Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Bintang Pleiades Tampak Berkelompok di Langit?
ilustrasi taurus dan pleiades (unsplash.com/Shlomo Shalev)
  • Pleiades merupakan gugusan bintang terbuka di Taurus yang lahir dari awan gas dan debu sama sekitar 100 juta tahun lalu, dengan ratusan anggota meski hanya enam atau tujuh terlihat tanpa teleskop.

  • Gravitasi antaranggota dan gerak yang hampir searah dengan kecepatan serupa membuat Pleiades tetap relatif rapat; dari Bumi berjarak sekitar 440 tahun cahaya, gugusan ini tampak menempati area kecil.

  • Bintang biru-putih Pleiades yang panas membuatnya menonjol, sementara debu antarbintang memantulkan cahaya biru dalam foto; kelak interaksi internal dan gaya Bima Sakti akan menyebarkan anggotanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada malam yang cerah, kamu mungkin akan melihat sekelompok kecil bintang terang yang bersinar berdekatan di konstelasi Taurus. Gugusan bintang yang indah ini dikenal sebagai Pleiades atau yang memiliki nama lain Seven Sisters. Tidak seperti kebanyakan bintang yang tersebar di langit malam, Pleiades tampak membentuk kelompok kecil yang rapat. Penampilan mereka yang tidak biasa telah menarik perhatian para pengamat langit selama ribuan tahun.

Namun, mengapa bintang-bintang Pleiades tampak berkelompok alih-alih tersebar di langit? Menariknya, susunan mereka yang berdekatan bukanlah sekadar tipuan perspektif. Bintang-bintang ini sebenarnya termasuk dalam keluarga bintang yang sama, yang terbentuk dari awan gas dan debu yang sama jutaan tahun yang lalu. Inilah yang membuat Pleiades menjadi pemandangan yang begitu mempesona.

1. Bintang-bintang Pleiades lahir dari awan yang sama

Salah satu alasan utama mengapa bintang-bintang Pleiades tampak begitu berdekatan adalah karena mereka memiliki asal usul yang sama. Sekitar 100 juta tahun yang lalu, awan gas dan debu yang sangat besar di ruang angkasa mulai runtuh karena gravitasinya sendiri. Seiring waktu, berbagai wilayah di awan ini membentuk ratusan bintang baru.

Karena bintang-bintang ini berkembang di wilayah yang sama, mereka tetap relatif dekat satu sama lain. Para astronom menyebut jenis pengelompokan bintang ini sebagai open star cluster atau gugusan bintang terbuka.

Pleiades adalah gugusan bintang yang sebenarnya, bukan susunan yang kebetulan di langit. Meskipun kita biasanya hanya dapat melihat enam atau tujuh bintang terang tanpa teleskop, gugusan ini sebenarnya berisi ratusan anggota.

2. Gravitasi membantu menjaga bintang-bintang tetap bersama

Bintang tidak perlu terhubung secara fisik untuk bergerak melalui ruang angkasa sebagai sebuah kelompok. Di Pleiades, gravitasi memainkan peran penting dalam menjaga banyak bintang tetap relatif dekat satu sama lain.

Setiap bintang mengalami tarikan gravitasi dari anggota gugusan lainnya. Tarikan bersama ini membantu mencegah mereka langsung menjauh ke arah yang berbeda.

Bintang-bintang Pleiades juga bergerak melalui Bima Sakti dengan arah yang hampir sama dan kecepatan yang serupa. Akibatnya, susunan mereka berubah sangat sedikit selama masa hidup manusia.

Namun, hubungan gravitasi antara bintang-bintang ini tidak terlalu kuat. Tidak seperti gugus bola yang padat, gugus terbuka seperti Pleiades dapat secara bertahap kehilangan anggotanya seiring waktu.

3. Jaraknya membuat mereka tampak berdekatan

ilustrasi gugus bintang Pleiades (pexels.com/Luis Felipe Alburquerque Briganti)

Pleiades terletak sekitar 440 tahun cahaya dari Bumi. Terlepas dari jarak yang sangat jauh ini, beberapa bintangnya yang paling terang dapat terlihat dengan mata telanjang.

