Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
12 Fakta Hermes, Dewa dari Mitologi Yunani yang Bantu Odysseus
Odysseus bertemu penyihir yang mengubah teman-temannya menjadi babi dan dibelakangnya ada Hermes yang membantunya. (commons.wikimedia.org/Jean-Jacques Lagrenée)
  • Hermes, atau Mercurius dalam tradisi Romawi, adalah dewa pembawa pesan yang menaungi perjalanan, perdagangan, bahasa, pencurian, atlet, serta perlintasan batas dan kematian.
  • Putra Zeus dan Maia ini digambarkan dengan sandal bersayap, topi, serta tongkat caduceus; sejak bayi ia mencuri sapi Apollo lalu berdamai melalui pemberian kecapi.
  • Dalam berbagai mitos, Hermes membantu Odysseus, Perseus, Heracles, dan Priam, sekaligus memandu jiwa orang meninggal ke Dunia Bawah sebagai psychopomp.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dewa Yunani Hermes, yang dikenal oleh bangsa Romawi sebagai Mercury atau Mercurius, sering dikenali berkat sandal bersayapnya dan topi bertepi lebar dengan dua sayap. Dewa Yunani ini juga disebutkan dalam film The Odyssey (2026) karya Christopher Nolan. Tampilan dewa Yunani ini juga menginspirasi superhero Flash.

Namun, apa sebenarnya yang dikatakan mitologi tentang Hermes? Dewa apakah dia? Ternyata, Hermes adalah dewa dengan banyak peran (secara metaforis), dan dia bukan hanya sekadar menyampaikan pesan untuk Zeus. Lingkup kekuasaannya meliputi semua orang, dari penggembala hingga atlet, dari ahli retorika hingga pencuri dan pedagang, serta alkemis dan penyihir. Berikut adalah fakta-fakta tentang dewa Hermes.

1. Asal usul Hermes

Patung Hermes yang ditemukan di Aigion, Peloponnese, di Museum Arkeologi Nasional di Athena. (commons.wikimedia.org/Zde)

Jika kamu pernah membaca tentang dewa-dewa Yunani-Romawi, kamu pasti tahu kalah Hermes adalah pembawa pesan para dewa. Seperti yang tercantum dalam laman Theoi, hal-hal di bawah wewenang Hermes meliputi para pelancong, jalan, pencurian, bahasa, pedagang, dan atlet, di antara banyak lainnya. Bagian atlet masuk akal karena Hermes pengirim pesan tercepat berkat sandal bersayapnya.

Nama Hermes berasal dari bahasa Yunani herma, yang merupakan penanda perbatasan berbentuk pilar persegi panjang dengan kepala dewa berjanggut di atasnya dan alat kelamin laki-laki di bawahnya, tanpa bagian tubuh lain atau apa pun. Nah, mengingat asal usulnya ini, itu sebabnya Hermes dihubungkan sebagai dewa yang melintasi batas. Dalam hal ini adalah tentang perjalanan, perdagangan, bahasa, dan bahkan hubungannya dengan tidur dan kematian.

2. Hermes, Mercury, dan Odin saling berkaitan

ukiran Hermes dan Mercury di langit-langit istana Versailles (commons.wikimedia.org/Urban)

Bangsa Romawi mengidentifikasi dewa yang oleh bangsa Yunani disebut Hermes dengan dewa mereka sendiri, Mercurius atau Mercury. Menurut kamus etimologi, Mercury berasal dari kata Latin merx, yang berarti barang dagangan. Sebab, dewa tersebut ada huhungannya dengan pedagang dan pencuri. Ini berarti, nama Mercury terkait dengan kata-kata seperti perdagangan, pedagang, dan pasar.

Planet terdekat dengan matahari juga dinamai Merkurius karena gerakannya yang cepat di langit, mengingat jalur orbitnya yang kecil. Unsur logam cair merkuri juga dinamai berdasarkan planet tersebut, karena mobilitasnya yang cair dan menyerupai kecepatan planet tersebut. Yap, mirip seperti kepribadian Mercury (Hermes).

Dalam bahasa-bahasa Roman seperti Prancis, Italia, dan Spanyol, hari Rabu dinamai berdasarkan dewa Mercury: mercredi, mercoledi, dan miercoles. Hari-hari dalam seminggu dinamai berdasarkan matahari, bulan, dan lima planet selain Bumi yang terlihat dengan mata telanjang. Di samping itu, Odin dan Mercury sama-sama dewa para pelancong, pidato yang fasih, orang mati, dan mengenakan topi lebar.

