Dimorfisme seksual merupakan perbedaan ciri fisik atau karakteristik lainnya antara jantan dan betina dalam satu spesies. Pada sejumlah gurita, perbedaan itu tampak sangat jelas dari ukuran tubuh. Betina dapat tumbuh jauh lebih besar, sedangkan jantannya hanya berukuran kecil atau kerdil.
Nah, keempat spesies di bawah ini tergabung dalam superfamili Argonautoidea, kelompok gurita pelagis yang hidup di perairan lepas. Kendati berasal dari famili berbeda, yakni Argonautidae, Tremoctopodidae, Ocythoidae, dan Alloposidae, mereka mempunyai pola reproduksi yang khas, lho!
Jantan Argonautidae sama-sama memiliki lengan reproduksi termodifikasi bernama hektokotilus alias "penis" yang dapat terlepas dan dipindahkan ke betina saat kawin. Selain ciri tersebut, kira-kira apa lagi yang membedakan individu betina dan jantan pada keempat spesies gurita dengan dimorfisme seksual yang ekstrem ini? Yuk, disimak artikelnya!
