Comscore Tracker

Sepenting Apa Keberadaan Kebun Binatang saat Ini?

Salah satu perannya adalah untuk konservasi

Kebun binatang adalah tempat favorit banyak orang. Di sini, kita bisa melihat berbagai hewan dalam jarak yang cukup dekat. Bahkan, di beberapa kebun binatang, kita bisa berinteraksi dengan memberi makan atau berfoto bersama.

Namun, kebun binatang dikritisi karena hewan memiliki ruang gerak yang sangat terbatas. Bahkan, ada kebun binatang yang hanya berorientasi pada uang dan tidak memperhatikan satwanya dengan baik.

Lantas, mengapa kebun binatang masih diperlukan di era sekarang? Sepenting apa perannya bagi lingkungan hidup? Let's find out together!

1. Meningkatkan populasi hewan yang terancam punah di alam liar

Sepenting Apa Keberadaan Kebun Binatang saat Ini?Tamarin singa emas terselamatkan dari kepunahan setelah upaya konservasi selama 30 tahun. (unsplash.com/Lindie Botes)

Kebun binatang menyelamatkan spesies yang kelangsungan hidupnya di alam liar mengkhawatirkan. Dengan cara apa? Dengan meningkatkan populasinya di penangkaran.

Salah satu contohnya adalah macan tutul Amur alias Amur leopard (Panthera pardus orientalis). Dulunya, hanya tersisa 35-65 ekor di alam liar. Namun, kini terdapat lebih dari 200 ekor yang bertahan hidup di penangkaran.

Ada pula kondor California (Gymnogyps californianus) yang jumlahnya hanya 23 ekor di alam liar pada awal 1980-an. Untuk menyelamatkan spesies tersebut, populasi yang tersisa dibawa ke penangkaran, salah satunya dipelihara di kebun binatang San Diego. Hasilnya, sekarang ada lebih dari 400 ekor di alam liar.

Contoh lainnya ialah tamarin singa emas (Leontopithecus rosalia). Setelah 30 tahun upaya konservasi yang melibatkan Smithsonian National Zoological Park dan Associação Mico-Leao-Dourado di Rio de Janeiro, status hewan ini berubah dari sangat terancam punah (critically endangered) menjadi terancam punah (endangered).

2. Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konservasi

Sepenting Apa Keberadaan Kebun Binatang saat Ini?ilustrasi pengunjung kebun binatang (unsplash.com/Daiga Ellaby)

Untuk menghindari kepunahan satwa liar, publik perlu mendapat edukasi mengenai konservasi. Berdasarkan tesis yang dikemukakan oleh Michelle Lynn McElroy dari Kansas State University, edukasi tentang satwa liar dan konservasi habitat harus membahas nilai-nilai ilmiah, ekologi, dan estetika agar efektif.

Masyarakat harus mengetahui hubungan antara manusia dengan alam. Dengan begitu, mereka mengerti pentingnya melestarikan alam untuk masa depan. Ini bisa dicapai dengan menciptakan tempat senatural dan semirip mungkin dengan alam, contohnya kebun binatang atau taman safari.

Tidak cukup dengan penjelasan yang ada di papan informasi, kebun binatang perlu menyediakan guide yang menjelaskan fakta-fakta menarik tentang hewan. Ini bertujuan untuk menambah wawasan serta membentuk hubungan emosional terhadap hewan dan habitatnya.

Melansir CLEARING Magazine, tujuan utama kebun binatang adalah untuk mempromosikan konservasi satwa liar. Bukan hanya untuk rekreasi dan penelitian, yang terpenting adalah untuk mengedukasi publik.

3. Digunakan untuk riset atau penelitian

Sepenting Apa Keberadaan Kebun Binatang saat Ini?ilustrasi meneliti perilaku hewan (oregonzoo.org)

Saat sedang berkunjung ke kebun binatang, pernahkah kamu melihat seseorang sedang meneliti hewan? Peneliti di kebun binatang selalu mengumpulkan data, memantau perilaku, dan mencatat jika ada perubahan pada rutinitas mereka.

