Culebra de Cogulla (flickr.com/AR ® Escuela Superior de Medio Ambiente, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/>)
Culebra de cogulla jauh lebih kecil dan lebih sulit ditemukan, dengan panjang maksimal hanya sekitar 60 cm. Ciri pembedanya adalah garis hitam tebal yang membentang dari mata hingga ke sudut mulut, serta bercak gelap berbentuk kerah di lehernya. Mirip culebra bastarda, ia juga merupakan opisthoglyphous (berbisa belakang), tetapi karena ukurannya yang mungil, gigitannya hampir tidak berbahaya bagi manusia dewasa.
Lebih suka beraktivitas pada senja dan malam hari, ular ini menghuni area berpasir atau berbatu di Spanyol selatan dan tengah, serta beberapa wilayah di Kepulauan Balearic. Interaksi dengan manusia tergolong minim lantaran gaya hidupnya penyendiri. Itulah alasan mengapa keberadaan ular ini sering luput dari perhatian.
Di antara seluruh spesies tadi, vibora áspid (Vipera aspis) masih menyandang predikat ular paling ditakuti di Spanyol. Reputasi itu muncul berkat racunnya yang memiliki tingkat toksisitas tertinggi, ditambah persebarannya beririsan dengan kawasan pegunungan yang ramai dikunjungi wisatawan. Jadi, saat menjelajahi alam Spanyol, hormati ruang mereka, dan biarkan para ular-ular ini menjalani hidupnya dengan tenang.
Referensi :
Saz-Parkinson, Z., del Pino Luengo, M., López-Cuadrado, T., Andújar, D., Carmona-Alférez, R., Flores, R. M., & Amate, J. M. (2012). Approach to the epidemiology of venomous bites in Spain. Toxicon, 60(4), 706-711. Diakses dari https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0041010112000931
Roca, V., Gómez-Ramírez, F., Espasandín, I., Megía-Palma, R., Perera, A., & Martínez-Freiría, F. (2023). First helminthological data on the Iberian adder, Vipera seoanei. Parasitology Research, 122(7), 1499-1507.