Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengapa Tidak Semua Jenis Ikan Memiliki Sisik? Ini Penjelasannya!
ilustrasi ikan (pexels.com/Engin Akyurt)
  • Sisik ikan berfungsi sebagai pelindung tubuh, membantu pergerakan di air, serta bekerja sama dengan lendir untuk mencegah infeksi dan menjaga kelincahan ikan.
  • Tidak semua ikan memiliki sisik; beberapa seperti lele dan clingfish dilindungi oleh lapisan lendir tebal yang berperan melawan parasit dan cedera.
  • Ada lima jenis utama sisik ikan—plakoid, kosmoid, ganoid, sikloid, dan ctenoid—masing-masing memiliki bentuk serta struktur berbeda sesuai adaptasi spesiesnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehidupan ikan-ikan di perairan selalu menyimpan misteri yang masih tanda tanya. Mulai dari hal kecil seperti sisik ikan. Yup, kamu tidak salah baca, ikan identik dengan sisik, tapi pernahkah kamu bertanya apakah semua ikan benar-benar diselimuti sisik yang kasar? Atau justru ada beberapa spesies yang tidak memilikinya?

Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini sebenarnya ada penjelasan sainsnya. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi lebih jauh seberapa penting sisik ikan dan mengapa tidak semua ikan memilikinya?

Fungsi sisik pada ikan

Ikan Mujair (commons.wikimedia/Greg Hume)

Sisik ikan adalah bagian dari adaptasi luar biasa yang memungkinkan ikan untuk berkembang di berbagai lingkungan perairan. Sisik ikan seringkali terlihat tumpang tindih seperti genteng di atap, menciptakan perisai pelindung bagi ikan.

Struktur sisik ikan juga memberikan keuntungan yang efisien, memungkinkan ikan untuk meluncur dengan mudah di dalam air, menghemat energi dalam aktivitas sehari-hari.

Struktur ikan biasanya terlihat dalam berbagai warna, pola, dan bentuk. Di mana setiap sisik bertindak sebagai kanvas mini, memantulkan dan membiaskan cahaya dengan cara yang mempesona.

Sisik adalah struktur jaringan penutup terluar pada tubuh ikan. Fungsi sisik sendiri diibaratkan seperti tameng yang menjaga tubuh ikan dari luka, sengatan batu karang, dan gigitan hewan lain. Tidak hanya itu, sisik juga membantu ikan untuk berenang lebih lincah karena air bisa mengalir di tubuh ikan tanpa menimbulkan banyak hambatan.

Sisik bekerja sama dengan lendir yang dihasilkan kulit ikan. Yang mana lendir tersebut menutupi sisik dan berfungsi mencegah masuknya kuman dan parasit.

Apakah semua ikan memiliki sisik?

Ikan Lele (commons.wikimedia/עוזי פז)

Dilansir Australian Museum, dijelaskan bahwa tidak semua ikan memiliki sisik. Misalnya ikan clingfish dari famili Gobiesocidae, tubuh mereka sepenuhnya dilindungi oleh lapisan lendir yang tebal dan tidak memiliki sisik.

Ikan lele juga tidak memiliki sisik layaknya ikan pada umumnya. Saat memegang tubuh lele, kita akan merasakan betapa licinnya ikan tersebut. Hal ini dikarenakan adanya lapisan lendir yang dihasilkan oleh sel-sel mukus yang terdapat pada lapisan epidermis kulitnya. Lendir ini berfungsi untuk melindungi tubuh lele dari parasit, infeksi bakteri, dan cedera.

Uniknya lagi, ada jenis ikan pedang yang lahir dengan sisik, tetapi sisik tersebut perlahan hilang secara permanen seiring pertumbuhannya.

Apakah semua sisik ikan memiliki ukuran yang sama?

ilustrasi ikan (unsplash.com/Sebastian Pena Lambarri)

Sejatinya setiap ikan memiliki sisik yang bervariasi. Beberapa ikan, seperti belut air tawar memiliki sisik kecil yang tertanam di dalamnya.

Sementara itu, ikan tuna memiliki sisik kecil yang ditemukan di area tubuh yang terpisah. Di sisik lain, ikan kakap karang memiliki sisi berukuran sedang, sedangkan sisik ikan lain seperti tarpon, memiliki ukuran yang lebih besar.

Sisik juga memiliki beragam jenis, di bawah ini adalah 5 jenis sisik ikan:

  1. Plakoid: Sisik plakoid memiliki bentuk yang runcing seperti gigi. Sisik plakoid juga disebut sisik dentikal yang biasanya ditemukan pada ikan bertulang rawan seperti hiu.

  2. Kosmoid: Sisik kosmoid memiliki tiga lapisan, termasuk lapisan luar yang keras, lapisan dalam berupa kosmin (sejenis dentin yang terdapat pada gigi), dan lapisan tulang. Jenis sisik ini tumbuh bersama ikan, yang berarti bahwa seiring pertumbuhan ikan, sisiknya juga akan membesar.

  3. Ganoid: Sisik ganoid adalah lempengan tebal berbentuk berlian yang saling menempel seperti potongan puzzle untuk membentuk cangkang keras di sekitar ikan. Sisik ini ditemukan pada ikan seperti sturgeon dan gar.

  4. Sikloid: Ciri khas sisiknya halus, rata, dan bulat. Sisik ini biasanya ditemukan pada ikan bertulang seperti salmon dan ikan mas.

  5. Ctenoid: Sisik ini mirip dengan sikloid karena sama-sama berbentuk bulat, bedanya bagian tepi sisi ctenoid cenderung bergerigi seperti gigi tajam.

Sebagai penutup, tidak semua jenis ikan memiliki sisik. Beberapa ikan melindungi tubuhnya dengan lendir yang dihasilkan kulit seperti ikan lele.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team