3. Apa yang membuat Hermes terkenal?

lukisan Hermes di dinding Tiepolo di Palazzo Clerici di Milan (commons.wikimedia.org/Tiepolo)

Seperti yang dijelaskan oleh Theoi, perlengkapan paling khas yang dipegang Hermes adalah tongkat ajaibnya. Tongkatnya ini dikenal sebagai kerykeion dalam bahasa Yunani dan caduceus dalam bahasa Latin. Hermes juga biasanya berpakaian seperti seorang pengembara, dengan tunik sepanjang lutut yang ditutupi jubah pendek, yang dikenal sebagai chlamys dan mengenakan topi bertepi lebar yang di sampingnya terdapat dua sayap, atau disebut petasos.

Namun, Hermes terkenal karena sandal atau sepatu bersayapnya. Hal ini yang memungkinkannya terbang begitu cepat untuk menyampaikan pesan para dewa. Tongkat dan topinya juga sering digambarkan memiliki sayap. Nah, hewan yang sering digambarkan bersama Hermes dalam seni adalah kura-kura. Yap, berbanding terbalik dengan Hermes yang terkenal cepat.

4. Siapa ayah dan ibu Hermes?

Hermes bersama ibunya, Maia di guci sekitar 500 SM (commons.wikimedia.org/Bibi Saint-Pol)

Kamu pasti tahu kalau ayah Hermes adalah Zeus, raja para dewa dan ayah dari sekitar 75 persen dari semua makhluk hidup dalam mitologi Yunani-Romawi. Namun, ibu Hermes justru kurang dikenal. Menurut Theoi, ibu Hermes adalah Maia, salah satu dari tujuh putri Titan Atlas dan nimfa laut Pleione yang dikenal sebagai Pleiades (yap, nama gugusan bintang). Nah, karena Hermes adalah cucu Atlas (yang menopang langit), Hermes kadang-kadang dijuluki Atlantiades, atau keturunan Atlas.

Puisi kuno yang dikenal sebagai Homeric Hymn to Hermes mengatakan bahwa Maia adalah dewi yang pemalu. Ia tidak mau bergaul dengan dewa-dewa lain. Ia lebih memilih bersembunyi di gua yang dalam dan gelap di Gunung Cyllene, tempat Pleiades tinggal. Satu-satunya dewa yang mengenal dia ada di sana adalah Zeus, yang datang dan menyetubuhinya saat istri Zeus yang bernama Hera sedang tidur.

Akibat kejadian ini, Maia melahirkan seorang bayi, tetapi bukan sembarang bayi. Puisi Homeric Hymn to Hermes menggambarkan bayinya sebagai seorang putra, yang sering berubah-ubah, licik tanpa malu-malu, seorang perampok, seorang penggembala ternak, seorang pembawa mimpi, seorang penjaga di malam hari, dan seorang pencuri di gerbang. Yap, bayi tersebut adalah Hermes.

5. Bayi Hermes sudah bikin onar saat hari pertama dilahirkan

lukisan Hermes dan Apollo (commons.wikimedia.org/Francesco Albani)

Seperti yang dijelaskan oleh World History Encyclopedia, pada usia setengah hari, bayi Hermes sudah membuat masalah. Ia pergi keluar dari gua ibunya menuju ke Pieria. Di sana, ia mencuri 50 ekor sapi suci milik saudara tirinya, Apollo.

Cerdiknya, untuk menutupi jejaknya, Hermes membuat sapi-sapi itu berjalan mundur dan membuat sepatu dari ranting kayu untuk menyapu jejak kakinya sendiri. Hermes kecil pun menyembunyikan sapi-sapi itu di sebuah gua kecil. Namun, Apollo berhasil melacak sapi-sapinya berkat seorang gembala yang memberi tahu. Apollo akhirnya mengetahui bahwa Hermes telah mencurinya. Hermes pun sebaik mungkin membela diri dengan mengatakan "aku hanya bayi kecil". Tapi Apollo tetap membawa masalah ini ke pengadilan di hadapan ayah mereka, Zeus.