Data yang dicatat umumnya seputar diet, kesehatan, dan aktivitas hewan. Lalu, data ini dijadikan rekomendasi untuk meningkatkan perawatan mereka, melansir Cleveland Zoological Society.

Selain itu, peneliti dan penjaga di beberapa kebun binatang melakukan studi kognitif. Tujuannya adalah memastikan hewan berperilaku alami dan merangsang proses kognitif yang kompleks. Hal lain yang dilakukan adalah meneliti genetik untuk memastikan umur dan kesehatan hewan dalam kondisi prima.

Baca Juga: 8 Fakta Trophy Hunting, Memburu Hewan demi Ego Manusia!

4. Memberikan tempat berlindung dari perubahan iklim dan cuaca ekstrem di habitat aslinya

Sepenting Apa Keberadaan Kebun Binatang saat Ini?ilustrasi cheetah (unsplash.com/David Groves)

Banyak hewan yang terdampak perubahan iklim, salah satunya adalah cheetah. Melansir GVI, kenaikan suhu akibat pemanasan global bisa memengaruhi kemampuan cheetah untuk bereproduksi. Bahkan, bisa menurunkan kadar testosteron pada cheetah jantan!

Tak pelak, jumlah cheetah di habitat aslinya terus menurun. Untuk menjaga agar populasinya tetap stabil dan terhindar dari kepunahan, sebagian cheetah dipindahkan ke penangkaran.

Selain itu, perubahan iklim berdampak pada berkurangnya jumlah bambu di habitat alami panda raksasa (Ailuropoda melanoleuca). Padahal, bambu merupakan makanan pokok sekaligus tempat untuk berlindung bagi hewan berwarna hitam-putih itu.

Perubahan iklim berdampak lebih parah pada penyu hijau dan beruang kutub. Jenis kelamin bayi penyu bergantung pada suhu pasir tempat telur-telurnya diletakkan. Peningkatan suhu membuat lebih banyak penyu betina yang menetas. Alhasil, semakin sedikit pasangan kawin bagi penyu betina dan bisa memengaruhi populasi penyu di masa depan.

Di sisi lain, perubahan iklim dan pemanasan global mengurangi jumlah es di Arktik. Ketika jumlah es berkurang, beruang kutub akan kesulitan mencari makanan dan membuat habitatnya mengecil.

Kebun binatang bisa menjadi tempat hewan berlindung dari perubahan iklim dan cuaca ekstrem di alam liar. Sayangnya, tidak semua kebun binatang bisa meniru habitat asli hewan dengan kemiripan yang sama persis. Itu adalah tantangan terbesarnya.

5. Melindungi dari incaran pemburu

Sepenting Apa Keberadaan Kebun Binatang saat Ini?ilustrasi pemburu hewan (unsplash.com/Sebastian Pociecha)

Salah satu faktor utama hilangnya keanekaragaman hayati adalah perburuan hewan. Semakin parah karena hasil buruan itu dijual di pasar gelap untuk dijadikan hewan peliharaan ilegal, obat-obatan, sampai makanan mewah!

Contoh hewan yang punah akibat perburuan liar adalah badak Vietnam (Rhinoceros sondaicus annamiticus). Spesies terakhir ditembak untuk diambil culanya pada tahun 2010. Spesies lain yang berada di ambang kepunahan adalah badak putih utara (Ceratotherium simum) yang kini hanya tersisa dua ekor badak betina. Menyedihkan, bukan?

Langkah terbaik yang bisa ditempuh adalah memindahkan hewan-hewan tersebut ke kebun binatang. Memang, habitat di kebun binatang tidak semirip dan seluas aslinya. Namun, setidaknya mereka bisa hidup aman tanpa bayang-bayang pemburu yang bisa membunuh mereka sewaktu-waktu.

Nah, itulah sederet alasan mengapa kebun binatang sangat penting dan masih relevan hingga sekarang. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca Juga: 7 Alasan Kamu Perlu Berhenti Menonton Sirkus Lumba-lumba

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya