aldehyde, dan ester.
  • Aroma rumput tak hanya berfungsi bagi tanaman, tapi juga memberi efek positif bagi manusia seperti rasa tenang, nostalgia, dan peningkatan kepercayaan sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rumput menjadi bagian penting dari ekosistem dan kehidupan makhluk lain. Bukan sekadar tanaman berwarna hijau, rumput menjadi sumber makanan, tempat persembunyian, hingga komoditas yang krusial bagi hewan hingga manusia. Rumput juga memiliki hal yang menarik, yaitu mampu mengeluarkan bau khas. Namun, tahukah kamu kenapa rumput punya bau yang khas?

Biasanya, bau tersebut akan dikeluarkan ketika rumput dipotong. Bau tersebut merupakan sistem pertahanan rumput. Bau khas tersebut juga mengandung banyak zat kimia. Efeknya juga berbeda dan tiap spesies rumput memiliki bau khas tersendiri. Mau tahu lebih dalam terkait bau khas rumput? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

1. Kenapa rumput punya bau yang khas?

rumput
rumput (commons.wikimedia.org/Luc Viatour)

Dilansir Bethel Farms, bau khas yang dikeluarkan oleh rumput sering disebut dengan Green Leaf Volatiles (GLVs). GLVs merupakan suatu kandungan yang dikeluarkan oleh tanaman saat organ tubuhnya terganggu atau terkena trauma fisik. Kandungan tersebut akan keluar serta bercampur dengan zat lain, seperti udara dan zat kimia yang akhirnya membentuk bau khas. Tergantung spesiesnya, bau yang dikeluarkan akan berbeda, mulai dari aroma agak manis, kuat, hingga aroma yang tajam.

2. Bau khas rumput berasal dari zat kimia

rumput
rumput (commons.wikimedia.org/Vyacheslav Argenberg)

Bau khas rumput merupakan akumulasi dan campuran dari berbagai zat kimia, entah itu yang berasal dari rumput atau zat eksternal. Dilansir Mental Floss, enzim lipoxygenase akan menghancurkan membran di sel rumput ketika rumput terpotong atau terkena trauma fisik. Proses tersebut memproduksi linolenic dan asam linolenic. Ketika kedua zat tersebut bertemu dengan oksigen maka tercipta cis-3-hexenal. Setelah itu, cis-3-hexenal akan berubah menjadi cis-3-hexenol dan trans-2-hexenal. GLVs (bau khas) merupakan kombinasi dari semua zat kimia tersebut ditambah dengan alkohol, aldehyde, dan ester.

3. Rumput mengeluarkan bau saat dipotong

rumput
rumput (commons.wikimedia.org/Vengolis)

Biasanya, rumput akan mengeluarkan bau khas saat dipotong atau terkena trauma fisik seperti dirobek dan terinjak. Pemotongan tersebut akan mengeluarkan berbagai zat kimia yang membentuk GLVs dan menghasilkan bau. Laman Live Science juga menjelaskan kalau rumput bukan satu-satunya tanaman yang bisa mengeluarkan bau khas. Penelitian pada 2010 oleh Ian Baldwin mengungkap fakta kalau daun tembakau juga bisa mengeluarkan bau khas saat digosok dan ditusuk dengan air liur serangga.

4. Efek aroma rumput bagi manusia

rumput
rumput (commons.wikimedia.org/Dietmar Rabich)

Bau khas merupakan strategi pertahanan rumput untuk menghindari ancaman. Selain itu, bau tersebut juga merupakan upaya komunikasi. Namun, bagi manusia bau tersebut memiliki fungsi yang sangat berbeda. Artikel di jurnal Frontiers in Psychology menerangkan kalau bau khas rumput bisa meningkatkan kepercayaan antar individu. Bau tersebut juga mampu merangsang otak untuk memberikan perasaan nostalgia. Jika terus dicium, bau khas rumput mampu memberikan ketenangan dan perasaan positif di dalam hati.

5. Jenis rumput yang punya bau khas

rumput
rumput (commons.wikimedia.org/Amuzujoe)

Secara umum, hampir semua jenis rumput bisa mengeluarkan bau khas. Namun, tiap jenis rumput memiliki karakteristik bau yang berbeda. Dilansir Scentopia Singapore, lemongrass, lemon verbena, dan citronella punya bau yang kuat dan menyegarkan sehingga cocok untuk terapi ketenangan. Manusia juga bisa memanfaatkan rumput-rumput tersebut untuk dijadikan parfum atau minyak. Di sisi lain, ada juga stinkgras yang baunya menusuk dan tak disukai banyak orang. Adapun, sweet vergnal grass mampu mengeluarkan bau khas yang manis sehingga cocok ditanam di taman atau kebun.

Alasan kenapa rumput punya bau yang khas berhubungan dengan kehidupan dan strategi bertahan hidup mereka. Jadi, bau khas rumput bukan semata-mata hadir untuk membuat manusia merasa senang dan tenang. Bau khas rumput juga membuktikan kalau tanaman memiliki kompleksitas yang tinggi. Tanaman memang tak bisa bersuara, tetapi mereka mampu melakukan hal lain yang sangat unik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi
Follow Us

Latest in Science

See More