Untungnya, sebelumnya pada hari itu, bayi Hermes juga bertemu dengan seekor kura-kura, yang menurutnya sangat lucu. Anehnya, Hermes malah mengeluarkan semua isi perut kura-kura itu dan menggunakan cangkangnya untuk menciptakan kecapi, atau alat musik Yunani Kuno. Hermes memberikan kecapi itu kepada Apollo, dewa musik, yang dengan senang hati menerimanya dan membiarkan Hermes memelihara ternak sapinya. Mereka pun akhirnya menjadi teman.

6. Hermes membunuh monster

Mercury (Hermes) dan Argos (commons.wikimedia.org/Johann Michael Rottmayr)

Terlepas dari kenakalan masa kecilnya, dalam sebagian besar mitos, Hermes berperan sebagai pendamping, pembantu, atau teman perjalanan ayahnya, Zeus. Jadi, ia tidak sepenuhnya jahat. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah asal usul salah satu julukan Hermes yang paling terkenal, Argeiphontes.

Menurut Greek Mythology, Zeus jatuh cinta pada seorang putri bernama Io dan turun ke Bumi untuk menghabiskan waktu bersamanya. Namun, istri Zeus, Hera, curiga dan mencari tahu apa yang sedang dilakukan Zeus. Nah, karena tidak mau ketahuan, Zeus segera mengubah Io menjadi sapi putih dan bilang kalau ia mendapatkan hewan cantik ini sebagai hadiah untuk Hera.

Berpura-pura mempercayai perkataannya, Hera berterima kasih atas hadiah itu dan menempatkan seorang penjaga untuk melindungi hadiah tersebut. Tapi bukan itu tujuan utamanya, melainkan untuk mencegah Zeus mengubahnya kembali menjadi gadis cantik. Penjaga ini adalah monster Argos, yang tubuhnya ditutupi oleh 100 mata, yang bergantian tidur sehingga selalu waspada.

Zeus memanggil Hermes untuk membantunya. Dewa pembawa pesan itu akhirnya menidurkan Argos sepenuhnya dengan serangkaian kisah yang diceritakannya. Setelah Argos tertidur, Hermes membunuhnya. Hermes pun mendapat julukan Argeiphontes, atau pembunuh Argos. Adapun, Hera melindungi mata hamba setianya dengan meletakkannya di ekor burung sucinya, burung merak.

7. Tongkat Hermes yang sering disalahartikan

monumen perunggu "Hygeia" karya Giuseppe Moretti tahun 1922 untuk Personel Medis Perang Dunia di Pittsburgh, PA (commons.wikimedia.org/takomabibelot)

Salah satu atribut Hermes yang paling mudah dikenali adalah tongkatnya, yang dikenal sebagai caduceus. Seperti yang dijelaskan dalam Classical Wisdom, tongkat ini dikenal oleh orang Yunani sebagai kerykeion, atau tongkat pembawa pesan. Tongkat ini sendiri muncul dalam penggambaran artistik Hermes sejak abad keenam SM.

Dalam penggambaran paling awal, tongkat sederhana ini sering kali dililit dengan pita atau karangan bunga. Namun, seiring waktu hal ini ditafsirkan sebagai ular, mungkin karena asosiasi orang-orang kuno antara ular dan kekuatan ilahi, atau karena kecepatan ular yang tampak melata. Bagaimanapun, tongkat yang menurut banyak mitos memiliki kemampuan magis untuk menyebabkan atau menghilangkan tidur ini menjadi simbol perdamaian karena hubungannya dengan dewa pembawa pesan.

Namun, di era modern, caduceus Hermes paling sering dilihat sebagai simbol profesi medis, seperti yang muncul pada simbol Korps Medis AS, banyak apotek, dan layanan medis lainnya. Ini terjadi karena adanya kekeliruan antara tongkat Hermes dan Tongkat Asclepius, dewa penyembuhan, yang memiliki satu ular yang melilitnya. Sementara tongkat Hermes dikaitkan dengan dua ular. Ironinya, industri medis secara tidak sengaja mengadopsi simbol dewa pencuri dan perdagangan sebagai lambangnya.

8. Siapa kekasih dan anak Hermes?

Pan (anak Hermes) dan nimfa (commons.wikimedia.org/William-Adolphe Bouguereau)

Menurut mitos klasik, Hermes tidak pernah menikah. Namun, bukan berarti ia tidak pernah memiliki kekasih. Yap, seperti ayah dan saudara tirinya, Hermes sebenarnya punya banyak anak.