Dari perspektif kita, bintang-bintang ini menempati area yang relatif kecil di langit malam. Hal ini membuat mereka tampak seperti kelompok bintang yang dekat, meskipun jarak sebenarnya antara masing-masing bintang sangatlah jauh.

Pleiades termasuk di antara gugus bintang yang paling mudah dikenali tanpa peralatan khusus. Susunannya yang khas terkadang dibandingkan dengan biduk kecil.

Yang membuat gugus ini sangat menarik adalah bintang-bintangnya tidak hanya berjejer secara kebetulan. Mereka benar-benar terkait satu sama lain di ruang angkasa.

4. Warnanya yang biru terang membuat gugus bintang ini menonjol

Alasan lain mengapa Pleiades begitu mencolok adalah kecerahan warnanya yang paling menonjol. Beberapa anggota bintang ini adalah bintang panas berwarna biru-putih yang menghasilkan cahaya dalam jumlah besar.

Warnanya yang sangat cerah dan mencolok memungkinkan manusia melihatnya dari jarak ratusan tahun cahaya. Dengan latar belakang langit malam yang lebih gelap, bintang-bintang ini menciptakan pola yang mencolok.

Foto-foto Pleiades juga mengungkapkan cahaya biru lembut yang mengelilingi beberapa bintang paling terang. Cahaya ini berasal dari nebula refleksi, tempat debu antarbintang menyebarkan cahaya bintang, khususnya panjang gelombang biru.

Debu yang terlihat di sekitar Pleiades bukan berasal dari sisa proses pembentukan bintang-bintangnya. Debu tersebut merupakan bagian dari wilayah ruang angkasa yang sedang dilalui Pleiades. Cahaya dari bintang-bintang Pleiades kemudian dihamburkan oleh debu sehingga menghasilkan cahaya kebiruan yang terlihat dalam foto astronomi.

5. Pleiades tidak akan tetap bersama selamanya

Meskipun Pleiades telah bersama selama jutaan tahun, susunan mereka tidak akan bertahan selamanya. Seiring waktu, gaya gravitasi akan berubah. Interaksi di dalam gugus bintang serta gaya-gaya dari Bima Sakti di sekitarnya akan secara bertahap memisahkan bintang-bintang di dalamnya.

Beberapa anggota mungkin menjauh dari kelompok utama dan terus bergerak melintasi galaksi secara mandiri. Pada akhirnya, gugus tersebut bisa menjadi begitu tersebar sehingga tidak lagi menyerupai pola yang kita kenal saat ini.

Namun, proses ini memakan waktu yang sangat lama. Dengan usia sekitar 100 juta tahun, Pleiades tergolong relatif muda dibandingkan dengan banyak bintang lain di Bima Sakti.

Pleiades juga membantu para astronom memahami bagaimana bintang berkembang. Karena anggota-anggotanya terbentuk pada waktu yang hampir bersamaan, para ilmuwan dapat membandingkan bintang-bintang dengan massa yang berbeda untuk mempelajari lebih lanjut tentang evolusi bintang.

Jadi, bintang-bintang Pleiades tampak berdekatan karena berasal dari awan gas dan debu yang sama serta masih dipengaruhi oleh gravitasi satu sama lain. Hal ini menjelaskan mengapa mereka tetap terlihat berkelompok meskipun telah terbentuk sekitar 100 juta tahun lalu.

Referensi

Earth Sky. Diakses pada Oktober 2026. The Pleiades – or 7 Sisters – Known Around the World
Museum of Science. Diakses pada Oktober 2026. The Pleiades: Humanity’s Oldest Story?
Scientific American. Diakses pada Oktober 2026. The Pleiades Star Cluster Has a Secret Stellar Family Scattered across the Milky Way
Sky and Telescope. Diakses pada Oktober 2026. Meet The Pleiades, The Seven Sisters

Curated For You

Editorial Team

Related Article