Meskipun tidak semuanya terkenal, Hermes memang memiliki beberapa selir dan keturunan yang cukup terkenal. Seperti yang ditulis oleh Greek Mythology, salah satu putra Hermes yang paling terkenal adalah dewa berkaki kambing Pan, pelindung para gembala di hutan. Pan adalah anak Hermes dengan seorang nimfa, yang bernama Dryope. Anak lain yang namanya menunjukkan asal-usulnya adalah Hermaphroditus, keturunan Hermes dan Aphrodite. Namun, meskipun lahir sebagai laki-laki, secara harfiah terjerat dengan seorang nimfa air yang mencintainya dan menjadi sosok interseks.

Kisah menarik lainnya adalah, ketika Hermes dan Apollo sama-sama jatuh cinta pada Chione yang cantik dan tidur dengannya pada hari yang sama. Chione kemudian hamil anak kembar, masing-masing dengan ayah yang berbeda. Putra yang keturunan Apollo bernama Philammon. Ia menjadi seorang musisi seperti Apollo. Sementara putra lainnnya dari keturunan Hermes, bernama Autolycus. Ia menjadi pencuri dan penipu terkenal seperti ayahnya, Hermes. Autolycus kemudian menjadi kakek dari Odysseus, terkenal karena banyak tipu dayanya dan digambarkan sebagai polytropos (berputar-putar, yang menandakan kecerdasannya dan pengembaraannya di seluruh dunia) dalam puisi epik Odyssey, sama seperti puisi Hermes dalam Homeric Hymn to Hermes.

9. Hermes memberikan bantuan kepada para pahlawan

Odysseus bertemu penyihir yang mengubah teman-temannya menjadi babi dan dibelakangnya ada Hermes yang membantunya. (commons.wikimedia.org/Jean-Jacques Lagrenée)

Salah satu peran utama Hermes dalam mitologi adalah sebagai penolong para pahlawan besar dalam legenda. Pekerjaan yang terkadang ia lakukan bersama saudara tirinya, Athena, yang juga terkenal sebagai pelindung para pahlawan. Seperti yang dijelaskan oleh Theoi, salah satu bantuan paling terkenal yang diberikannya kepada seorang pahlawan terdapat dalam puisi epik Odyssey, ketika Hermes membantu cicitnya, Odysseus, agar tidak menjadi babi akibat ramuan penyihir Circe, seperti yang dialami seluruh awak kapalnya dengan meminum ramuan suci yang dikenal sebagai moly.

Selain itu, Hermes (sering ditemani oleh Athena) membantu pahlawan muda Perseus dalam pencariannya untuk membunuh Gorgon Medusa. Ia memberikan atau mengarahkannya ke benda-benda magis untuk membantunya, termasuk sandal terbangnya sendiri, pedang melengkung yang tak dapat dihancurkan, kantung penyimpanan, dan topi milik Hades yang membuatnya tak terlihat.

Hermes juga membantu Heracles dalam tugas terakhirnya untuk mengambil Cerberus, anjing neraka, dari rumah Hades dengan membimbingnya dan melindunginya dari roh-roh jahat. Selama Perang Troya, Hermes memberikan nasihat dan perlindungan kepada raja Troya, Priam, saat ia melewati perkemahan Yunani untuk mengambil jenazah putranya, Hector, dari Achilles. Meskipun begitu, Hermes sendiri mendukung Yunani dalam perang tersebut, sesuai dengan penggambaran Homer tentang dewa pembawa pesan itu.

10. Hermes memandu orang yang sudah mati ke dunia bawah

Hermes di dunia bawah (commons.wikimedia.org/Adolf Hirémy-Hirschl)

Salah satu aspek terkenal dari keilahian Hermes adalah perannya sebagai psychopomp, atau pemandu jiwa. Itu berarti, tugasnya adalah memimpin jiwa-jiwa orang yang baru meninggal ke Dunia Bawah, seperti padanan Yunani dari Malaikat Maut. Menurut Theoi, peran ini berasal dari posisinya sebagai dewa penggembala, karena perumpamaan menggiring domba dan sapi ke tempat yang seharusnya hingga mengantar jiwa manusia ke tempat peristirahatan abadi mereka yang baru.

Dalam konteks mitologi itu sendiri, Hermes ditugaskan sebagai pelindung hantu setelah dialah yang membawa Persephone kembali kepada ibunya, Demeter, setelah diculik oleh Hades. Dalam peran inilah Hermes mampu mengantar Heracles ke Dunia Bawah untuk menjemput Cerberus. Demikian pula, karena posisinya inilah ia ditugaskan untuk membawa penipu Sisyphus kembali ke Hades setelah Sisyphus berhasil melarikan diri untuk kedua kalinya.

Dalam kisah yang kurang dikenal, Hermes juga membimbing hantu Protesilaus, orang pertama yang tewas dalam Perang Troya, untuk mengunjungi istrinya, Laodamia. Hermes memohon kepada para dewa agar Laodamia diizinkan berbicara dengan suaminya untuk terakhir kalinya.

11. Hermes dan penebang kayu

ilustrasi Hermes dan penebang kayu (commons.wikimedia.org/Jean-Baptiste Oudry/Nicolas-Gabriel Dupuis/Charles-Nicolas Cochin)

Aesop, penulis fabel terkenal, sering menggunakan Hermes sebagai tokoh dalam kisah-kisah moralistiknya. Theoi mengumpulkan fabel-fabel ini, termasuk yang mungkin paling terkenal, yang menceritakan tentang seorang penebang kayu yang secara tidak sengaja menjatuhkan kapaknya ke sungai. Alhasil, ia menangisi kebodohannya sendiri. Kemudian, Hermes muncul dan bilang bahwa ia akan membantunya. Hermes menyelam ke sungai dan kembali dengan kapak yang terbuat dari emas.

Laki-laki itu lantas bilang kalau kapak emas itu bukan miliknya. Jadi Hermes menyelam lagi dan kali ini kembali dengan kapak perak. Laki-laki itu juga bilang kalau kapak perak itu bukan miliknya juga. Hermes kembali menyelam untuk ketiga kalinya dan membawa kapak milik penebang kayu itu.

Sebagai hadiah atas kejujurannya, Hermes memberikan ketiga kapak itu kepada laki-laki tersebut. Ketika salah satu teman penebang kayu mendengar cerita itu, ia sengaja melemparkan kapaknya ke dalam air dan mengaku kalau kapak emas itu miliknya ketika Hermes mencoba membantunya. Namun, karena keserakahan dan ketidakjujurannya, Hermes segera pergi tanpa mengambil kapak asli milik laki-laki itu. Adapun, kisah lain menceritakan kalau Hermes ditugaskan untuk menyebarkan kecerdasan kepada umat manusia dan sedikit tipu daya kepada semua pengrajin dan pedagang.

12. Hermes versi Mesir

lukisan Hermes Trismegistus (commons.wikimedia.org/J. Augustus Knapp)

Ketika bangsa Yunani dan kemudian Romawi menyebarkan pengaruh mereka ke seluruh Mediterania lewat penaklukan, wajar saja ada kesamaan antara dewa-dewa mereka dan dewa-dewa wilayah yang diserap ke dalam kekaisaran mereka. Akibatnya, dewa Yunani-Romawi dan dewa setempat sering kali dipandang sebagai dua aspek dari dewa yang sama, seperti yang dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica sebagai sinkretisme. Hal ini umum terjadi pada periode Helenistik setelah penaklukan Alexander Agung antara dewa-dewa Yunani dan Mesir.

Yap, dewa Mesir yang disinkretisasi dengan Hermes adalah Thoth, dewa kebijaksanaan, tulisan, dan sihir. Fokus pada aspek linguistik Hermes ini membuat Thoth dipandang sebagai dewa bahasa dan penerjemahan. Jadi, hingga saat ini, studi tentang penerjemahan dan interpretasi dikenal sebagai hermeneutika.

Orang Mesir Helenistik mulai memandang Thoth-Hermes sebagai dewa kebijaksanaan dan pembelajaran rahasia, serta memberinya julukan Hermes Trismegistus, atau tiga kali terhebat. Sosok Hermes Trismegistus kemudian dipisahkan dari dewa pembawa pesan Yunani tersebut, dan menjadi penulis yang diyakini sebagai pengarang sejumlah besar tulisan mistik tentang topik-topik seperti alkimia dan astrologi.

Hermes rupanya punya sejarah cerita yang rumit dan beragam, ya. Tak heran kalau dewa Yunani Kuno ini mencuri perhatian banyak orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article